Rahayu Saraswati Minta Pengusaha Bijak Adopsi AI, Tak Korbankan Tenaga Kerja
MENTRI Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziyah, secara resmi menyerahkan jabatan kepada Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Dalam sambutannya sebagai Menteri Ketenagakerjaan yang baru, Rahayu Saraswati menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), namun tetap menjaga kelestarian tenaga kerja Indonesia.
Adopsi AI Harus Seimbang dengan Perlindungan Tenaga Kerja
Dalam pidato pertamanya sebagai Menaker, Rahayu Saraswati menyampaikan bahwa pengusaha di Indonesia perlu mengadopsi teknologi AI dengan bijak. Menurutnya, meskipun AI dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, pengusaha tidak boleh melupakan kewajiban terhadap tenaga kerja yang telah berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan.
"Kami mengakui bahwa AI dan teknologi canggih adalah masa depan. Namun, adopsinya tidak boleh korbankan tenaga kerja yang ada. Pengusaha harus bijak dalam mengintegrasikan teknologi ini," ujar Rahayu Saraswati dalam konferensi pers di Kantor Kemenaker, Jakarta, Selasa (23/5/2023).
Peran Kemenaker dalam Mengawal Transisi Digital
Rahayu Saraswati menjelaskan bahwa pemerintah, melalui Kemenaker, akan memastikan bahwa adopsi AI di dunia usaha tidak menimbulkan dampak buruk bagi pekerja. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memfasilitasi pelatihan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar dapat bersaing di era digital.
Menurut Rahayu, pemerintah juga akan mendorong kebijakan yang mendorong pertumbuhan lapangan kerja baru seiring dengan adopsi teknologi. Ia berharap dengan adanya AI, akan tercipta pekerjaan-pekerjaan baru yang membutuhkan keahlian manusia.
Kemitraan dengan Dunia Usaha dan Perguruan Tinggi
Untuk mencapai tujuan tersebut, Rahayu Saraswati menyatakan akan membangun kemitraan erat dengan dunia usaha dan perguruan tinggi. Ia berharap para akademisi dapat membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan era digital.
"Kami akan mendorong program magang dan kerja sama industri yang lebih intensif. Melalui program ini, para mahasiswa dan pekerja dapat memperoleh pengalaman langsung dengan teknologi terkini," ungkapnya.
Rahayu juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja yang terdampak otomasi. Ia mengatakan Kemenaker akan memperkuat aturan-aturan yang menjamin hak-hak pekerja, termasuk dalam situasi perubahan struktur pekerjaan akibat teknologi.
Visi Jangka Panjang untuk Ketenagakerjaan Indonesia
Sebagai Menaker, Rahayu Saraswati memiliki visi jangka panjang untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan berdaya saing global. Ia berkomitmen untuk mengurangi ketimpangan keterampilan dan memastikan semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital.
Rahayu Saraswati menambahkan bahwa pemerintah juga akan mendorong kebijakan yang mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat bersaing dengan adopsi teknologi. Ia percaya bahwa UMKM dapat menjadi motor penggerak lapangan kerja yang tangguh di tengah era digital.
Tantangan dan Peluang di Era Digital
Menghadapi era digital, Rahayu Saraswati mengakui adanya tantangan yang signifikan, terutama dalam hal pergeseran lapangan kerja. Namun, ia optimis bahwa dengan persiapan yang matang, Indonesia dapat mengubah tantangan tersebut menjadi peluang.
Komentar (0)