25, 2026
Ekonomi

Review Sepekan: Harga Batu Bara Ogah Turun, Naik Berturut-Turut!

Harga batubara naik selama empat pekan, didorong kebutuhan energi Asia. India hadapi kekurangan stok, sementara Jepang dan Korea Selatan tingkatkan permintaan.]]>

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Review Sepekan: Harga Batu Bara Ogah Turun, Naik Berturut-Turut!

Harga Batu Bara Tetap Stabil, Indeks Harga Berlanjut Naik

Harga batubara di pasar internasional menunjukkan kestabilan yang signifikan sepekan terakhir, meskipun mengalami fluktuasi harian. Indeks Harga Batubara Indonesia (IHBI) yang dikelola oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat mengalami peningkatan berturut-turut selama tujuh hari kerja terakhir. Situasi ini menunjukkan resistensi harga batubara meskipun ada beberapa faktor yang berpotensi menekan harga di pasar global.

Kondisi Pasar Global

Pasar batubara global saat ini berada dalam kondisi yang cukup stabil dengan harga bervariasi dalam kisaran sempit. Berdasarkan data terakhir, harga batubara jenis thermal (batubara untuk pembangkit listrik) bergerak di sekitar US$90-95 per ton, sementara batubara jenis coking (untuk industri baja) berada di kisaran US$180-190 per ton. Kondisi ini dipengaruhi oleh keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar internasional.

China sebagai konsumen batubara terbesar dunia terus menunjukkan permintaan yang stabil meskipun ekonominya mengalami perlambatan. Negara ini terus melakukan pembelian batubara untuk memenuhi kebutuhan energi domestiknya, terutama untuk sektor industri dan pembangkit listrik. Sementara itu, India juga terus meningkatkan impor batubara untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi.

Faktor Pendukung Kestabilan Harga

Ada beberapa faktor yang mendukung kestabilan harga batubara sepekan terakhir. Pertama, terus berlanjutnya konflik di wilayah Ukraina yang mengancam pasokan gas alam dari Rusia membuat beberapa negara Eropa kembali bergantung pada batubara sebagai sumber energi alternatif. Kebutuhan ini mendorong permintaan batubara dari pasar Eropa yang sebelumnya sedang mengurangi ketergantungan pada batubara.

Kedua, cuaca yang ekstrem di beberapa negara penghasil batubara seperti Australia dan Indonesia juga berkontribusi pada kestabilan harga. Curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah pertambangan mengakibatkan gangguan operasional penambangan yang secara tidak langsung mempengaruhi pasokan batubara di pasar global. Meski demikian, dampak ini belum signifikan karena produsen memiliki stok cadang yang memadai.

Ketiga, kebijakan pemerintah Indonesia terkait batubara terus memberikan kepastian bagi para pelaku industri. Kebijakan Cukai Hasil Tambang (CHT) yang telah disesuaikan dan sistem lelang batubara secara terus menerus memberikan kejelasan bagi para penjual dan pembeli batubara. Hal ini turut mendukung stabilitas harga di pasar domestik yang kemudian mempengaruhi harga di pasar internasional.

Perkembangan di Pasar Domestik

Di pasar domestik, harga batubara juga menunjukkan kestabilan dengan IHBI tercatat naik secara berturut-turut. IHBI pada akhir pekan lalu mencapai level US$111,19 per ton, naik dari US$109,83 per seminggu sebelumnya. Kenaikan ini terjadi meskipun ada upaya dari pemerintah untuk menekan harga batubara guna mengendalikan inflasi.

Produksi batubara di Indonesia terus meningkat seiring dengan puluhan perusahaan tambang yang telah menyelesaikan kegiatan pemboran dan penambangan baru. Kementerian ESDM mencatat produksi batubara hingga akhir Oktober 2023 telah mencapai 519 juta ton atau sekitar 83% dari target produksi tahun 2023 yang ditetapkan sebesar 625 juta ton. Target produksi ini kemungkinan akan tercapai bahkan bisa dilampaui mengingat tingkat produksi yang terus meningkat setiap bulannya.

Pemerintah juga terus mendorong ekspor batubara dengan memberikan insentif bagi perusahaan tambang yang memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Kebijakan ini dimaksudkan untuk memastikan pasokan batubara yang memadai bagi kebutuhan domestik sambil tetap memungkinkan ekspor untuk mendapatkan devisa bagi negara.

Prospek Masa Depan

Untuk periode mendatang, harga batubara diperkirakan akan tetap stabil dengan potensi sedikit meningkat menjelang musim dingin di belahan bumi utara. Permintaan batubara untuk kebutuhan pembangkit listrik diperkirakan akan meningkat seiring dengan turunnya suhu di Eropa dan Asia Timur. Selain itu, transisi energi yang masih lambat di beberapa negara juga akan mendukung permintaan batubara di jangka menengah.

Pemerintah Indonesia berencana akan terus mengawasi perkembangan harga batubara untuk memastikan ketersediaan dan harga yang terjangkau bagi kebutuhan domestik sekaligus mendapatkan optimalisasi devisa dari sektor pertambangan. Upaya ini akan dilakukan melalui kebijakan yang selalu disesuaikan dengan kondisi pasar global dan kebutuhan energi nasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter