Ruben Onsu Datang Telat, Mediasi Perceraian dengan Sarwendah Selesai
Acara mediasi perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah telah berlangsung tanpa kehadiran Ruben Onsu. Mediator yang ditunjuk untuk menangani kasus ini mengungkap bahwa Ruben Onsu tiba setelah mediasi selesai dilaksanakan. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan dari pihak Sarwendah yang hadir tepat waktu dan menunggu dengan sabar.
Menurut informasi yang dihimpun, mediasi yang diselenggarakan pada Rabu (11/10) di sebuah hotel di Jakarta tersebut dimulai pukul 10:00 WIB. Sarwendah tiba di lokasi mediasi sekitar 30 menit sebelum waktu yang ditetapkan. Ia tampak tenang namun menunjukkan ekspresi sedih sepanjang menunggu proses mediasi dimulai.
Kehadiran Ruben Onsu Terlambat
Sementara itu, Ruben Onsu diketahui baru tiba sekitar pukul 12:30 WIB, lebih dari dua jam setelah mediasi selesai. Dalam keterlambatannya ini, Ruben Onsu mengatakan bahwa ia telah meminta mediator untuk menunggu kehadirannya.
"Semestinya mereka menunggu. Saya sudah menghubungi mediator untuk menunggu," ucap Ruben Onsu singkat ketika dihubungi wartawan usai mediasi.
Pernyataan ini langsung menuai kritik dari publik. Banyak netizen yang menilai sikap Ruben Onsu tidak profesional dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap proses mediasi yang seharusnya menjadi solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Proses Mediasi Berjalan Tanpa Ruben Onsu
Mediator yang memimpin sesi mediasi, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkap bahwa mediasi tetap dilaksanakan meskipun Ruben Onsu tidak hadir. Menurut mediator, keputusan untuk melanjutkan mediasi diambil setelah berkonsultasi dengan pihak Sarwendah.
"Kami telah berkoordinasi dengan Bu Sarwendah. Ia setuju untuk melanjutkan proses meskipun Pak Ruben tidak hadir. Proses mediasi berjalan dengan baik dan kami telah mencapai beberapa kesepakatan penting," jelas mediator.
Dalam mediasi yang berlangsung selama sekitar dua jam ini, Sarwendah didampingi oleh tim kuasa hukumnya. Mereka membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan perceraian, termasuk permasalahan harta gono-gini dan pengasuhan anak.
Reaksi Publik dan Isu Kericuhan
Kehadiran Ruben Onsu yang telat dan pernyataannya yang dianggap tidak pantas menimbulkan reaksi beragam dari publik. Banyak netizen yang meminta Ruben Onsu untuk meminta maaf atas sikapnya dan menunjukkan sikap dewasa dalam menghadapi masalah perceraian.
"Ini bukan soal kalah atau menang, tapi tentang kejelasan dan keadilan. Kalau sudah mediasi harus dihormati," komentar seorang netizen di media sosial.
Sebelumnya, pasangan ini sudah berbulan-bulan menjadi sorotan publik usai mengumumkan perceraian mereka melalui media sosial. Keduanya telah mencoba berbagai cara untuk menyelesaikan masalah, termasuk mediasi yang kini menjadi sorotan.
Kondisi Sarwendah Setelah Mediasi
Sumber dekat Sarwendah mengungkap bahwa ia merasa lega setelah mediasi berlangsung meskipun tanpa kehadiran Ruben Onsu. Ia diyakini telah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi hak-haknya dan anak-anaknya.
"Bu Sarwendah menunjukkan sikap yang sangat dewasa selama mediasi. Ia fokus pada solusi yang terbaik untuk semua pihak, terutama untuk kepentingan anak-anak," ujar sumber tersebut.
Sementara itu, Ruben Onsu setelah tiba di lokasi mediasi langsung pergi tanpa memberikan keterangan lebih lanjut kepada wartawan. Ia hanya mengangguk-ngguk singkat saat ditanya mengenai hasil mediasi yang telah berlangsung.
Masa Depan Kasus Perceraian
Dengan mediasi ini berlangsung, kini proses perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah diharapkan dapat berjalan lebih lancar. Kedua belah pihak telah sepakat untuk melanjutkan proses perceraian secara kekeluargaan dan menghindari konflik di pengadilan.
"Kami berharap kedua belah pihak dapat menghormati kesepakatan yang telah dibuat hari ini dan menyelesaikan masalah ini dengan baik," tutup mediator.
Kasus perceraian yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan publik ini kini terlihat mulai menunjukkan titik terang. Meskipun masih ada banyak hal yang perlu diselesaikan, mediasi yang telah dilaksanakan menjadi langkah penting menuju penyelesaian yang damai.
Komentar (0)