28, 2026
Nasional

Situasi Terkini di Bundaran HI Jelang Demo 28 Oktober

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Situasi Terkini di Bundaran HI Jelang Demo 28 Oktober

Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta kini menjadi sorotan utama jelang demonstrasi yang direncanakan akan berlangsung pada 28 Oktober 2023. Area yang biasanya menjadi ikon kota Jakarta ini mulai menunjukkan peningkatan keamanan dan persiapan pihak berwenang sehari seharinya aksi massa berlangsung. Puluhan personel gabungan dari kepolisian dan TNI terlihat melakukan patroli dan penjagaan ketat di sekitar bundaran dan jaringan protokol Jakarta lainnya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 15.000 personel untuk mengamankan aksi demonstrasi yang diwarnai berbagai orasi dan aksi damai tersebut. Personel tersebut terdiri dari gabungan Polri, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. "Kami memastikan aksi berjalan aman dan tertib. Kami akan memberikan ruang bagi para demonstran untuk menyampaikan aspirasinya selama tetap dalam koridor hukum dan tidak melanggar ketertiban umum," ujar Ramadhan dalam konferensi pers yang diadakan di Polda Metro Jaya.

Penutupan Akses Jalan Utama

Sebagai antisipasi, pihak kepolisian akan menutup sejumlah akses jalan utama di sekitar Bundaran HI mulai pukul 06.00 WIB. Jalan yang akan ditutup antara lain Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Medan Merdeka Barat. Rencananya, penutupan akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rute alternatif agar mobilitas warga tidak terganggu selama aksi berlangsung. "Kami akan memasang rambu-rambu petunjuk arah dan papan informasi penutupan jalan di sejumlah titik strategis. Selain itu, kita juga akan mengoptimalkan layanan Transjakarta untuk membantu mobilitas warga," kata Syafrin.

Persiapan Demonstran

Sementara itu, berbagai kelompok yang akan ikut serta dalam demonstrasi 28 Oktober menyatakan telah menyiapkan berbagai materi orasi dan poster. Koalisi Aksi 28 Oktober yang terdiri dari berbagai ormas mahasiswa dan organisasi pemuda menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyuarakan berbagai aspirasi terkait isu ekonomi, hukum, dan politik yang menurut mereka belum tuntas ditanggapi pemerintah.

"Kami datang dengan membawa 10 poin tuntutan utama. Di antaranya adalah penyelesaian kasus korupsi skala besar, penurunan harga BBM, dan perbaikan sistem ekonomi yang adil bagi rakyat," ujar salah satu koordinator aksi, Ahmad Rizki, dalam jumpa persnya di sekitar Monas.

Kondisi Sosial dan Politik

Situasi di Jakarta kian memanas menjelang 28 Oktober. Beberapa pihak khawatir aksi ini berpotensi berujung pada bentrok antara kelompok pendukung dan penentang. Beberapa kelompok yang menyatakan menentang demonstrasi 28 Oktober juga merencanakan aksi kontra di lokasi yang berbeda.

Dalam keterangannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan akan memastikan situasi tetap kondusif. Kami mengajak seluruh pihak untuk menyelesaikan perbedaan pandangan secara damai dan mengutamakan dialog," kata Anies.

Respons Masyarakat

Berbagai kalangan masyarakat memberikan respons berbeda terhadap rencana demonstrasi 28 Oktober. Sebagian besar warga yang ditemui di sekitar area protokol Jakarta mengaku khawatir akan terjadi kekacauan dan memilih untuk menghindari area tersebut saat aksi berlangsung. "Saya sudah mempersiapkan diri untuk tidak bekerja dari rumah pada 28 Oktober demi menghindari kemacetan dan potensi bahaya," kata Budi, seorang pegawai swasta yang bekerja di kawasan Sudirman-Thamrin.

Di sisi lain, ada juga warga yang mendukung digelarnya aksi demonstrasi ini. "Menurut saya, demonstrasi adalah hak asasi warga negara. Asalkan dilakukan dengan damai, itu bukan masalah. Saya berharap pemerintah bisa mendengar aspirasi rakyat," ujar Siti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawaren Menteng.

Persiapan Medis dan Evakuasi

Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto dan beberapa rumah sakit lainnya di Jakarta telah menyiapkan tim medis dan ruang isolasi untuk mengantisipasi korban yang mungkin terjadi selama aksi demonstrasi. "Kami telah menyiapkan 100 tempat tidur tambahan dan tim khusus yang akan ditempatkan di sekitar area bundaran dan Monas. Tim medis siap 24 jam untuk memberikan penanganan," kata Direktur RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI dr. Teguh Pudji Rahardjo, Sp.P(K).

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga telah menyiapkan tim evakuasi dan pusko darurat. "Kami menyiapkan 5 mobil ambulan, 5 mobil pemadam kecil, dan tim SAR yang siap diterjunkan jika diperlukan. Selain itu, kami juga telah menyiapkan 5 posko darurat di sekitar area aksi," jelas Kepala BPBD DKI Jakarta Aris Wibowo.

Dengan persiapan yang matang dari pihak keamanan dan pemerintah, diharapkan aksi demonstrasi 28 Oktober dapat berlangsung secara damai dan tertib. Seluruh pihak diimbau untuk tetap menjaga situasi agar tidak terjadi provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter