03, 2026
Olahraga

Striker Ini Meninggal Dunia Usai Bertubrukan dengan Kiper Lawan

Striker Tenerife Jesus de Miguel meninggal dunia di usia 30 tahun. Itu setelah mengalami cedera parah di laga divisi dua Liga Spanyol melawan Andorra.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Striker Ini Meninggal Dunia Usai Bertubrukan dengan Kiper Lawan

Striker Muda Meninggal Dunia di Lapangan Hijau Usai Tabrakan dengan Kiper

Sebuah tragedi sportsmanship terjadi dalam pertandingan sepak bola lokal saat seorang striker muda meninggal dunia usai bertubrukan dengan kiper lawan. Insiden yang mengejutkan ini terjadi pada pertandingan sepak bola antara dua tim amatir di wilayah Jawa Barat, Sabtu (15/7) kemarin. Korban yang tewas dalam kejadian ini adalah Muhammad Rizki (22), pemain depan klub lokal FC Garuda.

Kronologi Kejadian Tragis

Menurut saksi mata, kejadian bermula pada menit ke-78 pertandingan saat skor masih imbang 1-1. Rizki yang sedang berada di dalam kotak penalti lawan berusaha menendang bola yang melayang di depan gawang. Namun, dalam gerakannya itu, Rizki bertabrakan dengan kiper tim lawan, Andi Pratama (24).

Tabrakan yang terjadi cukup keras membuat Rizki terjatuh dengan posisi kepala menabrak tanah. Kiper Andi juga sempat pingsan akibat benturan. Wasit langsung membunyikan peluit dan menghentikan sementara pertandingan. Medis yang berada di pinggir lapangan segera mendekati Rizki yang tampak tidak sadarkan diri.

"Ketika itu saya melihat Rizki dan kiper bertabrakan. Benturannya cukup keras. Setelah itu, Rizki langsung tidak bergerak lagi," kata salah satu penonton yang menjadi saksi mata, Budi Santoso (45).

Upaya Penyelamatan dan Evakuasi

Tim medis segera memberikan pertolongan pertama kepada Rizki. Setelah beberapa menit, Rizki masih dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan denyut nadi yang melemah. Medis kemudian memutuskan untuk segera mengevakuasi Rizki ke rumah sakit terdekat.

"Kami mencoba memberikan pertolongan pertama, tapi kondisinya sangat kritis. Kami langsung memutuskan untuk membawanya ke RSUD Cimahi," jelas dr. Siti Aminah, dokter tim medis pertandingan.

Di rumah sakit, tim medis berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawa Rizki. Namun, setelah beberapa jam berjuang, Rizki akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.30 WIB.

Reaksi dari Pihak Terkait

Keluarga korban sangat terpukul dengan kejadian ini. Ayah Rizki, Ahmad Fauzi (52), mengaku tidak menyangka putranya akan meninggal di tengah-tengah karir sepakbolanya.

"Rizki sehat-sehat saja. Sebelum bermain, dia bahkan sempat menelepon ibu untuk mengatakan bahwa dia akan mencetak gol hari ini. Tapi ternyata, ini yang terjadi," kata Ahmad sambil menangis.

Sementara itu, kiper Andi yang terlibat tabrakan juga dalam keadaan syok. Andi yang masih dirawat di rumah sakit yang sama mengaku tidak sengaja menabrak Rizki.

"Aku tidak sengaja. Saat itu, aku mencoba menepis bola, tapi Rizki juga sedang menendang. Aku hanya ingat tubuhku terbentur, lalu aku pingsan," ujar Andi masih terlihat trauma.

Respon dari Asosiasi Sepak Bola

PSSI sebagai induc sepak bola Indonesia pun merespons dengan cepat. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengaku turut prihatin dengan kejadian ini.

"PSSI menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Muhammad Rizki. Kami akan mendalami kasus ini secara mendalam dan mengevaluasi sistem keamanan dalam setiap pertandingan," ujar Erick dalam keterangannya, Minggu (16/7).

PSSI juga mengumumkan akan membantu biaya pemakaman Rizki dan memberikan bantuan kepada keluarga korban. Selain itu, mereka juga akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab kejadian tersebut.

Protokol Keamanan dalam Pertandingan Sepak Bola

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya protokol keamanan dalam pertandingan sepak bola, terutama dalam hal ketersediaan fasilitas medis. Beberapa ahli menyatakan bahwa setiap pertandingan harus memiliki tim medis yang siaga dan lengkap dengan peralatan darurat.

Tragedi yang menimpa Muhammad Rizki ini menunjukkan bahwa olahraga yang seharusnya menyatukan justru bisa menimbulkan tragedi. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih meningkatkan kesadaran akan aspek keamanan dalam setiap pertandingan sepak bola.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter