25, 2026
Teknologi

Telkom Hadirkan SCALE untuk Perkuat Integrasi AI, Cloud, dan Keamanan Siber

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi memperkenalkan layanan terbarunya yang diberi nama SCALE, sebuah platform terintegrasi yang menggabungkan tiga pilar teknologi utama: kecerdasan artifisial (AI), komputasi awan (cloud), dan keamanan siber. Langkah ini menandai babak baru dalam strategi transformasi digital perseroan yang menyasar segmen perusahaan, instansi pemerintah, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Peluncuran SCALE dilakukan di Jakarta dan dihadiri sejumlah mitra teknologi global serta perwakilan klien korporasi. Manajemen Telkom menyatakan bahwa SCALE dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin kompleks, di mana adopsi AI tidak lagi bisa berjalan sendiri tanpa dukungan infrastruktur cloud yang andal dan lapisan keamanan yang kuat. Pendekatan terpadu ini dinilai menjadi pembeda utama dibandingkan layanan yang selama ini ditawarkan secara terpisah-pisah.

Tiga Pilar dalam Satu Platform

SCALE merupakan akronim dari empat komponen layanan yang menurut perseroan saling melengkapi. Pertama, Secure, yang menekankan aspek keamanan siber sebagai fondasi seluruh layanan. Kedua, Cloud, yang menyediakan infrastruktur komputasi awan berskala enterprise. Ketiga, AI, yang menghadirkan kemampuan analitik cerdas dan otomasi proses bisnis. Keempat, Leading Edge, yang menggambarkan komitmen perseroan menghadirkan teknologi mutakhir secara berkelanjutan.

Direktur Utama Telkom menyatakan bahwa integrasi ketiga domain tersebut bukan sekadar penggabungan produk, melainkan penyatuan arsitektur yang memungkinkan data mengalir secara aman dari titik pengumpulan hingga pengambilan keputusan. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu mengelola berbagai vendor secara terpisah yang sering kali menimbulkan celah keamanan dan inefisiensi operasional.

Latar Belakang Pasar

Adopsi AI di Indonesia tercatat tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai sektor seperti perbankan, manufaktur, ritel, kesehatan, dan layanan publik mulai memanfaatkan model pembelajaran mesin untuk meningkatkan efisiensi. Namun, pertumbuhan itu tidak selalu diikuti kesiapan infrastruktur dan tata kelola keamanan. Sejumlah laporan industri mencatat bahwa kebocoran data dan serangan siber masih menjadi risiko utama yang menghantui organisasi di kawasan Asia Tenggara.

Di sisi lain, kebutuhan kapasitas komputasi awan melonjak seiring meningkatnya volume data dan tuntutan latensi rendah. Banyak perusahaan masih bergantung pada penyedia layanan luar negeri, yang menimbulkan pertanyaan soal kedaulatan data dan kepatuhan terhadap regulasi domestik. Kondisi inilah yang coba dijawab Telkom melalui SCALE yang dibangun di atas infrastruktur dalam negeri.

Keamanan Siber sebagai Fondasi

Aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam platform ini. Telkom menyebut SCALE mengusung pendekatan zero trust yang memverifikasi setiap akses, baik dari dalam maupun luar jaringan. Selain itu, tersedia pemantauan ancaman secara berkelanjutan, enkripsi menyeluruh, serta kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.

Menurut perseroan, pendekatan keamanan yang menyatu sejak awal berbeda dengan model tradisional yang menambahkan lapisan proteksi setelah sistem berjalan. Dengan menempatkan keamanan sebagai pondasi, organisasi dapat mengadopsi AI dan cloud tanpa harus mengorbankan aspek kepatuhan dan privasi.

Dampak bagi Pelaku Usaha

SCALE menyasar berbagai skala pelanggan. Untuk korporasi besar, platform ini menawarkan kustomisasi model AI sesuai kebutuhan industri serta integrasi dengan sistem yang sudah berjalan. Sementara untuk UMKM, Telkom menyiapkan paket layanan yang lebih terjangkau dengan konfigurasi siap pakai, sehingga adopsi teknologi tidak lagi menjadi monopoli perusahaan bermodal besar.

Sejumlah analis menilai langkah ini sejalan dengan tren global di mana operator telekomunikasi bertransformasi menjadi penyedia layanan digital terintegrasi. Pendapatan dari layanan konektivitas dinilai semakin tertekan, sehingga diversifikasi ke layanan bernilai tambah menjadi keniscayaan. Namun, tantangannya tidak kecil, terutama menghadapi pemain global yang sudah mapan dan memiliki ekosistem luas.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Keberhasilan SCALE akan sangat bergantung pada kemampuan Telkom membangun ekosistem mitra, menyediakan talenta digital yang memadai, serta meyakinkan pasar akan keandalan layanan. Ketersediaan sumber daya manusia yang menguasai AI dan keamanan siber menjadi faktor krusial, mengingat persaingan talenta di bidang ini cukup ketat.

Selain itu, perseroan perlu memastikan interoperabilitas dengan berbagai platform yang digunakan pelanggan. Kesan terkunci pada satu vendor kerap menjadi kekhawatiran bagi perusahaan yang telah memiliki investasi teknologi mapan. Telkom menyatakan SCALE dibangun dengan prinsip terbuka dan mendukung integrasi lintas sistem.

Dari sisi regulasi, pemerintah mendorong percepatan transformasi digital nasional melalui berbagai inisiatif, termasuk pengembangan pusat data dan komputasi awan dalam negeri. Kehadiran SCALE dipandang dapat memperkuat ekosistem tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan pada layanan asing.

Dengan peluncuran ini, Telkom menegaskan posisinya bukan lagi sekadar perusahaan telekomunikasi, melainkan penyedia solusi digital menyeluruh. Pasar akan menilai sejauh mana janji integrasi AI, cloud, dan keamanan siber benar-benar terwujud dalam solusi yang andal, terjangkau, dan relevan bagi kebutuhan pelanggan di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter