02, 2026
Nasional

Transjakarta Ungkap Penyebab Bus Pecah Ban di Halte Proklamasi

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Transjakarta Ungkap Penyebab Bus Pecah Ban di Halte Proklamasi

Transjakarta mengungkap penyebab insiden pecah ban yang dialami salah satu bus koridor di Halte Proklamasi, Jakarta Pusat. Insiden yang terjadi pada Rabu (15/3) pagi ini mengejutkan penumpang dan mengakibatkan beberapa jam keterlambatan operasional di koridor tersebut.

Kepala Humas Transjakarta, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh tekanan udara dalam ban yang tidak ideal. Menurutnya, ban bus yang pecah tersebut memiliki tekanan udara yang lebih rendah dari standar yang ditetapkan.

Proses Investigasi dan Temuan

Tim investigasi internal Transjakarta telah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kejadian tersebut. Hasil investigasi menunjukkan bahwa ban yang pecah merupakan ban jenis radial dengan ukuran 295/80 R22.5 yang baru dipasang sekitar dua bulan sebelumnya.

Transjakarta juga mengakui bahwa sistem monitoring tekanan ban yang ada belum optimal. Saat ini, perusahaan masih mengandalkan pemeriksaan manual untuk mengetahui kondisi tekanan ban, meskipun sebagian besar armada telah dilengkapi dengan Tire Pressure Monitoring System (TPMS).

Dampak Operasional

Insiden pecah bus di Halte Proklamasi ini mengakibatkan gangguan signifikan pada operasional koridor 1 yang menghubungkan Blok M dengan Bundaran HI. Selama beberapa jam, bus di koridor ini dialihkan rutenya melalui jalan alternatif untuk menghindari lokasi kejadian.

Beberapa penumpang yang sempat naik bus tersebut mengaku sempat panik mendengar suara letupan keras yang berasal dari ban. "Tiba-tiba ada suara ledakan yang sangat keras, dan bus langsung berbelok ke samping. Saya pikak kita ditabrak sesuatu," ujar salah satu penumpang yang tidak mau disebutkan namanya.

Tindakan Pencegahan

Sebagai langkah pencegahan, Transjakarta mengumumkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh armada bus, terutama terkait kondisi ban. Evaluasi ini mencakup pemeriksaan tekanan ban, kondisi ban, dan sistem monitoring yang ada.

Selain itu, Transjakarta juga berencana untuk melakukan uji coba teknologi monitoring tekanan ban secara real-time. Teknologi ini diharapkan dapat mendeteksi perubahan tekanan ban secara akurat dan memberikan peringatan dini jika terjadi anomali.

Komitmen Keselamatan

Transjakarta juga membuka komunikasi dengan pihak berwenang terkait, termasuk Dinas Perhubungan DKI Jakarta, untuk membahas standar pemeliharaan kendaraan angkutan massal di ibu kota.

Untuk menindaklanjuti insiden ini, Transjakarta telah membentuk tim khusus yang akan melakukan investigasi mendalam dan menyusun rencana aksi konkret untuk meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan penumpang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter