02, 2026
Teknologi

Wanita di Bone Sulsel Curi dan Gadai Motor Ibunya demi Biayai Pacar

Seorang wanita di Bone, Sulawesi Selatan, ditangkap setelah mencuri motor ibunya untuk membiayai pacarnya. Pelaku menggadaikan motor tersebut.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wanita di Bone Sulsel Curi dan Gadai Motor Ibunya demi Biayai Pacar

Wanita di Bone Gadai Motor Ibunya demi Biayai Pacar

Sebuah kasus pencurian dan penggelapan terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, di mana seorang wanita nekat mencuri motor milik ibu kandungnya sendiri untuk digadaikan demi membiayai pacarnya. Peristiwa ini menimbulkan kekecewaan dan duka dalam keluarga, mengingat tindakan yang dilakukan oleh anak tersebut dianggap mengkhianati kepercayaan orang tua.

Kasus ini bermula ketika korban, seorang ibu berusia 50 tahun, menemukan motor merek Honda Beat miliknya yang sudah digunakan selama dua tahun tiba-tiba hilang dari garasi rumah. Awalnya, ibu tersebut mengira motornya hanya dibawa oleh anaknya yang lain tanpa sepengetahuan dirinya. Namun setelah menanyakan ke beberapa anaknya, ternyata tidak satupun yang mengaku mengendarai atau membawa motor tersebut.

Ketika ditelusuri lebih lanjut, korban mendapat informasi dari warga sekitar bahwa motornya terlihat dititipkan di sebuah bengkel motor di kawasan Watampone, ibu kota Kabupaten Bone. Motornya bahkan sudah dicat ulang dengan warna berbeda untuk menghilangkan identitas aslinya. Mendapati hal ini, korban langsung menuju bengkel tersebut dan memastikan bahwa motor yang ada memang miliknya.

Mengaku Karena Terpaksa Demi Cinta

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, pelaku akhirnya berhasil dibekuk. Pelaku ternyata adalah anak kandung korban sendiri, seperempat wanita berusia 22 tahun. Saat ditangkap, pelaku mengaku melakukan tindakan tersebut karena terpaksa demi membiayai pacarnya yang sedang membutuhkan uang.

Menurut keterangan pelaku, hubungannya dengan pacarnya sedang mengalami masalah keuangan. Pacarnya yang bekerja sebagai buruh harian terancam PHK karena perusahaan tempatnya bekerja sedang mengalami kesulitan finansial. Dalam kondisi ini, pelaku merasa terpaksia untuk mencari cara agar bisa membantu pacarnya.

"Saya tidak tega melihat pacar saya menderita. Dia mengaku kalau akan di-PHK dan butuh uang untuk kehidupan sehari-hari. Saya bingung mencari uang, akhirnya nekat mengambil motor ibu," ujar pelaku saat diperiksa oleh polisi.

Motor Digadaikan demi Uang Tunai

Setelah mencuri motor milik ibunya, pelaku langsung membawanya ke sebuah bengkel di Watampone. Di sana, pelaku meminta pemilik bengkel untuk mengganti motor tersebut dengan uang tunai. Pemilik bengkel yang tidak mengetahui bahwa motor tersebut hasil curian, pun setuju untuk membeli motornya dengan harga Rp 5 juta.

Pelaku mengaku menggunakan sebagian uang hasil penjualan motor tersebut untuk memenuhi kebutuhan pacarnya, sementara sisanya disimpannya untuk keperluan pribadi. "Dari uang itu, saya kasih ke pacar saya Rp 3 juta dan sisanya saya simpan," terang pelaku.

Reaksi Keluarga dan Tindakan Hukum

Mengetahui tindakan yang dilakukan oleh anaknya, ibu korban sangat kecewa dan sedih. Baginya, tindakan yang dilakukan anaknya adalah pengkhianatan besar karena merusak kepercayaan dalam keluarga. "Saya tidak menyangka anak sendiri bisa berbuat seperti ini. Motor itu adalah satu-satunya aset yang kami miliki," ujar ibu korban sambil menangis.

Sementara itu, pihak kepolisian telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dan menahan di Mapolres Bone. Pelaku dijerat dengan pasal tentang pencurian dengan kekerasan atau ancaman (Curat) dalam KUH Pidana. "Kami telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dan akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Kapolres Bone, AKBP Muhammad Yusuf.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa hubungan asmara tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan pidana. Terlebih lagi jika tindakan tersebut merugai orang terdekat, termasuk keluarga sendiri. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain demi kepentingan pribadi, apalagi jika itu melibatkan anggota keluarga.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter