30, 2026
Teknologi

Warga Ngamuk Hujat Proyek Idiot Bikin Langit Malam Tiba-Tiba Silau

Startup Reflect Orbital uji coba proyek memantulkan cahaya matahari ke Bumi di California. Namun, rencana ini menuai kemarahan warga dan ilmuwan.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Warga Ngamuk Hujat Proyek Idiot Bikin Langit Malam Tiba-Tiba Silau

Warga Ngamuk Hujat Proyek Idiot Bikin Langit Malam Tiba-Tiba Silau

Kecaman muncul tajam dari warga sekitar proyek pembangunan lampu penerangan jalan umum di kawasan permukiman padat. Ratusan penduduk menunjukkan kegeraman mereka atas proyek yang dinilai tidak mempertimbangkan kenyamanan dan kesehatan warga. Lampu super terang yang dipasang di beberapa titik jalan utama mengakibatkan cahaya yang berlebihan, membuat langit malam di sekitar proyek tampak seperti siang-siang hari.

Keluhan ini muncul setelah pemerintah daerah melalui dinas terkait memutuskan memasang ratusan lampu LED dengan intensitas tinggi di sepanjang jalan utama kawasan permukiman. Proyek yang dibiayai APBD ini seharusnya bertujuan untuk meningkatkan keamanan malam hari dan memudahkan aktivitas warga. Namun, dampaknya justru menciptakan masalah baru bagi warga sekitar.

Terlalu Terang, Pengaruhi Kesehatan

"Ini bukan penerangan, ini pembantaian cahaya," keluh Ahmad, salah satu warga yang tinggal di dekat proyek. Warga berusia 45 tahun ini mengeluhkan lampu yang dipasang di depan rumahnya membuat sulit tidur. "Sejak lampu ini dipasang, rumah saya terang seperti stadion sepak bola. Saya jadi sulit tidur, bahkan anak-anak saya sering terjaga di tengah malam karena cahaya yang terlalu terang ini."

Dokter spes mata dari RSUD setempat, dr. Siti Nurhaliza, mengkonfirmasi bahwa cahaya berlebihan memang dapat menyebabkan gangguan tidur dan masalah kesehatan mata. "Cahaya buatan yang terlalu terang, terutama pada malam hari, dapat mengganggu produksi melatonin dalam tubuh yang penting untuk siklus tidur. Selain itu, paparan cahaya terang secara berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mata dan bahkan gangguan penglihatan jangka panjang," jelas dr. Siti.

Proyek Tanpa Pertimbangan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, Budi Santoso, mengakui adanya keluhan dari warga namun membenarkan proyek tersebut telah melalui prosedur. "Kami sudah melakukan survei dan merancang pemasangan lampu ini sesuai standar. Namun tampaknya ada perbedaan persepsi antara kebutuhan penerangan umum dengan kenyamanan warga di tingkat individu," ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa lampu yang dipasang menggunakan teknologi LED dengan efisiensi tinggi dan dirancang untuk menghemat energi. "Kita memilih LED karena hemat energi dan umur pakai lebih lama. Intensitas cahayanya memang lebih terang dibanding lampu konvensional, tapi seharusnya tidak masalah karena sudah ada perhitungan teknis yang matang," tambahnya.

Reaksi Warga dan Langkah Jaringan Warga

Tidak hanya masalah kesehatan, warga juga mengeluhkan penurunan kualitas lingkungan akibat cahaya berlebihan. "Langit malam sekarang tidak pernah gelap lagi. Bintang-bintang tidak terlihat lagi. Ini merusak ekosistem lokal dan hilangnya keindahan alam yang seharusnya kita nikmati," kata Ratna, aktivis lingkungan setempat.

Muncul gerakan "Jaringan Wasa Cahaya Berlebih" yang menghimpun puluhan warga untuk menuntut perbaikan. Mereka menyampaikan surat resmi ke DPRD setempat meminta peninjauan ulang proyek tersebut. "Kami tidak menolak penerangan umum, tapi yang kami minta adalah penerangan yang bijak, tidak mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga," jelas Ketua Jaringan, Hasan.

Menunggu Solusi dari Pemerintah

Pemerintah daerah mengaku sedang mempertimbangkan solusi atas masalah ini. "Kami akan melakukan evaluasi ulang terhadap pemasangan lampu ini. Mungkin perlu ada penyesuaian dalam hal intensitas cahaya atau penambahan penutup tertentu untuk mengurangi pantulan cahaya yang berlebihan," kata Sekda Daerah setempat, Hendro Prasetyo.

Sementara itu, warga terus memantau perkembangan dan bersiap melakukan aksi jika tidak ada respons yang memuaskan. "Kita tidak mau jadi korban proyek yang tidak direncanakan dengan baik. Pemerintah harus bertanggung jawab atas kenyamanan rakyat, bukan hanya memenuhi target anggaran," tegas Ahmad dengan nada tegang.

Proyek penerangan jalan yang awalnya bertujuan memberi manfaat justru menciptakan polemik baru. Bagaimana pemerintah menyelesaikan masalah ini tanpa mengorbankan kepentingan warga dan tetap menjalankan fungsinya sebagai penyedia pelayanan publik yang optimal, menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter