27, 2026
Nasional

200 Personel Brimob Turun Tangani Kebakaran Hutan Kalimantan

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

200 Personel Brimob Turun Tangani Kebakaran Hutan Kalimantan

Puluhan hektar lahan di Kalimantan terancam musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meluas. Untuk mengantisipasi penyebaran api lebih jauh, pihak kepolisian mengirimkan 200 personel Brimob (Brigade Mobil) ke lokasi kejadian. Aparat gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam upaya pemadaman yang terus berlangsung hingga hari ini.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengatakan bahwa penurunan personel Brimob merupakan respons cepat terhadap laporan adanya titik api di beberapa wilayah. "Kita telah mengaktifkan tim rapid response untuk segera menangani ancaman Karhutla. Dengan dukungan 200 personel Brimob, kami yakin dapat mengendalikan situasi dengan lebih efektif," ujar Sigit dalam konferensi pers di Samarinda, Kamis (15/9).

Lokasi dan Dampak Kebakaran

Kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah kabupaten di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah telah mengakibatkan dampak serius bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla, sebanyak 15 titik api telah teridentifikasi di wilayah Kutai Kartanegara, Paser, dan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Asap tebal dari kebakaran hutan menyebabkan penurunan kualitas udara yang drastis di beberapa kota seperti Samarinda, Balikpapan, dan Palangka Raya. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah-wilayah tersebut mencapai angka berbahaya, mencapai 500 pada skala AQI (Air Quality Index) yang normalnya hanya di bawah 50.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada 1.200 warga dari tiga desa di Kabupaten Kutai Kartanegara dievakuasi ke posko pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah. "Kondisi wangan yang dievakuasi sebagian besar mengalami gangguan pernafasan akibat asap tebal. Kami sudah menyediakan masker dan obat-obatan di posko pengungsian," jelas Yani.

Upaya Pemadaman dan Penanganan

Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta relawan dan masyarakat setempat terus melakukan upaya pemadaman api dengan berbagai metode. Selain menggunakan air, tim pemadam juga memanfaatkan alat berat untuk membuat garap pemisah (firebreak) guna mencegah penyebaran api ke area yang lebih luas.

"Kondisi medan yang sulit dan akses yang terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran kali ini. Beberapa titik api berada di lahan rawa dan bekas pertambangan yang sulit diakses," kata Komandan Satgas Karhutla, AKBP Budi Santoso.

Untuk mempercepat proses pemadaman, pihak kepolisian juga mendatangkan dua unit mobil pemadam kebakaran tipe water cannon dari Mabes Polri. Kendaraan tersebut mampu menyemprotkan air dengan jarak jauh, efektif untuk menekan api di area terbuka.

Dampak Lingkungan dan Jangka Panjang

Kebakaran hutan di Kalimantan tidak hanya berdampak langsung terhadap kualitas udara, tetapi juga berpengaruh terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat secara jangka panjang. Asap dari kebakaran hutan mengandung partikel-partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernafasan hingga paru-paru.

Dokter spesialis paru-paru dari RSUD Samarinda, dr. Ratna Sari Dewi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima peningkatan pasien dengan keluhan gangguan pernafasan akibat asap. "Kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) meningkat hingga 40% selama seminggu terakhir. Kami menganjurkan warga untuk tetap di rumah dan menggunakan masker saat keluar ruangan," kata Ratna.

Sementara itu, Kepala Bidang Konservasi Wilayah II Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Kalimantan, Bambang Haryanto, menambahkan bahwa kebakaran hutan tahun ini mengancam habitat satwa liar seperti orangutan, gajah, dan berbagai spesies endemik lainnya. "Kita sedang melakukan monitoring untuk mengevakuasi satwa yang terancam oleh api dan asap," ujar Bambang.

Langkah Pencegahan di Masa Depan

Pemerintah daerah bersama instansi terkatif berencana melakukan berbagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi kebakaran hutan di musim kemarau yang akan datang. Salah satunya adalah dengan memperkuat pengawasan terhadap lahan-lahan yang rawan terbakar.

"Kami akan memperketat sanksi bagi pelaku pembukaan lahan dengan cara bakar. Selain itu, kita juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran," kata Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

Dengan diterjunnya 200 personel Brimob dan berbagai upaya gabungan, pihak berharap kebakaran hutan dapat segera dikuasai dan tidak menimbulkan korban jiwa serta kerusakan lingkungan yang lebih parah. Evakuasi wangan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak asap tebal.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter