02, 2026
Nasional

43 Desa Terendam Banjir di Aceh Barat, Sejumlah Akses Jalan Ikut Terdampak

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/11/01/6ae767bc5f333-ilustrasi-banjir-di-aceh-barat_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

43 Desa Terendam Banjir di Aceh Barat, Sejumlah Akses Jalan Ikut Terdampak

Sebanyak 43 desa di Kabupaten Aceh Barat terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir. Banjir yang terjadi sejak Sabtu (1/11/2026) ini menyebabkan puluhan rumah warga terendam air, akses jalan terputus, serta sejumlah fasilitas umum terganggu. Pemerintah setempat telah mengaktifkan posko darurat dan melakukan evakuasi bagi warga yang berada di wilayah terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Muhammad Faisal, mengatakan bahwa banjir ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Hujan deras tersebut menyebabkan beberapa sungai di wilayah tersebut meluap dan menggenangi pemukiman warga.

Kondisi Terdampak

"Saat ini kami sudah mendata sebanyak 43 desa yang terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, ada yang mencapai 50 hingga 150 sentimeter. Puluhan rumah warga terendam air dan warga mulai dievakuasi ke lokasi pengungsian yang aman," ujar Faisal saat dikonfirmasi, Minggu (2/11/2026).

Wilayah yang paling parah terdampak banjir adalah Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, dan Samatiga. Di Kecamatan Johan Pahlawan saja, sudah 15 desa dilaporkan terendam air dengan ketinggian bervariasi. Beberapa akses jalan menuju kecamatan tersebut terputus akibat banjir dan longsor.

Salah satu warga di Desa Ujong Blang, Kecamatan Johan Pahlawan, Zainal Abidin, mengungkapkan kondisi rumahnya sudah terendam air sejak Sabtu malam. Air masuk hingga ketinggian 80 sentimeter sehingga ia bersama keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih tinggi.

"Kita tidak bisa berada di rumah karena airnya sudah sampai ke lantai. Saya bersama istri dan anak-anak pindah ke rumah saudara yang lebih tinggi. Belum ada bantuan yang datang, semoga segera datang," ujarnya.

Tanggap Darurat Dikerahkan

BPBD Aceh Barat telah mengaktifkan posko darurat di beberapa titik dan mengirim tim rescue untuk membantu evakuasi warga. Selain itu, tim juga sedang memantau kondisi di lapangan untuk mengetahui kebutuhan bantuan yang diperlukan.

"Kami sudah mengirim sejumlah tim rescue dan membuka posko di tiga kecamatan yang terdampak parah. Selain itu, kami juga sedang menyiapkan bantuan berupa sembako, tenda, dan obat-obatan untuk warga terdampak," jelas Faisal.

Untuk membantu akses distribusi bantuan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan TNI/Polri dan relawan untuk menyediakan perahu motor karena beberapa akses jalan terputus akibat banjir.

Dampak terhadap Infrastruktur

Banjir tidak hanya menyebabkan pemukiman warga terendam, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur. Beberapa jalan provinsi dan kabupaten di wilayah terdampak lumpuh akibat tergenangi air dan longsor. Jalan lintas barat Aceh yang menghubungkan Kabupaten Aceh Barat dengan Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Selatan terputus di beberapa titik.

"Kami sedang bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang untuk memperbaiki akses jalan yang terputus. Beberapa titik sudah bisa dilewati dengan perahu motor, namun masih ada beberapa ruas jalan yang masih tertutup air," ujar Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Aceh Barat, Irwan.

Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas juga terdampak banjir. Beberapa sekolah di Kecamatan Johan Pahlawan dan Meureubo menghentikan kegiatan belajar mengajar sementara karena tergenangi air.

Pencegahan dan Peringatan Dini

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor yang masih bisa terjadi. Pihaknya juga meminta warga yang tinggal di daerah rawas banjir untuk siap-siap mengungsi jika kondisi semakin memburuk.

"Kami meminta masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Jika ada peringatan evakuasi, mohon untuk patuh agar keselamatan terjamin," tambah Faisal.

Untuk mengantisipasi bencana serupa, pemerintah daerah berencana melakukan normalisasi sungai dan penataan daerah resapan air di beberapa titik yang rawan banjir. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Saat ini, tim BPBD sedang melakukan pendataan kerugian secara menyeluruh untuk mengetahui jumlah pasti korban dan kerugian material akibat banjir. Data tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam penyaluran bantuan dan rekonstruksi pasca bencana.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter