01, 2026
Nasional

Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/11/01/6ae73bbb2b2c2-kendaraan-jenis-truk-molen-tergeletak-di-badan-jalan-usai-menabrak-halte-bus-di-bekasi_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Truk Molen Menabrak Halte di Bekasi, Enam Orang Tewas dalam Tragedi Mengerikan

Tragedi mengerikan terjadi di Jalan Raya Bekasi-Cikampek, tepatnya di dekat Gerbang Tol Bekasi Barat, Rabu (1/11) pagi. sebuah truk molen yang dikemudikan oleh Supriyanto (42) menabrak halte bus yang sedang dipadati penumpang. Akibatnya, enam orang tewas di tempat dan puluhan lainnya mengalami luka-luka berat. Insiden ini menghebohkan warga sekitar dan menimbulkan kehebohan di media sosial.

Kronologi Kejadian yang Menggemparkan

Menurut keterangan Kepala Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Andi Hamzah, kejadian bermula sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, puluhan pekerja dan warga sedang menunggu bus di halte yang terletak di dekat Gerbang Tol Bekasi Barat. Truk molen dengan nomor polisi B 9683 UU dikemudikan oleh Supriyanto yang berasal dari Cibitung, Bekasi.

Truk yang berisi material bangunan ini diketahui melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak halte bus secara frontal. Kekuatan tabrakan begitu dahsyat hingga mengakibatkan halte bus ambruk dan truk terguling di badan jalan. Enam korban tewas seketika di lokasi kejadian, sedangkan puluhan korban lainnya langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit sekitar.

"Korban tewas terdiri dari empat pria dan dua wanita. Sementara itu, ada 24 korban luka-luka yang masih dirawat di RS Hermina Bekasi, RS Islam Bekasi, RSUD Dr. Moewardi, dan RS PGI Cikini," jelas AKBP Andi Hamzah dalam konferensi pers singkatnya.

Korban yang Menderita

Dari 24 korban luka yang dilarikan ke rumah sakit, kondisi sebagian di antaranya masih kritis. Beberapa korban mengalami patah tulang dan luka bakar parah akibat tabrakan hebat tersebut. Salah satu korban yang selamat, Ahmad (35), mengaku hampir tidak bisa selamat dari insiden tersebut.

"Saya sedang menunggu bus di halte tiba-tiba ada truk yang melaju sangat kencang dan langsung menabrak halte. Saya tidak sempat bergerak dan terhempas sejauh lima meter. Saya merasa punggung saya sakit sekali," ujar Ahmad yang masih dirawat di RS Hermina Bekasi.

Sementara itu, salah satu keluarga korban yang tewas, Siti (40), tidak menahan tangis saat mengetahui suaminya, Budi (45), tewas dalam insiden tersebut. Menurutnya, Budi sedang menunggu bus untuk pergi ke tempat kerjanya.

Respons Pemerintah dan Penyelidikan

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, segera merespons kejadian tersebut. Melalui akun Twitter pribadinya, Ridwan Kamil menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Bekasi.

"Mendoakan korban yang meninggal agar diterima di sisi Allah SWT. Semoga para korban luka cepat sembuh. Pemprov Jabar akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka. Kepolisian sedang menyelidiki penyebab kecelakaan ini," tulis Ridwan Kamil.

Kepala Bidang Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Diduga, kecelakaan terjadi karena sopir truk mengalami kelelahan atau mengantuk saat mengemudi.

Dampak dan Larangan Mengemudi Mengantuk

Insiden ini kembali menyoroti bahaya mengemudi dalam keadaan mengantuk atau lelah. Menurut data Polda Metro Jaya, sepanjang tahun 2023, ada sekitar 127 kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh sopir mengantuk, dengan 43 di antaranya berakibat fatal.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Eka Firmansyah, mengimbau kepada para pengemudi untuk selalu waspada saat mengemudi, terutama saat jam-jam rawat kecelakaan seperti pagi hari.

Tragedi di Bekasi ini menjadi pengingat bagi seluruh pengemudi untuk lebih waspada dan mematuhi aturan lalu lintas. Di sisi lain, pihak berwenang diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang melanggar aturan, terutama truk yang sering kali melampaui batas kecepatan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter