Arsenal Tersingkir dari Piala FA Usai Kekalahan dari Oldham Athletic
Tim Arsenal secara mengejutkan tersingkir dari ajang Piala FA usai dikalahkan Oldham Athletic dengan skor 3-2 dalam pertandingan babak keempat yang berlangsung di Boundary Park, Sabtu (4/2) waktu setempat. Kekalahan ini menjadi kejutan besar bagi tim asuhan Mikel Arteta yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu kandidat juara dalam turnamen tertua di dunia ini.
Oldham Athletic, tim yang bermain di divisi keempasa Inggris, berhasil membalikkan keadaan unggul Arsenal yang sempat memimpin dua gol di babak pertama. Kemenangan ini memastikan mereka lolos ke babak kelima Piala FA sementara Arsenal harus tersingkir lebih dini dari ekspektasi.
Performa Mengecewakan para Pemain Arsenal
Dalam laga ini, Arsenal yang seharusnya menjadi tim favorit tampil sangat buruk. Performa para pemain utama seperti Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Emile Smith Rowe tidak sesuai ekspektasi. Mereka kesulitan menemukan celah dalam pertahanan Oldham yang padat dan disiplin.
Di babak pertama, Arsenal berhasil unggul lebih dulu melalui gol dari Eddie Nketiah menit ke-32 dan gol bunuh diri dari pemain Oldham, Connor Dimaio menit ke-38. Namun, di babak kedua, skenario berbalik drastis. Oldham Athletic berhasil mencetak tiga gol melalui Danny Rowe menit ke-58, Theo Archibald menit ke-70, dan gol penentu kemenangan dari Callum Slattery menit ke-85.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak menutupi kekecewaannya setelah pertandingan. Ia mengakui bahwa timnya tidak bermain dengan performa yang diharapkan.
Kritikan Arteta kepada Wasit dan Anak Asuhnya
Setelah pertandingan, Arteta tidak ragu untuk menyampaikan kritiknya. Ia menegur asisten wasit Max Dowman yang dinilainya telah membuat beberapa keputusan kontroversial selama pertandingan berlangsung.
"Saya tidak mengerti beberapa keputusan yang diambil oleh wasit, terutama asisten wasit di sisi kanan lapangan. Ada beberapa insiden yang jelas terlihat tapi tidak diberikan penalti bagi kami," kata Arteta dalam konferensi pers usai pertandingan.
Selain menyalahkan wasit, Arteta juga tidak segan menyampaikan kritikan langsung kepada para pemainnya. Ia menegur kurangnya fokus dan konsistensi yang ditunjukkan timnya sepanjang pertandingan.
"Kami bermain dengan sangat baik di babak pertama, tapi di babak kedua kami kehilangan fokus sepenuhnya. Kami tidak menunjukkan karakter tim yang ingin memenangkan kompetisi ini. Performa kami di babak kedua sangat tidak bisa diterima," tambahnya.
Reaksi dari Oldham Athletic
Sementara itu, manajer Oldham Athletic, Matthew Edwards, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas kemenangan timnya. Ia menganggap kemenangan ini sebagai hasil dari kerja keras dan disiplin yang ditunjukkan selama 90 menit.
"Ini adalah momen yang luar biasa bagi klub kami. Kami datang ke sini dengan rencana jelas dan para pemain menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Kami tahu Arsenal adalah tim besar, tapi kami juga tahu bahwa di Piala FA ada tempat untuk kejutan," ujar Edwards.
Edwards juga memuji performa para pemainnya yang berhasil mempertahankan keunggulan hingga pertandingan usai. Ia khususnya mengapresiasi permainan Danny Rowe yang menjadi pahlawan tim dengan mencetak satu gol dan memberikan assist.
Dampak pada Rekor Arsenal di Piala FA
Kekalahan ini menjadi rekor buruk bagi Arsenal dalam Piala FA. Sebelumnya, terakhir kali mereka tersingkir di babak keempat adalah pada musim 2015-2016 saat dikalahkan oleh Watford. Sejak itu, Arsenal selalu berhasil melangkah minimal hingga babak kelima.
Bagi Arteta, kekalahan ini menjadi bukti bahwa timnya masih memiliki banyak hal yang diperbaiki. Meskipun performa di Liga Inggris relatif stabil, Arsenal masih kesulang menunjukkan konsistensi dalam kompetisi kasta dua seperti Piala FA.
Keperganan Arsenal dari Piala FA ini tentu akan menjadi pukulan bagi moral tim. Mereka kini harus lebih fokus pada perjuangan di Liga Inggris dan Liga Europa jika ingin masih memiliki kesempatan meraih gelar musim ini.
Sementara itu, Oldham Athletic akan melaju ke babak kelima Piala FA dan akan menghadapi tim pemenang dari pertandingan antara Grimsby Town versus Millwall. Bagi mereka, ini adalah peluang emas untuk membuat sejarah lebih jauh dalam turnamen ini.
Komentar (0)