03, 2026
Politik

Bahlil Kejar PNBP Minerba 2026 Tembus Rp165 Triliun, Tapi Ingatkan Jangan Seperti Orang Kelaparan!

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/11/03/6ae8d56adce5b-menteri-esdm-bahlil-lahadalia-dalam-pembukaan-minerba-convex-2026_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bahlil Targetkan PNBP Minerba 2026 Tembus Rp165 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor mineral dan batubara (minerba) pada tahun 2026 akan mencapai Rp165 triliun. Target ini ditetapkan dalam agenda Minerba CONVEX 2026 yang digunakan sebagai forum untuk menyelaraskan visi antara pemerintah dan pelaku industri dalam mengembangkan sektor minerba secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bahlil menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan industri untuk mencapai target yang ambisius tersebut. "Kita berharap dengan adanya sinergi ini, sektor minerba dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian Indonesia," ujar Bahlil.

Target PNBP yang Semakin Meningkat

Target PNBP minerba sebesar Rp165 triliun pada 2026 merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, PNBP sektor minerba berhasil mencapai Rp100 triliun, sementara pada 2024 diperkirakan akan mencapai Rp120 triliun.

Bahlil menjelaskan bahwa peningkatan target ini didasarkan pada beberapa faktor, meningkatnya permintaan komoditas mineral dan batubara di pasar global, serta kebijakan pemerintah yang semakin mendukung pengembangan sektor ini. Selain itu, adanya peningkatan nilai tambah melalui pengolahan dan penguatan industri hilir juga menjadi kontributor utama.

"Kita tidak hanya mengekspor bahan mentah, tapi juga mendorong pengolahan dalam negeri untuk meningkatkan nilai ekonomi dan menciptakan lapangan kerja," tambah Bahlil.

Peringatan Terkait Eksploitasi Berlebihan

Meski menargetkan peningkatan PNBP yang signifikan, Bahlil memberikan peringatan keras agar industri tidak terjebak dalam pola orang kelaparan dalam mengelola sumber daya alam. "Jangan kita seperti orang kelaparan yang tidak bisa mengendalikan diri saat melihat makanan," ujarnya secara metaforis.

Bahlil menekankan perlunya keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya mineral dan batubara. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi agar aktivitas penambangan tidak merusak lingkungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa.

"Kita harus bijaksana dalam mengelola sumber daya alam ini. Jangan sampai kita mengorbankan lingkungan demi keuntungan singkat," tegas Bahlil.

Kebijakan Pendukung Pengembangan Minerba

Untuk mencapai target PNBP Rp165 triliun pada 2026, pemerintah akan segera mengeluarkan sejumlah kebijakan pendukung. Salah satunya adalah penyederhanaan perizinan dan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan dan listrik di daerah penambangan.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong peningkatan investasi di sektor pengolahan dan pemurnian mineral. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas ekspor Indonesia yang selama ini masih dominan berupa bahan mentah.

"Kami sedang menyusur peraturan untuk memudahkan investasi di sektor pengolahan. Kami berharap dengan kebijakan ini, para investor akan tertarik untuk membangun pabrik pengolahan di Indonesia," jelas Bahlil.

Tantangan yang Hadir

Target PNBP Rp165 triliun pada 2026 tentu tidak tanpa tantangan. Pasar global yang fluktuatif, ketersediaan sumber daya yang terbatas, serta isu lingkungan menjadi beberapa tantangan utama yang perlu dihadapi.

Bahlil mengakui tantangan-tantangan ini, namun menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki strategi untuk mengatasinya. "Kita sudah memetakan risiko-risiko yang mungkin terjadi dan telah menyusun rencana mitigasinya. Kami yakin dengan dukungan semua pihak, target ini bisa tercapai," pungkasnya.

Dengan target yang ambisius ini, sektor minerba diharapkan dapat terus menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah negara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter