Banjir Aceh Barat Meluas, 12 Desa di Tiga Kecamatan Terendam
KEUTAMAAN - Banjir bandang yang melanda Aceh Barat sejak dua hari terakhir terus meluas, menyebabkan 12 desa di tiga kecamatan terendam air. Bencana ini mengakibatkan ribuan warga mengungsi ke titik evakuasi sementara, dengan sejumlah fasilitas umum dan fasilitas kritis terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Fahrizal, mengatakan bahwa kondisi saat ini masih dalam keadaan darurat. "Hujan deras yang berkepanjangan sejak Rabu malam memicu banjir bandang di beberapa sungai di wilayah ini. Air dari hulu mengalir deras dan meluap, menggenangi pemukiman warga," ujarnya dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Kamis (15/9) pagi.
Fahrizal menjelaskan bahwa tiga kecamatan yang terdampak parah adalah Kecamatan Jeumpa, Kecamatan Samalanga, dan Kecamatan Kluet Timur. "Total ada 12 desa yang terendam, dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter di beberapa titik. Warga yang terdampak sebagian besar sudah dievakuasi ke titik-titik aman seperti balai desa, masjid, dan sekolah," tambahnya.
Dampak terhadap Warga Masyarakat
Menurut data BPBD, sebanyak 1.250 jiwa dari 320 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Selain itu, sejumlah fasilitas umum terdampak, termasuk dua sekolah dasar, satu puskesmas, dan dua jalan lintas provinsi yang terputus akibat banjir.
"Kondisi terparas adalah di Kecamatan Samalanga, di mana akses ke pusat kota terputus total. Tim SAR dan BPBD masih berusaha untuk membuka akses tersebut," jelas Fahrizal.
Sementara itu, seorang warga dari Desa Alue Raya, Kecamatan Jeumpa, Muhammad Yusuf (45), menceritakan kondisi rumahnya sudah tergenang air setinggi satu meter. "Saya sempat terjebak di rumah hingga tim BPBD datang membantu. Sekarang kami tinggal di balai desa bersama puluhan keluarga lainnya. Kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman masih tercukupi, tapi kami khawatir jika bencana berkepanjangan," ujarnya dengan suara serak.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah Aceh Barat telah mengaktifkan posko darurat bencana di kantor BPBD dan setiap kecamatan. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang telah meninjau lokasi bencana, memerintahkan seluruh instansi terkait untuk segera melakukan penanganan darurat.
"Kami telah mengerahkan personel TNI/Polri, BPBD, relawan, dan tim medis untuk membantu evakuasi dan penanganan korban. Selain itu, kami juga telah mengirimkan bantuan berupa sembako, tenda, dan alat kesehatan ke titik evakuasi," jelas Nova dalam konferensi pers singkat setelah meninjau lokasi.
Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit menular pasca bencana, Dinas Kesehatan Aceh Barat telah menyiapkan tim kesehatan yang akan menyelenggarakan posko kesehatan di setiap titik evakuasi. "Kami khawatir akan terjadi wabah penyakit seperti diare, demam berdarah, atau infeksi kulit akibat kontak dengan air banjir yang kotor," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, dr. Surya Antara.
Upaya Penanganan dan Prognosa
Tim BPBD bersama TNI/Polri terus berupaya untuk membuka akses jalan yang terputus dan mengevakuasi warga yang masih terisolasi. "Kami menggunakan perahu karet untuk menjangkau wilayah yang terdampak. Selain itu, kami juga memasang tali pengaman untuk membantu evakuasi warga," jelas Komandan Tim SAR BPBD Aceh Barat, Ahmad Fauzi.
Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Barat memprediksi hujan akan terus mengguyur wilayah tersebut hingga akhir pekan. "Kami meminta warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas bencana. Jangan kembali ke rumah sebelum dinyatakan aman oleh tim BPBD," imbau Fahrizal.
Pemerintah Daerah Aceh Barat juga telah membentuk tim khusus untuk menangani dampak jangka panjang dari bencana ini, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak. "Kami akan mengevaluasi seluruh infrastruktur terutama jalan dan jembatan yang terdampak. Selain itu, kami juga akan memperkuat sistem peringatan dini bencana untuk mengantisipasi hal serupa di masa depan," pungkas Nova Iriansyah.
Komentar (0)