Banjir Bak Sungai di Jalan Mayor Oking Cibinong, Sejumlah Motor Mogok
Genangan air yang menyerupai sungai menggenangi Jalan Mayor Oking, Cibinong, Bogor, Senin (19/6/2023) pagi. Banjir yang disebut-sebut sebagai banjir terparadi dalam lima tahun terakhir ini menyebabkan sejumlah kendaraan terendam, termasuk sejumlah motor yang mogok tengah jalan. Warga setempat terpaksa menyeberang dengan berjalan kaki atau menggunakan perahu kecil untuk mencapai tujuan mereka.
Kondisi ini terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Cibinong dan sekitarnya selama lebih dari tiga jam sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Curahan hujan yang tidak biasa ini membuat beberapa sungai di wilayah tersebut meluap dan membanjiri jalan-jalan protokol, termasuk Jalan Mayor Oking yang menjadi akses utama bagi warga untuk beraktivitas.
Genangan Air Setinggi 80 Sentimeter
Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan air di Jalan Mayor Oking mencapai ketinggian sekitar 80 sentimeter. Air yang berwarna coklat kehitaman ini menutupi seluruh badan jalan, membuat kendaraan tidak bisa melintas. Beberapa pengendara yang nekat melancar terjebak di tengah jalan dan terpakting berhenti karena meski kendaraannya terendam.
"Saya tidak menyangka banjirnya sebesar ini. Biasanya genangan airnya hanya setinggi 30-40 sentimeter saja. Kali ini berbeda, airnya sampai ke pinggir motor saya," ujar Ahmad, salah satu pengendara motor yang terjebak di lokasi.
Puluhan Motor Mogok
Dampak banjir ini dirasakan oleh puluhan pengendara motor yang sedang melintas. Sejumlah motor mogok di tengah jalan akibat masuknya air ke dalam mesin. Beberapa pengendara terlihat panik dan berusaha menarik motornya ke tempat yang lebih tinggi.
"Tiba-tiba airnya naik dengan cepat. Saya sempat berusaha melaju, tapi airnya sudah terlalu dalam, akhirnya mesinnya mati sendiri," keluh Budi, seorang pengendara ojek online yang motornya mogok.
Tim bengkel keliling terlihat berkeliling membantu para pengendara yang mengalami mogok. Mereka membawa alat untuk membantu mengeringkan mesin motor dan melakukan pengecekan singkat sebelum motor dinyalakan kembali.
Trafik Lumpuh, Warga Terpaksa Berjalan Kaki
Kondisi banjir ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Mayor Oking lumpuh total. Kendaraan roda empat terpaksa memutar arah melalui jalan-jalan kecil di sekitarnya, yang pada akhirnya juga mengakibatkan kemacetan di beberapa ruas jalan alternatif.
"Jalan ini adalah jalur utama menuju kantor dan sekolah anak saya. Sekarang terpaksa saya berjalan kaki atau naik angkutan umum yang melintasi jalan alternatif. Padahal saya harus ke kantor tepat waktu," keluh Siti, warga setempat.
Beberapa sekolah dan kantor di sekitar lokasi banjir juga mengalami keterlambatan pembukaan. Beberapa siswa dan karyawan terlihat menunggu di pinggir jalan sambil menunggu air surut.
Pemerintah Daerah Tanggap
Dalam situasi darurat, pemerintah daerah setempat segera turun tangan. Tim BPBD Bogor bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Cibinong terlihat di lokasi untuk membantu pengendara dan mengatur lalu lintas.
"Kami sudah mengerahkan tim untuk membantu warga yang terdampak banjir. Selain itu, kami juga sedang memantau ketinggian air di beberapa sungai di sekitar sini untuk antisipasi banjir lebih parah," kata Kepala BPBD Bogor, H. Rudi, saat dikonfirmasi.
Tim BPBD juga telah menyiapkan posko darurat di beberapa titik yang terdampak banjir untuk memberikan bantuan berupa makanan, minum, dan selimut bagi warga yang terdampak.
Dampak Lingkungan dan Penyebab Banjir
Banjir yang terjadi di Jalan Mayor Oking ini diduga akibat dari dua faktor utama, yakni curah hujan ekstrem dan sistem drainase yang tidak memadai. Selain itu, semakin maraknya pembangunan di sekitar wilayah tersebut yang mengurangi area resapan air juga menjadi pemicu banjir.
"Wilayah ini sebenarnya rawan banjir karena letaknya yang rendah. Namun, semakin banyaknya perumahan baru yang dibangtan di sekitar sumber air membuat sistem drainase tidak bisa menampung lagi saat hujan turun dengan intensitas tinggi," jelas Dr. Hendra, sepakat hidrologis dari Universitas Indonesia.
Pemerintah daerah berencana akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem drainase di wilayah ini dan melakukan penataan kembali agar tidak terjadi banjir serupa di masa depan.
Komentar (0)