Karhutla di Gunung Arjun-Welirang Padam, Polisi Selidik Penyebab Kebakaran
Gunung Arjun-Welirang, yang terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Barat, akhirnya berhasil ditaklukkan oleh tim pemadam kebakaran. Api yang membakar hutan selama beberapa hari akhirnya berhasil dipadamkan pada Rabu (15/11) dini hari. Upaya pemadaman yang melibatkan ratusan personel termasuk TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran daerah setempat berakhir sukses setelah cuaca yang lebih mendukung memudahkan operasi.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo, AKBP Eko Purnomo, mengatakan bahwa tim gabungan telah berhasil mengendalikan seluruh titik api di kawasan Gunung Arjun-Welirang. "Kondisi saat ini sudah aman. Api sudah padam di seluruh titik kebakaran. Tim gabungan masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kebakaran kembali," ujarnya.
Evakuasi Warga Berhasil Dilakukan
Sejak kebakaran terjadi pada Minggu (12/11) lalu, pihak berwenang segera melakukan evakuasi warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak. Sebanyak 45 kepala keluarga dari tiga dusun di Desa Sumberjaya, Kecamatan Gending, Probolinggo, dievakuasi ke dua posko pengungsian yang telah disiapkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Muhammad Fauzi, menjelaskan bahwa warga yang dievakuasi sebagian besar adalah mereka yang tinggal di area paling dekat dengan titik api. "Kami menyiapkan dua posko di Desa Sumberjaya dan Desa Sumberbendo. Mereka mendapatkan bantuan sembako, tenda, dan fasilitas kesehatan," kata Fauzi.
Beberapa warga yang dievakuasi mulai bisa kembali ke rumahnya setelah kondisi aman. Namun, pihak berwenang masih mengimbau warga untuk tetap waspada karena risiko kebakaran masih bisa terjadi kembali, terutama jika terjadi angin kering dan kekeringan yang berkepanjangan.
Investigasi Penyebab Kebakaran Dimulai
Selah api berhasil dipadamkan, polisi segera memulai investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjun-Welirang. AKBP Eko Purnomo mengatakan bahwa tim penyidik sudah mulai mengumpulkan keterangan dari saksi dan memeriksa beberapa lokasi.
Beberapa kemungkinan penyebab kebakaran sedang diselidiki, antara lain akibat sisa pembakaran sampah oleh warga, kebakaran lahan pertanian, atau aktivitas masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.
Dampak Lingkungan dan Ekosistem
Kebakaran hutan yang melanda Gunung Arjun-Welirang mengakibatkan kerusakan pada ekosistem lokal. Menurut informasi dari Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTNTS), sekitar 50 hektare area hutan lindung dan hutan produksi terbakar.
Kepala BTNTS, Agus Priambudi, mengatakan bahwa kebakaran ini berdampak buruk pada flora dan fauna yang hidup di kawasan tersebut. "Beberapa spesies tumbuhan dan hewan terancam terkena dampak. Kami sedang melakukan inventarisasi kerusakan ekosistem untuk mengetahui dampak pastinya," ujarnya.
Selain itu, kabut asap dari kebakaran juga sempat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Probolinggo dan sekitarnya. Beberapa sekolah bahkan sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar karena kondisi kabut asap yang pekat.
Pencegahan Kebakaran Hutan ke Depan
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, pemerintah daerah berencana melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami akan memperketat pengawasan di sekitar kawasan hutan, terutama saat musim kemarau. Kami juga akan membangun posko pemantauan di beberapa titik rawan kebakaran," kata Kepala BPBD Probolinggo.
Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan alat pemadam kebakaran darurat di beberapa desa yang berbatasan dengan kawasan hutan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan jika terjadi kebakaran dapat segera ditangani sebelum membesar.
Gunung Arjun-Welirang merupakan kawasan hutan lindung yang menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar. Kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga berpotensi mengancam ketersediaan air bersih di daerah tersebut. Oleh karena itu, pencegahan kebakaran hutan menjadi prioritas bagi pemerintah dan masyarakat setempat.
Komentar (0)