Bantah Tuduhan Ruben Onsu Soal Kekerasan Anak, Sarwendah Lampirkan Hasil Pemeriksaan Psikolog Forensik
Putusnya rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah masih terus berlanjut dengan saling menuding di publik. Kali ini, Sarwendah membantah keras tuduhan yang dilontarkan mantan suaminya tersebut yang menyebut dirinya melakukan kekerasan terhadap anak-anak. Melalui kuasa hukumnya, Sarwendah menunjukkan bukti berupa hasil pemeriksaan psikolog forensik yang menunjukkan kondisi anak-anak dalam keadaan sehat.
Kuasa hukum Sarwendah, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan bahwa kliennya telah melakukan pemeriksaan psikolog forensik secara independen untuk membuktikan kondisi psikologis anak-anak. Hasilnya, tidak ada indikasi kekerasan yang dialami oleh Thalia, Betrand, dan Thania seperti yang dituduhkan Ruben Onsu sebelumnya.
"Hasil pemeriksaan psikolog forensik yang independen menunjukkan bahwa anak-anak dalam kondisi sehat. Tidak ada indikasi kekerasan sama sekali," ujar Hotman dalam konferensi pers yang digelar beberapa waktu lalu.
Tuduhan Balasan dari Ruben Onsu
Sebaliknya, Ruben Onsu sebelumnya juga telah menyampaikan tuduhan serius terhadap Sarwendah. Melalui unggahan di media sosial, Ruben mengkl bahwa eks istrinya sering melakukan kekerasan verbal maupun fisik terhadap anak-anaknya. Ia menunjukkan beberapa bukti berupa foto yang menunjukkan kondisi anak-anak yang menurutnya mengalami kekerasan.
"Saya tidak akan diam melihat anak-anak diperlakukan seperti ini. Mereka layak mendapatkan kasih sayang dan perlindungan, bukan kekerasan," tulis Ruben dalam unggahannya yang viral di media sosial.
Ruben juga menuding bahwa Sarwendah mengendalikan anak-anak dengan cara yang tidak sehat dan sering kali menyakiti perasaan mereka. Ia berjanji akan melindungi anak-anak dari perlakaran yang menurutnya merusak bagi perkembangan psikologis mereka.
Perkara Sengketa Asuransi Jiwa
Selain tuduhan kekerasan terhadap anak, perseteruan keduanya juga terkait sengketa asuransi jiwa senilai Rp 15 miliar. Ruben Onsu mengaku telah membayar premi asuransi tersebut untuk kepentingan anak-anak, namun klaimnya ditolak oleh pihak asuransi.
"Asuransi itu untuk kepentingan anak-anak. Saya sudah bayar premi, tapi klaimnya ditolak. Padahal itu hak mereka sebagai anak," kata Ruben dalam salah satu wawancaranya.
Sementara itu, Sarwendah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam masalah asuransi tersebut. Ia mengaku hanya mengetahui adanya asuransi setelah pernikahannya dengan Ruben Onsu retak.
"Saya tidak tahu detail soal asuransi itu. Saya hanya tahu setelah kami berpisah," ujar Sarwendah melalui kuasa hukumnya.
Kondisi Anak-Anak Setahap Proses Perceraian
Kondisi psikologis anak-anak menjadi perhatian utama dalam proses perceraian yang berkepanjangan ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan psikolog forensik yang dilakukan oleh pihak Sarwendah, ketiga anak mereka dalam kondisi yang baik meski harus mengalami perceraian orang tua.
Sementara itu, Ruben Onsu dalam beberapa kesempatan menunjukkan kecemasannya terhadap kondisi anak-anak. Ia mengaku khawatir anak-anak akan trauma karena perceraian yang berlarut-larut.
"Saya berharap proses perceraian bisa segera selesai demi kebaikan anak-anak. Mereka tidak boleh menjadi korban konflik orang tua," kata Ruben.
Reaksi Publik terhadap Konflik
Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah menjadi sorotan publik selama ini. Banyak pihak meminta keduanya segera mengakhiri konflik demi kebaikan anak-anak. Mereka berharap kedua orang tua bisa menyelesaikan masalah secara dewasa dan tidak membawa anak-anak ke dalam konflik yang semakin memanas.
Beberapa psikolog juga memberikan masukan agar kedua belah pihak memprioritaskan kepentingan anak-anak dalam menyelesaikan sengketa ini. Konflik antara orang tua dapat memberikan dampak psikologis yang buruk bagi perkembangan anak di masa depan.
Sampai saat ini, belum ada kepastian mengenai jadsid sidang perkara perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Keduanya masih terus saling menuding melalui media sosial dan konferensi pers yang digelar secara terpisah.
Komentar (0)