30, 2026
Nasional

Buya Yahya Ungkap Nasib Orang yang Melakukan Pesugihan, Benarkah Jadi Budak Setan di Alam Barzakh?

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2023/01/26/63d23f45914b3-buya-yahya_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Buya Yahya Ungkap Nasib Orang yang Melakukan Pesugihan, Benarkah Jadi Budak Setan di Alam Barzakh?

Ustadz Dr. H. Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Buya Yahya, kembali mengungkap nasib orang yang melakukan praktik pesugihan. Dalam sebuah tayangan, Buya Yahya menjelaskan bahwa banyak orang yang tergiur dengan janji kemudahan dan kekayaan instan melalui pesugihan, padahal praktik tersebut memiliki konsekuensi serius di alam kematian.

Buya Yahya menjelaskan bahwa pesugihan merupakan bentuk kesepakatan dengan entitas jin atau setan untuk memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak halal. Menurutnya, orang yang melakukan pesugihan akan menjadi budak setan di alam barzakh.

Konsep Pesugihan dalam Perspektif Islam

Dalam ajaran Islam, pesugihan termasuk dalam kategori syirik, yakni mempertuhankan Allah dalam urusan penciptaan dan pengaturan alam. Orang yang melakukan pesugihan menganggap jin atau setan sebagai pemberi rezeki atau sumber kekuasaan, padahal yang berhak disembah hanya Allah SWT.

Buya Yahya menegaskan bahwa kekayaan yang diperoleh melalui pesugihan tidak akan memberikan kebahagiaan sejati. "Kekayaan itu palsu. Meskipun terlihat berlimpah, hati tidak akan pernah tenang karena itu bukan rezeki yang halal dari Allah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jin yang bekerja sama dengan manusia dalam pesugihan sebenarnya tidak memiliki kekuatan apapun. Jin tersebut hanyalah makhluk yang lemah yang memanfaatkan kelemahan iman manusia untuk memperdaya mereka.

Gejala Orang yang Melakukan Pesugihan

Menurut Buya Yahya, ada beberapa gejala yang menunjukkan seseorang sedang atau pernah melakukan pesugihan. Pertama, kemunculan uang atau harta secara tiba-tiba tanpa jelas sumbernya. Kedua, perubahan perilaku drastis menjadi lebih egois dan materialistis. Ketiga, sering mengalami mimpi buruk atau dihantui oleh jin.

Buya Yahya juga menambahkan bahwa orang yang melakukan pesugihan sering kali merasa takut dan tidak percaya diri. "Mereka selalu merasa diawasi dan takut akan terbongkar kejahatannya. Itu adalah dampak dari kesepakatan dengan jin yang tidak menguntungkan," katanya.

Ia menyarankan agar masyarakat tidak tergiur dengan janji-janji pesugihan yang menjanjikan kekayaan instan. "Sebaliknya, kita harus berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal dan istiqomah dalam menjalankan ibadah," pesannya.

Cara Menghindari Terjerumus ke Pesugihan

Buya Yahya memberikan beberapa tips untuk menghindari terjerumus pada praktik pesugihan. Pertama, memperkuat iman dan taqwa dengan rajin melaksanakan ibadah. Kedua, bersikap realistis dalam mencari nafkah dan tidak menginginkan kekayaan instan. Ketiga, menghindari segala bentuk praktik yang merusak akidah.

Menurutnya, kunci utama untuk menghindari pesugihan adalah memahami bahwa semua rezeki berasal dari Allah SWT. "Jika kita berusaha ikhlas dan tawakal kepada Allah, niscaya rezeki akan datang dengan cara yang halal dan ridho," jelasnya.

Buya Yahya juga menekankan pentingnya pendidikan agama yang benar-benar dipahami. Banyak orang terjerumus ke pesugihan karena kurangnya pemahaman akan akidah dan konsekuensi buruk dari praktik tersebut.

Dampak Negatif Pesugihan bagi Kehidupan Dunia dan Akhirat

Buya Yahya menjelaskan bahwa dampak negatif pesugihan tidak hanya dirasakan di akhirat, tetapi juga di dunia. Orang yang melakukan pesugihan sering kali mengalami kegagalan dalam berbagai aspek kehidupan, meskipun terlihat kaya. "Kekayaan itu tidak akan membawa kebahagiaan. Sebaliknya, akan membawa kesengsaraan di dunia dan neraka di akhirat," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa praktik pesugihan dapat merusak keturunan. "Anak cucu orang yang melakukan pesugihan sering kali mengalami kesulitan dalam hidup, karena dosa orang tua akan turun kepada keturunannya," katanya.

Buya Yahya menutup dengan menyerukan agar umat Islam kembali pada ajaran Islam yang murni dan menjauhi segala bentuk praktik yang bertentangan dengan syariat. "Kita harus percaya bahwa kehidupan yang paling baik adalah yang diridhoi Allah, bukan yang dinilai oleh manusia," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter