30, 2026
Nasional

Yaman Usut Dugaan Houthi Gunakan Proyektil Mengandung Zat Beracun di Taiz

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/08/10/6a791ed1287a9-pasukan-houthi-yaman_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Yaman Usut Dugaan Houthi Gunakan Proyektil Mengandung Zat Beracun di Taiz

Pemerintah Yaman secara resmi memulai penyelidikan terhadap dugaan penggunaan proyektil yang mengandung zat beracun oleh kelompok Houthi di kota Taiz. Penyelidikan ini dilakukan setelah laporan muncul bahwa pasukan pemerintah menemukan beberapa proyektil aneh yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya saat bertempur dengan pemberontak Houthi di beberapa wilayah di provinsi Taiz.

Konteks Konflik Taiz

Provinsi Taiz, yang merupakan kota terbesar ketiga di Yaman, telah menjadi salah satu pusat konflik paling sengit sejak perang saudara pecah pada 2014. Kelompok Houthi, yang didukung Iran, menguasai ibu kota Sana'a dan sebagian besar wilayah utara Yaman, sementara pasukan pemerintah yang setia kepada Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi mengendalikan wilayah selatan, termasuk Taiz.

Konflik di Taiz telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah. Ribuan warga sipil tewas, jutaan lainnya mengungsi, dan infrastruktur kota hancur total. PBB berulang kali menyatakan kecemasan mereka atas situasi di Taiz dan meminta kedua belah pihak untuk menghormati hukum internasional melindungi warga sipil.

Temuan Proyektil Aneh

Sumber militer di Taiz mengatakan bahwa pasukan pemerintah menemukan beberapa proyektil aneh selagi membersihkan area yang sebelumnya dikuasai Houthi. Proyektil-proyektil ini memiliki ciri fisik yang berbeda dari amunisi standar dan ditemukan di lokasi-lokasi di mana korban tewas dengan gejala yang tidak biasa.

"Kami menemukan beberapa jenis proyektil yang tidak pernah kami lihat sebelumnya," kata seingga pejabat militer yang meminta namanya tidak disebutkan. "Beberapa korban menunjukkan gejala seperti sesak napas, muntah darah, dan luka pada kulit yang tidak biasa setelah serangan udara atau tembakan mortar."

Reaksi Pemerintah dan Komunitas Internasional

Pemerintah Yaman telah mengumumkan pembentukan tim investigasi khusus untuk mempelajari proyektil-proyektil tersebut. Tim ini akan terdiri dari ahli militer, ahli kimia, dan perwakilan dari organisasi kemanusiaan.

"Kami mengutuk keras penggunaan senjata apa pun yang melanggar hukum internasional," kata Menteri Informasi Yaman Muamar Al-Eryani dalam sebuah pernyataan resmi. "Penyelidikan sedang berlangsung untuk mengetahui apakah ada zat beracun yang digunakan, dan kami akan melaporkan temuan kami kepada komunitas internasional."

Para aktivis hak asasi manusia di Taiz telah mengumpulkan bukti foto dan video dari lokasi kejadian dan berencana untuk menyampaikannya kepada PBB dan organisasi hak asasi manusia internasional. Mereka meminta investigasi independen untuk memverifikasi dugaan penggunaan zat beracun.

Dampak pada Warga Sipil

Kota Taiz telah lama mengalami penderitaan akibat konflik berkepanjangan. Ribuan rumah hancur, fasilitas kesehatan tidak berfungsi, dan pasokan makanan dan air bersih terbatas. Penggunaan senjata kimia atau zat beracun akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat genting.

"Saya melihat bagaimana tembakan ini mempengaruhi teman-teman dan tetangga saya," kata Fatima, seorang warga Taiz yang tinggal di dekat zona pertempuran. "Mereka tiba-tiba terserang gejala yang aneh setelah serangan. Pemerintah harus melakukan sesuatu untuk melindungi kami."

Riwayat Penggunaan Senjata Terlarang

Dugaan penggunaan zat beracun di Taik bukan kali pertama dalam konflik Yaman. Pada tahun 2016, PBB melaporkan adanya bukti bahwa koalisi pimpinan Arab Saudi telah menggunakan bom cluster di beberapa wilayah Yaman. Sementara itu, kelompok Houthi juga diduga telah menggunakan ranjau darurat secara masif, yang terus membahayakan warga sipal bahkan setelah konflik berakhir.

Konflik Yaman telah melanggar berbagai aspek hukum internasional, termasuk penggunaan senjata yang tidak membedakan antara sasaran militer dan warga sipil. Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk telah menyatakan kecemasannya atas situasi di Yaman dan menyerang semua pihak untuk menghormati hukum hak asasi manusia.

Masa Depan Penyelidikan

Tim investigasi pemerintah Yaman berencana untuk bekerja sama dengan para ahli dari Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) untuk menganalisis sampel yang ditemukan. Proses analisis memerlukan waktu beberapa minggu, dan hasilnya akan ditunggu dengan sangat oleh komunitas internasional.

Sementara itu, situasi di Taiz tetap tegang. Pertempuran sporadis masih terjadi di beberapa wilayah, dan warga sipil terus menjadi korban konflik yang tak berkesudahan. Dugaan penggunaan zat beracun menambah lapisan baru krisis di kota yang sudah lama menderita.

Komunitas internasional terus meminta gencatan senjata jangka panjang di Yaman dan akses kemanusiaan yang tak terbatas bagi warga sipil. Namun, hingga saat ini, upaya-upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan, dan konflik berlanjut dengan biaya yang sangat mahal bagi rakyat Yaman.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter