Massa BEM UI Gelar Aksi Demonstrasi, Sejumlah Tuntutan Disampaikan
Ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di area kampus Depok, Selasa (15/2/2023). Aksi yang digelar dengan tema "Reformasi Kampus, Keadilan untuk Semua" ini menyoroti berbagai isu penting yang menyangkut kehidupan mahasiswa dan kondisi kampus secara umum. Para demonstran membawa sejumlah tuntutan yang dianggap perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak universitas.
Isu Kesejahteraan Mahasiswa Jadi Fokus Utama
Dalam orasinya, Ketua BEM UI, Ahmad Rizki, menyoroti isu kesejahteraan mahasiswa sebagai prioritas utama. Menurutnya, biaya hidup di sekitar kampus terus meningkat sementara fasilitas bagi mahasiswa tidak mengalami peningkatan signifikan. "Kami meminta pihak universitas memberikan subsidi lebih baik bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu," ujar Rizki.
Salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah adanya revisi sistem beasiswa. Massa BEM UI menganggap kriteria penerima beasiswa saat dinilai terlalu mengikat dan tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga secara holistik. "Banyak mahasiswa yang berpotensi tapi terhambat biaya. Sistem beasiswa harus lebih inklusif dan adaptif," jelas Rizki.
Kritik Terhadap Kebijakan Akademik
Selain isu kesejahteraan, aksi ini juga menyoroti berbagai kebijakan akademik yang dianggap tidak berpihak pada mahasiswa. Massa menyoroti sistem pembelajaran daring yang masih menjadi pilihan utama meskipun situasi pandemi sudah membaik. "Kami mendukung hybrid learning, tetapi tidak boleh menjadi alat untuk mengurangi interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa," kata salah satu aktivis BEM UI, Siti Nurhaliza.
Para demonstran juga mengkritik kebijakan kelulusan yang dianggap terlalu keras. Menurut mereka, standar nilai minimum untuk kelulusan beberapa program studi terlalu tinggi dan tidak mempertimbangkan berbagai variabel seperti kualitas pembelajaran dan akses terhadap sumber belajar. "Kami meminta evaluasi ulang terhadap standar kelulusan agar lebih fair dan memberi ruang bagi mahasiswa berkembang," ujar Siti.
Permintaan Reformasi Tata Kelola Kampus
Reformasi tata kelola kampus menjadi isu lain yang menjadi sorotan dalam demonstrasi ini. Massa BEM UI menyoroti kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran dan kebijakan-kebijakan strategis universitas. "Kami meminta partisipasi mahasiswa yang lebih dalam dalam proses pengambilan keputusan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan yang langsung mempengaruhi kehidupan akademik," kata Rizki.
Tuntutan lainnya adalah peningkatan akses terhadap fasilitas penelitian dan publikasi ilmiah. Menurut para demonstran, banyak mahasiswa yang kesulitan mengakses database ilmiah dan fasilitas penelitian yang memadai. "Universitas harus memberikan akses lebih luas dan terjangkau bagi mahasiswa dalam menunjang kegiatan akademik dan penelitian," tambahnya.
Respon Pihak Universitas
Sementara itu, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Dr. Budi Wibowo, dalam keterangannya menyatakan pihaknya siap menerima dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. "Kami mengapresiasi sikap konstruktif mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya. Pihak universitas akan mengadakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi berbagai isu yang disampaikan," ujar Prof. Budi.
Ia menambahkan bahwa beberapa tuntutan seperti revisi sistem beasiswa dan evaluasi kebijakan akademik sudah menjadi agenda pembahasan internal universitas. "Beberapa isu yang disampaikan sudah sedang kita kaji. Kami akan mengundapat perwakilan BEM UI untuk diskusi lebih lanjut pekan depan," jelasnya.
Demonstrasi yang berlangsung selama tiga jam ini berjalan damai tanpa adapapun insiden yang merugikan. Massa BEM UI menyatakan akan terus mengawasi proses penindaklanjutan tuntutan-tuntutan yang telah disampaikan. "Aksi ini hanya awal dari perjuangan kami untuk menciptakan kampus yang lebih adil dan merata bagi seluruh mahasiswa," tutup Rizki.
Komentar (0)