28, 2026
Nasional

Membidik Penyawer Ratusan Juta ke PCNU

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Membidik Penyawer Ratusan Juta ke PCNU

Pembangunan Masjid Agung Al-Falah yang berlokasi di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, kini tengah berlangsung pesat. Proyek megah yang dikelola oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang ini membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga pihak pengelola terus berupaya mencari penyumbang atau donatur yang dapat menjangkau target ratusan juta rupiah.

Kebutuhan Dana yang Besar

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Al-Falah, KH. Abdul Qodir mengungkapkan bahwa total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proyek mencapai puluhan miliar rupiah. "Saat ini kita sudah mengumpulkan sekitar 40 persen dari total anggaran. Tapi kita masih butuh dukungan banyak pihak untuk menyelesaikan masjid ini," ujarnya.

Menurutnya, masjid yang rencananya memiliki tiga lantai ini dirancang dengan konsep modern tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman yang tinggi. "Kita ingin masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sekitar," tambahnya.

Strategi Penyuluhan Donatur

Untuk mencapai target tersebut, panitia pembangunan mengembangkan berbagai strategi penyuluhan donatur. Salah satunya adalah dengan mengunjungi langsung para pengusaha dan tokoh masyarakat yang diyakini memiliki kemampuan finansial untuk menyumbang.

"Kita tidak hanya menargetkan pengusaha kelas menengah ke atas, tetapi juga masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini. Setiap sumbangan, berapapun nilainya, sangat berarti bagi kita," jelasnya.

Selain itu, panitia juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan informasi tentang proyek ini. Melalui platform seperti Instagram, Facebook, dan YouTube, mereka membagikan video dokumentasi perkembangan pembangunan serta kisah-kisah inspiratif tentang pentingnya masjid dalam kehidupan beragama.

Respon Positif dari Masyarakat

Upaya yang dilakukan panitia pembangunan membuahkan hasil positif. Banyak donatur dari berbagai kalangan mulai menyumbang untuk proyek ini. Menurut data yang dihimpun, sejak proyek dimulai pada tahun 2020 lalu, sudah terkumpul dana sebesar Rp 15 miliar dari berbagai sumber.

"Kita bersyukur karena banyak rekan-rekan NU dan masyarakat umum yang telah mendukung pembangunan masjid ini. Bahkan ada beberapa donatur yang menyumbang secara berkala setiap bulannya," ujar KH. Abdul Qodir.

Tantangan yang Dihadapi

Meski demikian, panitia tetap menghadapi berbagai tantangan dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah tantangan dalam mengelola dana yang masuk secara transparan dan akuntabel.

"Kita harus buktikan bahwa setiap rupiah yang disumbangkan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk pembangunan masjid. Oleh karena itu, kita membentuk tim khusus yang mengawasi keuangan dan pelaksanaan proyek," jelasnya.

Selain itu, tantangan lain adalah bagaimana menjaga momentum antusiasme donatur hingga proyek selesai. "Kadang-kadang donator awalnya semangat, tetapi seiring berjalannya waktu, jika proyek belum selesai, ada yang merasa jenuh. Oleh karena itu, kita terus memberikan update berkala tentang perkembangan pembangunan," tambahnya.

Visi Jangka Panjang

Masjid Agung Al-Falah ini rencananya tidak hanya akan menjadi pusat ibadah, tetapi juga akan berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, pusat kajian Islam, dan tempat kegiatan sosial masyarakat. "Kita ingin masjid ini menjadi ikon keislaman di Kota Semarang yang dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang berkualitas," ujar KH. Abdul Qodir.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, panitia berharap masjid ini dapat selesai sesuai target pada tahun 2025 mendatang. "Kita percaya dengan dukungan semua pihak, masjid ini akan menjadi milik bersama yang dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter