03, 2026
Nasional

Di Balik Potongan Ojol 8%, Ada Cerita Pengemudi yang Masih Berjuang

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Di Balik Potongan Ojol 8%, Ada Cerita Pengemudi yang Masih Berjuang

Potongan tarif sebesar 8% yang diterapkan oleh platform ojek online (ojol) beberapa waktu lalu menjadi isu hangat di kalangan pengemudi. Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Di satu sisi, beberapa pengemudi merasa terbebani dengan adanya potongan tambahan ini. Di sisi lain, platform berpendapat bahwa kebijakan tersebut diperlukan untuk mempertahankan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurut data yang dihimpun, potongan tarif sebesar 8% ini diterapkan secara bertahap oleh sejumlah platform ojek online. Beberapa platform bahkan sudah mengimplementasikannya sejak awal tahun ini. Kebijakan ini tentu saja langsung berdampak pada penghasilan para pengemudi yang sudah sebelumnya merasa terdesak oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Respons Pengemudi

Banyak pengemudi yang merasa kecewa dengan kebijakan ini. Mereka mengaku bahwa potongan tambahan membuat penghasilan mereka semakin menipis. "Sebelumnya sudah ada potongan sekitar 20-25%, sekarang ditambah lagi 8%. Jelas ini membuat kami susah," ujar Ahmad, seorang pengemudi ojek online di Jakarta.

Ahmad mengatakan bahwa sejak kebijakan diterapkan, ia harus bekerja lebih lama untuk mencapai target penghasilan yang sama seperti sebelumnya. "Saya harus online lebih lama, menunggu order lebih banyak, tapi hasilnya tetap sama bahkan kadang lebih sedikit," keluhnya.

Sementara itu, tidak semua pengemudi merasa keberatan. Beberapa di antaranya memahami alasan di balik kebijakan tersebut. "Memang penghasilan sedikit turun, tapi platform juga harus untung. Kalau tidak, bagaimana mereka bisa memberikan layanan yang baik?" kata Budi, pengemudi lain.

Kendala Ekonomi

Situasi ekonomi yang sulit membuat para pengemudi semakin terdesak. Kenaikan harga BBM dan kebutuhan hidup lainnya membuat mereka harus bekerja lebih keras. Dengan adanya potongan tarif 8%, beban semakin bertambah.

"Dulu dengan 10 order sehari saya bisa dapat Rp 200 ribu. Sekarang harus 12-15 order untuk dapat jumlah yang sama. Itu pun setelah dipotong 8%. Kalau tidak ada order, ya rugi saja," jelas Siti, seorang pengemudi perempuan yang sudah delapan tahun bekerja di sektor ojek online.

Para pengemudi juga mengeluhkan adanya fluktuasi tarif yang sering berubah. Terkadang tarif turun drastis saat ada promo, sehingga penghasilan mereka semakin tidak pasti.

Posisi Platform

Dari sisi platform, kebijakan potongan 8% ini dianggap perlu untuk mempertahankan eksistensi bisnis. "Kita harus beradaptasi dengan situasi pasar. Persaingan semakin ketat, biaya operasional meningkat, jadi kita perlu menyesuaikan," kata sepetinggi manajer operasional salah satu platform ojek online.

Menurutnya, platform juga memberikan berbagai insentif lain bagi pengemudi yang aktif dan loyal. Ada program bonus, penghargaan, dan fasilitas asuransi yang bisa dinikmati. "Kami ingin menciptakan ekosistem yang seimbang antara platform dan pengemudi," tambahnya.

Solusi yang Dibutuhkan

Para ahli ekonomi menyatakan bahwa solusi yang komprehensif diperlukan untuk mengatasi masalah ini. "Pemerintah perlu memperhatikan kondisi para pengemudi informal seperti ojek online. Mungkin bisa memberikan subsidi atau insentif lain," ujar Dr. Wijaya, seorang ekonom dari universitas ternama.

Disisi lain, platform juga diminta lebih transparan dalam mengatur kebijakan tarif. "Mereka harus melibatkan para pengemudi dalam proses pengambilan keputusan, bukan hanya menetapkan kebijakan sepihak," tambah Dr. Wijaya.

Sementara itu, serikat pekerja atau asosiasi pengemudi juga perlu dibentuk untuk melindungi hak-hak para pengemudi. "Dengan organisasi yang kuat, suara mereka akan lebih terdengar," kata aktivis buruh, Hasan.

Situasi para pengemudi ojek online yang masih berjuang di tengah potongan tarif 8% ini mencerminkan tantangan besar di era digital. Meski demikian, harapan masih ada jika semua pihak bersedia berdialog dan mencari solusi yang adil bagi seluruh pihak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter