29, 2026
Ekonomi

Dorong Pemberdayaan Masyarakat, MIND ID Raih Mandaya Awards 2026

MIND ID berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui program ekonomi, pendidikan, dan sosial. Upaya ini mendukung kemandirian dan kualitas hidup masyarakat.]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dorong Pemberdayaan Masyarakat, MIND ID Raih Mandaya Awards 2026

Dorong Pemberdayaan Masyarakat, MIND ID Raih Mandaya Awards 2026

Perusahaan Industri Non-Tambang Indonesia (MIND ID) berhasil meraih penghargaan bergengsi Mandaya Awards 2026 dalam kategori Pemberdayaan Masyarakat. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi signifikan MIND ID dalam program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat sekitar area operasional perusahaan.

Mandaya Awards tahun ini mengumpulkan para pemain terdepan di bidang korporasi social responsibility (CSR) dan pembangunan berkelanjutan. Komite seleksi menilai kandidat berdasarkan kriteria inovasi, dampak, keberlanjutan, dan skalabilitas program yang dijalankan. MIND ID berhasil menyisihkan pesaing lainnya dengan program pemberdayaan holistik yang telah memberikan perubahan positif berkelanjutan bagi masyarakat.

Program Unggulan Pemberdayaan

Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Program Kampung Mandiri Ekonomi (KAME). Program ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendekatan tiga pilar: pengembangan usaha mikro, peningkatan keterampilan, dan akses pasar. Sejak diluncurkan pada 2021, KAME telah berhasil mengubah 50 desa di sekitar area operasional MIND ID menjadi desa dengan ekonomi mandiri.

"Kami percaya bahwa pembangunan berkelanjutan tidak bisa dilakukan tanpa partisipasi aktif masyarakat. Melalui KAME, kita tidak hanya memberikan bantuan semata, tetapi membekali masyarakat dengan keterampilan dan akses sehingga mereka mampu mengembangkan potensi diri sendiri," ujar Direktur Utama MIND ID, Budi Santoso dalam s resmi yang diterima setelah penghargaan diserahkan.

Program lain yang mendapat apresiasi adalah Pendidikan Digital untuk Generasi Emas. Program ini bertujuan untuk mengurasi kesenjakan akses teknologi informasi dan komunikasi bagi kalangan lanjut usia di area operasional MIND ID. Sebanyak 10.000 lansia telah berhasil dibekali keterampilan dasar digital melalui pelatihan yang rutin diadakan oleh tim MIND ID bekerja sama dengan komunitas lokal.

Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Dampak dari program pemberdayaan MIND ID terlihat jelas di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Ngaliyan, Kabupaten Semarang. Desa yang sebelumnya dikenal sebagai desa dengan tingkat kemiskinan di atas rata-rata kini telah menjadi contoh desa mandiri. Melalui KAME, masyarakat desa berhasil mengembangkan usaha olahan hasil pertanian yang memiliki nilai jual tinggi dan telah masuk ke pasar modern.

"Sebelum ada program dari MIND ID, kami hanya bisa menjual hasil pertanian langsung ke tengkulak dengan harga murah. Sekarang, dengan bantungan pelatihan pengolahan dan pengemasan, produk kami bisa dijual dengan harga tiga kali lipat bahkan masuk ke supermarket besar di kota," cerita Kusmiati, salah satu warga Desa Sumber Rejeki yang telah berhasil mengembangkan usaha keripik singkong.

Di bidang pendidikan, MIND ID juga telah membangun 25 sekolah baru dan memberikan beasiswa bagi 500 siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Program beasiswa ini tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga pendampingan akademik dan pengembangan soft skill agar para siswa dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Strategi Pembangunan Berkelanjutan

Strategi pemberdayaan MIND ID didasarkan pada pendekatan berbasis potensi lokal dan partisipasi aktif masyarakat. Perusahaan tidak menentukan program secara sepihak, melainkan melalui proses identifikasi bersama dengan masyarakat untuk menemukan solusi yang tepat dengan kebutuhan lokal.

"Kami menerapkan pendekatan bottom-up dalam merancang program pemberdayaan. Artinya, kita memfasilitasi masyarakat untuk mengidentifikasi masalah dan solusi berdasarkan kebutuhan mereka sendiri. Peran kami adalah sebagai fasilitator dan pendukung agar program berjalan efektif dan berkelanjutan," jelas Vice President Sustainability MIND ID, Maya Kartika.

Untuk memastikan keberlanjutan program, MIND ID juga memfasilitasi pembentukan kelompok-kelompok usaha bersama (KUBE) dan koperasi yang dikelola oleh masyarakat sendiri. Melalui pendekatan ini, program pemberdayaan tidak hanya berlangsung selama program berjalan, tetapi dapat berlanjut secara mandiri oleh masyarakat.

Rekognisi dan Tantangan Mendatang

Penghargaan Mandaya Awards 2026 menjadi pengakuan atas dedikasi MIND ID dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Penghargaan ini juga sejalan dengan komitmen MIND ID sebagai BUMN yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Meski telah meraih penghargaan, Budi Santoso menegaskan bahwa ini bukan akhir dari perjuangan. "Penghargaan ini adalah motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program pemberdayaan. Ada tantangan yang lebih besar di depan, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan transformasi digital yang mempengaruhi cara kerja pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

MIND ID berencana mengembangkan program pemberdayaan dengan fokus lebih pada adaptasi perubahan iklim dan penguatan ekonomi digital. Perusahaan juga akan memperluas jangkauan program ke daerah terpencil yang belum terjangkau program serupa.

Dengan meraih Mandaya Awards 2026, MIND ID menunjukkan bahwa bisnis dan tanggung jawab sosial bisa berjalan bersamaan untuk menciptakan keberlanjutan yang sejalan dengan tujuan pembangunan nasional. Penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa BUMN dapat menjadi agen perubahan positif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter