03, 2026
Teknologi

Ferdinand Hutahaean Nilai Kasus Penyadapan ke Prabowo Upaya Makar

Ferdinand Hutahaean menilai penetapan Jenderal Sigit sebagai tersangka penyadapan Prabowo adalah bagian dari makar. Ia mendorong penyelidikan lebih lanjut.]]>

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ferdinand Hutahaean Nilai Kasus Penyadapan ke Prabowo Upaya Makar

Ferdinand Hutahaean: Kasus Penyadapan terhadap Prabowo merupakan Upaya Makar

Politisi senior Partai Gerindra Ferdinand Hutahaean menilai kasus penyadapan yang menjerat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya makar. Menurutnya, a penyadapan terhadap Prabowo merupakan bentuk intervensi yang tidak sah terhadap proses demokrasi di Indonesia.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Kamis (15/6), Ferdinand menyatakan bahwa penyadapan terhadap Prabowo merupakan bukti adanya upaya untuk menghambat kemajuan politik yang diusung Prabowo. Ia menegaskan bahwa Prabowo sebagai tokoh oposisi utama dalam Pemilu 2024 menjadi sasaran berbagai upaya yang bertujuan untuk menurunkan elektabilitasnya.

"Ini adalah upaya makar. Makar artinya menggulingkan pemerintahan yang sah, atau dalam konteks ini, menggulingkan calon presiden yang sah," ujar Ferdinand.

Penyadapan Sebagai Ancaman Demokrasi

Ferdinand menjelaskan bahwa penyadapan yang dilakukan secara ilegal terhadap Prabowo melanggar asas-asas demokrasi dan hak asasi manusia. Menurutnya, setiap warga negara Indonesia berhak atas privasi dan kebebasan berkomunikasi tanpa adanya intervensi yang tidak sah dari pihak manapun.

Ia mencontohkan bahwa dalam negara demokratis seperti Indonesia, pengawasan terhadap komunikasi pribadi harus dilakukan melalui prosedur yang jelas dan adil, serta berdasarkan izin pengadilan. Penyadapan yang dilakukan tanpa prosedur yang benar menurut Ferdinand merupakan bentuk penyelewengan kekuasaan yang harus ditindak tegas.

"Kami menuntut agar penyidik segera mengungkap siapa di balik penyadapan ini. Apakah ada kepentingan politik tertentu yang ingin menghalangi Prabowo untuk maju sebagai calon presiden?" tanyanya.

Reaksi dari Partai Gerindra

Partai Gerindra telah menyatakan sikap resmi terkait kasus penyadapan yang menjerat ketua umumnya. Menurut Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, partai akan mendukung penuh langkah hukum yang akan diambil Prabowo untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini.

"Kami akan meminta kejelasan dari pihak berwenang. Jika ada unsur makar dalam kasus ini, maka harus diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Ahmad Muzani dalam keterangannya.

Partai Gerindra juga telah membentuk tim hukum khusus untuk menangani kasus penyadapan ini. Tim hukum akan melakukan koordinasi dengan kuasa hukum Prabowo untuk memastikan bahwa semua bukti yang ada dapat dikumpulkan dengan baik dan proses hukum berjalan adil.

Kronologi Penyadapan

Kasus penyadapan terhadap Prabowo Subianto bermula saat pihak keamanan menemukan perangkat penyadapan yang dipasang di sejumlah lokasi yang sering dikunjungi Prabowo. Perangkat tersebut ditemukan oleh tim keamanan pribadi Prabowo di beberapa kantor dan rumah dinasnya.

Setelah ditemukannya perangkat tersebut, Prabowo melaporkan hal tersebut ke pihak berwenang. Pihak kepolisian kemudian membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus penyadapan ini. Penyidik telah mengumpulkan beberapa bukti termasuk rekaman percakapan yang diduga berasal dari perangkat penyadapan tersebut.

Dalam rekaman tersebut, terdapat percakapan pribadi Prabowo dengan beberapa tokoh penting baik di dalam maupun di luar negeri. Isi percakapan tersebut menurut Ferdinand telah diedit dan disusun sedemikian rupa untuk mencemarkan nama baik Prabowo.

Permintaan Klarifikasi dari Pemerintah

Ferdinand Hutahaean juga meminta pemerintah memberikan klarifikasi mengenai kasus penyadapan ini. Menurutnya, pemerintah harus transparan dan tidak membiarkan kasus ini berkembang tanpa ada penyelesaian yang jelas.

"Kami menuntut agar pemerintah tidak mengabaikan kasus ini. Ini adalah masalah serius yang berdampak pada stabilitas politik nasional," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam konteks pilpres yang akan datang, setiap pihak harus bersikap sportif dan tidak menggunakan cara-cara curang untuk meraih kekuasaan. Penyadapan menurutnya merupakan bentuk kecurangan yang tidak dapat diterima dalam kontes demokrasi.

Sampai saat ini, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap siapa di balik penyadapan ini. Pihak kepolisian telah memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan bukti teknis untuk melengkapi berkas kasus.

Prabowo sendiri belum memberikan komentar resmi terkait kasus ini, namun melalui kuasa hukumnya, ia menyatakan akan mengikuti proses hukum yang berjalan dan percaya bahwa kebenaran akan terungkap.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter