01, 2026
Nasional

Hj Suharti Meninggal, Begini Perjalanan Pendiri Ayam Goreng Legendaris Suharti

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Hj Suharti Meninggal, Begini Perjalanan Pendiri Ayam Goreng Legendaris Suharti

Warga Kota Semarang ditinggalkan oleh seorang legenda kuliner. Hj Suharti, pendiri Ayam Goreng Suharti yang telah menjadi ikan rasa selama puluhan tahun, telah wafat pada usia 91 tahun. Kehilangan ini diterima dengan sedih oleh banyak warga yang telah menikmati cita rasa khas ayam gorenya yang tidak terlupakan.

Dilansir dari berbagai sumber, Hj Suharti menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (15/3/2023) sekitar pukul 05.30 WIB di kediamannya di Jalan Ronggowarsito, Semarang. Isteri dari almarhum Hj Mochammad Ali ini meninggal dunia setelah lama menderita sakita yang dideritanya.

Perjalanan Membangun Kerajaan Ayam Goreng

Perjalanan Hj Suharti di dunia kuliner dimulai pada tahun 1965 ketika ia membuka warung kecil di Jalan Ronggowarsito, Semarang. Dengan modal seribu rupiah dan resep warisan nenek moyangnya, ia memulai usaha ayam goreng yang kemudian menjadi legenda.

Awalnya, warung yang hanya mampu menampung 10 pelanggan ini hanya buka dari pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Namun, cita rasa ayam goreng yang khas dengan rempah-rempah pilihan dan teknik memasak yang istimewa segera membuatnya menjadi primadona di kalangan masyarakat Semarang.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang ia dirikan semakin berkembang. Dari warung kecil yang hanya mampu menampung puluhan pelanggan, Ayam Goreng Suharti kini telah memiliki tiga cabang di berbagai lokasi di Semarang dengan kapasitas menampung ratusan pengunjung setiap harinya.

Resep Rahasia dan Komitmen pada Kualitas

Keunikan Ayam Goreng Suharti terletak pada resep rahasia yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Ayam yang digunakan dipilih secara teliti, hanya menggunakan ayam kampung berkualitas tinggi. Proes pengolahan juga memakan waktu hingga 24 jam dengan menggunakan 15 jenis rempah-rempah pilihan.

Hj Suharti dikenal sebagai sosok yang sangat teliti dalam memilih bahan baku. Ia selalu memastikan bahwa setiap bahan yang digunakan dalam proses pembuatan ayam goreng memenuhi standar kualitas yang tinggi. Komitmen ini menjadi fondasi utama kesuksesan usahanya selama puluhan tahun.

Menurut cerita para karyawan setia Ayam Goreng Suharti, Hj Suharti selisih melakukan pengawasan langsung setiap hari meskipun usahanya telah berkembang pesat. Ia masih turun langsung ke dapur untuk memastikan setiap proses pembuatan ayam goreng sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Dampak bagi Dunia Kuliner Lokal

Kehadiran Ayam Goreng Suharti telah memberikan dampak signifikan bagi dunia kuliner lokal di Semarang dan sekitarnya. Banyak pengusaha kuliner yang terinspirasi dari kesuksesannya untuk mengembangkan usaha serupa di berbagai daerah.

Selain itu, Ayam Goreng Suharti juga menjadi magnet bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang. Banyak turis mancanegara maupun domestik yang khusus datang ke Semarang hanya untuk menikmati cita rasa ayam goreng legendaris ini.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasanya, Pemerintah Kota Semarang pernah memberikan penghargaan kepada Hj Suharti sebagai tokoh kuliner legenda yang telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan pariwisata kuliner di kota tersebut.

Warisan yang Ditinggalkan

Meninggalnya Hj Suharti menimbulkan kekhawatiran apakah cita rasa Ayam Goreng Suharti akan tetap terjaga atau tidak. Namun, menurut putra bungsunya, H. Mochammad Iqbal, resep rahasia dan proses pembuatan ayam goreng akan tetap dijaga keasliannya.

Ia juga menambahkan bahwa Ayam Goreng Suharti akan tetap buka seperti biasa dan melayani pelanggan dengan cita rasa yang tetap autentik. "Kami akan menjaga kualitas dan rasa agar tetap sama. Ini adalah warisan terbaik yang bisa kami berikan untuk ibunda dan pelanggan setia kami," tuturnya.

Kepergian Hj Suharti benar-benar meninggalkan kekosongan di dunia kuliner Semarang. Banyak warga yang menyatakan duka cita atas kepergiannya. Beberapa di antaranya mengaku sudah puluhan tahun menjadi pelanggan setia Ayam Goreng Suharti dan merasa kehilangan bagian dari hidup mereka.

Dalam pesan singkat yang disampaikan melalui media sosial, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan belasungkawa atas kepergian Hj Suharti. "Semoga almarhum Hj Suharti diterima di sisi Allah SWT. Warisan kuliner legenda yang ditinggalkannya akan terus dijaga dan dilestarikan," tulis Walikota.

Dengan kepergian Hj Suharti, dunia kuliner Semarang kehilangan seorang legenda yang telah memberikan kontribusi besar dalam mempromosikan kuliner khas kota tersebut. Ayam Goreng Suharti tidak hanya sekadar makanan, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan kenangan bagi banyak orang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter