BRI Super League: PSS Punya Dua Pekerjaan Rumah, Pieter Huistra Soroti Pertahanan dan Ketajaman
Persatuan Sepakbola Surakarta (PSS) menghadapi pekerjaan rumah berat jelang lanjutan BRI Super League. Tim berjuluk Laskar Samber Nyawa ini dihadapkan pada dua tantangan utama yang perlu diperbaiki, yakni performa pertahanan yang masih rentan dan ketajaman penyerangan yang belum konsisten. Kritik datang dari pelatih kepala Pieter Huistra yang menyoroti kedua aspek tersebut sebagai prioritas peningkatan.
PSS baru saja menyelesaikan putaran pertama BRI Super League dengan catatan yang cukup memuaskan. Berada di posisi ke-12 klasemen sementara dengan 17 poin dari 20 pertandingan, menunjukkan bahwa tim berjuluk Laskar Samber Nyawa ini mampu bersaing meskipun tidak menempikan posisi papan atas. Namun, pelatih asal Belanda tersebut menyadari ada beberapa sektor yang masih menjadi perhatian khusus.
Performa Pertahanan Masih Rentan
Salah satu area yang menjadi perhatian utama Huistra adalah performa pertahanan PSS. Dari 20 laga yang telah dijalani, PSS kebobolan 32 gol, yang berarti rata-rata kebobolan 1,6 gol per pertandingan. Angka tersebut tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan tim-tim yang berada di papan atas klasemen.
"Kita kebobolan terlalu banyak gol. Itu jelas bukan statistik yang baik bagi tim yang ingin bersaing di papan atas," ujar Huistra dalam sesi konferensi pers usai latihan. "Kita perlu memperbaiki disiplin pertahanan, baik dari posisi bertahan maupun transisi dari serang ke bertahan."
Performa para bek, terutama bek tengah, menjadi sorotan. Terkadang, pemain terlalu cepat menekan lawan sehingga menimbulkan ruang di belakang. Selain itu, komunikasi antar pemain di lini pertahanan juga masih sering terjadi kesalahan yang berujung pada kebobolan. PSS juga kerap kehilangan penguasaan bola di area pertahanan, yang memungkinkan lawan untuk menciptakan peluang emas.
Ketajaman Penyerangan Belum Optimal
Di sisi lain, meskipun PSS mampu mencetak 31 gol dari 20 pertandingan, potensi serangan tim belum sepenuhnya dimanfaatkan. Menurut Huistra, beberapa peluang emas yang diciptakan para penyerang seringkali sia-sia karena akurasi finishing yang kurang memuaskan.
"Kita menciptakan cukup banyak peluang, tapi finishing kita masih kurang tajam. Kadang-kadang pemain terburu-buru saat menghadapi gawang lawan, ada pula yang masih ragu-ragu saat menendang," tambah Huistra.
Performa striker andalan PSS, seperti Febri Hariyadi dan Zulfiandi, menjadi perhatian. Keduanya kerap kesulitan mengonversi peluang menjadi gol meskipun sudah mendapatkan banyak kesempatan. Selain itu, sinergi antara penyerang dengan pemain sayap dan gelandang serang juga masih perlu diperbaiki untuk menciptakan serangan yang lebih berbahaya dan sulit diprediksi.
Target Peningkatan di Putaran Kedua
Untuk mengatasi masalah ini, Huistra telah merancakan program latihan khusus yang difokuskan pada peningkatan kedua sektor tersebut. Di lini pertahanan, tim akan melakukan latihan simulasi pertahanan dan komunikasi di bawah tekanan. Sementara itu, di lini serangan, fokus akan diberikan pada latihan finishing dan sinergi antar pemain serang.
"Putaran kedua adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan perbaikan. Kita tidak bisa terus melangkah dengan performa seperti ini jika ingin mencapai target musim ini," tegas Huistra.
PSS dijadwalkan akan melanjutkan laga di putaran kedua BRI Super League pada akhir pekan ini. Lawan yang dihadapi adalah Persija Jakarta, laga yang tidak akan mudah mengingat rivalitas antara kedua tim sejak dulu.
Dengan dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, PSS dihadapkan pada tekanan tambahan untuk menunjukkan perbaikan. Apakah Pieter Huistra dapat membenahi performa tim dan membawa PSS ke performa yang lebih baik di putaran kedua? Jawabannya akan terlihat di lapangan hijau.
Komentar (0)