03, 2026
Teknologi

Ikan Kerapu RI Sudah Mendunia, Menkomdigi Dorong AI Masuk Desa

Menteri Meutya Hafid menegaskan pentingnya AI untuk petani dan petambak di daerah. Simak!]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ikan Kerapu RI Sudah Mendunia, Menkomdigi Dorong AI Masuk Desa

Ikan Kerapu RI Sudah Mendunia, Menkomdigi Dorong AI Masuk Desa

Indonesia telah mencapai prestasi gemilang dalam sektor perikanan, khususnya budidaya ikan kerapu yang kini telah mendunia. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan bahwa ikan kerapu Indonesia telah menjadi andalan dunia, menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar dengan kualitas terbaik. Prestasi ini tidak lepas dari dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat dalam mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

Menurut Suharso, Indonesia saat ini menjadi salah satu penyedia ikan kerapu terbesar di dunia dengan standar kualitas internasional. Ikan kerapu yang dibudidayakan di perairan Indonesia telah memenuhi persyaratan ekspor ke berbagai negara, termasuk pasar-pasar demanding seperti Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara di Eropa. "Kualitas ikan kerapu Indonesia sudah diakui dunia. Kita tidak hanya mengekspor dalam jumlah besar, tetapi juga dengan kualitas terbaik," ujarnya saat membuka acara Kebijakan Perikanan Tangkap dan Budidaya secara virtual.

Dukungan Teknologi untuk Pengembangan Perikanan

Untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi Indonesia sebagai penghasil ikan kerapu terdepan dunia, pemerintah terus mengembangkan berbagai inovasi teknologi. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung pengelolaan perikanan. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menekankan pentingnya integrasi AI dalam sektor perikanan, terutama di tingkat desa.

"Kami mendorong masuknya teknologi AI ke desa-desa di Indonesia, terutama untuk mendukung sektor perikanan. Dengan AI, para nelayan dan pembudidaya ikan dapat memperoleh informasi yang akurat tentang kondisi perairan, pola migrasi ikan, serta prakiraan cuaca yang dapat meningkatkan efisiensi dan hasil panen," jelas Johnny.

Penerapan AI di bidang perikanan di antaranya meliputi sistem pemantauan kualitas air secara real-time, deteksi dini penyakit pada ikan, serta optimasi pakan budidaya. Teknologi ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha perikanan skala kecil dan menengah untuk bersaing di tingkat global dengan memanfaatkan data yang tepat.

Program AI untuk Perikanan Tangkap dan Budidaya

Program pengembangan AI untuk sektor perikanan merupakan bagian dari Inovasi Indonesia Maju yang digulirkan pemerintah. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor perikanan melalui digitalisasi. Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mewujudkan visi ini.

"Kita sedang mengembangkan platform digital yang dapat diakses oleh para nelayan dan pembudidaya ikan di seluruh Indonesia. Platform ini akan menyediakan berbagai informasi mulai dari harga ikan, kondisi perairan, hingga tips budidaya terkini. Semuanya akan disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami bahkan bagi mereka yang belum terbiasa menggunakan teknologi," tambah Johnny.

Di sisi lain, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbangkan) Zulfikli menyatakan bahwa AI juga akan digunakan untuk mengoptimalkan manajemen sumber daya ikan. "Dengan data yang akurat, kita dapat menentukan zona budidaya yang tepat, mengatur jeda panen, serta melindungi habitat ikan secara lebih baik. Ini penting untuk memastikan keberlanjutan industri perikanan kita," jelasnya.

Tantangan dan Peluang

Meskipun potensinya besar, penerapan AI di sektor perikanan masih menghadapi beberapa tantangan. Infrastruktur digital yang belum merata di beberapa daerah serta keterbatasan literasi digital di kalangan nelayan dan pembudidaya menjadi hambatan utama. Namun, pemerintah optimistis dapat mengatasi masalah ini melalui pelatihan dan penyediaan infrastruktur yang memadai.

"Kami akan mulai dari desa-desa yang sudah memiliki akses internet yang baik. Kemudian secara bertahap kita akan perluas ke daerah lain. Selain itu, kita akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyediakan pelatihan teknologi bagi para pelaku usaha perikanan," ujar Menkominfo Johnny.

Dengan dukungan teknologi AI, Indonesia berharap dapat meningkatkan produksi ikan kerapu sekaligus mempertahankan posisi sebagai penghasil ikan berkualitas dunia. Integrasi teknologi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang unggul dan berkelanjutan.

Para ahli memprediksi bahwa penerapan AI di sektor perikanan dapat membuka peluang baru bagi Indonesia, baik dalam meningkatkan produksi maupun menambah nilai jual produk perikanan. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya akan menjadi produsen ikan terbesar, tetapi juga menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi perikanan di tingkat global.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter