03, 2026
Nasional

Jejak Irjen Pol Ahrie Sonta, Orang Kepercayaan Listyo Sigit yang Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/10/09/68e7c560bce65-profil-brigjen-ahrie-sonta_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jejak Irjen Pol Ahrie Sonta, Orang Kepercayaan Listyo Sigit yang Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Irjen Pol Ahmad Rizkie Sonta atau yang lebih dikenal sebagai Ahrie Sonta kini menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyadapan yang menjerat nama Prabowo Subianto. Dalam perjalanan karirnya, Ahrie Sonta dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Polri yang menjadi orang kepercayaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Jejak kariernya di institusi kepolisian menunjukkan seorang perwira yang memiliki peran penting di berbagai posisi strategis.

Ahrie Sonta lajaknya karir di Polri dimulai dari pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1990. Sejak saat itu, ia terus menempati berbagai jabatan dengan baik hingga mencapai pangkat Irjen Pol. Jejaknya di Polri mengalami peningkatan signifikan terutama setelah Listyo Sigit menjabat sebagai Kapolri. Ahrie Sonta dipercaya menempati posisi strategis di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri, yang merupakan posisi sangat sensitif di tubuh kepolisian.

Karir yang Menanjak di Lingkungan Polri

Sebelum menjadi tersangka dalam kasus penyadapan, Ahrie Sonta telah menempuh berbagai jenjang karir di Polri. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, posisi yang membuatnya langsung berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat ibu kota. Setelah itu, ia dikirim ke daerah sebagai Kapolda Jawa Barat, salah satu provinsi dengan jumlah personel terbesar di Indonesia.

Kiprah Ahrie Sonta semakin menonjol ketika ia dipanggil kembali ke Mabes Polri untuk menempati posisi di Propam. Divisi ini memegang peranan krusial dalam menjaga integritas dan profesionalisme anggota Polri. Posisi ini juga menjadikannya sebagai salah satu perwira terdekat dengan Kapolri. Hubungan dekat ini semakin diperkuat dengan kepercayaan yang diberikan Listyo Sigit kepada Ahrie Sonta dalam berbagai kebijakan strategis di tubuh Polri.

Keterlibatan dalam Kasus Penyadapan

Keterlibatan Ahrie Sonta dalam kasus penyadapan Prabowo Subianto menjadi momen yang mengejutkan dunia kepolisian Indonesia. Ia bersama beberapa perwira tinggi Polri lainnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Gabungan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Kasus ini bermula dari dugaan penyadapan terhadap komunikasi Prabowo Subianto yang dilakukan oleh oknum-oknum di tubuh Polri.

Dalam kasus ini, Ahrie Sonta diduga memainkan peran kunci dalam penyelenggaraan penyadapan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang telah dikumpulkan, Ahrie Sonta terlibat langsung dalam merencanakan dan melaksanakan aksi penyadapan terhadap berbagai komunikasi yang melibatkan Prabowo Subianto. Ia diduga menggunakan fasilitas dan infrastruktur Polri untuk melakukan kegiatan ilegal tersebut.

Respons dari Institusi dan Reaksi Publik

Penetapan Ahrie Sonta sebagai tersangka menimbulkan gempuran di tubuh Polri. Sebagai salah satu perwira tinggi yang dianggap sebagai orang dekat Kapolri, kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang kinerja sistem pengawasan di tubuh kepolisian. Listyo Sigit sendiri telah memberikan pernyataan bahwa pihaknya akan memberikan keadilan dalam kasus ini tanpa pandang bulu.

Kasus ini juga menimbulkan reaksi beragam dari publik. Sebagian kalangan memuji langkah KPK dan Bareskrim yang berani menyidik kasus ini hingga ke tingkat tinggi. Namun, ada pula yang menilai kasus ini memiliki dimensi politis mengingat Prabowo Subianto merupakan tokoh oposisi yang sering mengkritik pemerintah. Keterlibatan Ahrie Sonta, yang merupakan orang dekat Kapolri, menambah kompleksitas kasus ini.

Dampak pada Reputasi Polri

Keterlibatan perwira tinggi seperti Ahrie Sonta dalam kasus penyadapan pasti akan memberikan dampak serius pada citra Polri. Sebagai institusi yang seharusnya menjadi penegak hukum dan pelindung masyarakat, keterlibatan oknumnya dalam kegiatan ilegal seperti penyadapan tentu akan menurunkan kepercayaan publik. Kasus ini juga menunjukkan bahwa masih ada masalah struktural dalam pengawasan internal di tubuh Polri.

Saat ini, Ahrie Sonta telah ditahan oleh pihak berwajib guna proses penyidikan lebih lanjut. Ia menghadung ancaman pidana penjara yang cukup berat jika terbukti bersalah dalam kasus ini. Kasus penyadapan Prabowo Subianto yang melibatkan Ahrie Sonta ini masih dalam proses penyidikan dan akan menjadi cerminan bagi komitmen pihak berwajib dalam memberantas penyadapan yang meresahkan masyarakat.

Jejak karir Ahrie Sonta yang semula cerah kini tercoret oleh kasus ini. Sebagai perwira yang pernah menempati berbagai posisi strategis, keterlibatannya dalam kasus penyadapan menjadi pelajaran berharga bagi institusi Polri dalam melakukan reformasi internal guna membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter