KA Jayabaya Berhenti di Stasiun Comal Mulai Desember 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan perubahan jadwal operasional Kereta Api (KA) Jayabaya yang akan berlaku mulai Desember 2026. Salah satu perubahan signifikan adalah penghentian pemberhentian kereta di Stasiun Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian evaluasi terhadap performa penumpang dan efisiensi operasional kereta api.
Alasan Utama Penghentian Pemberhentian
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menjelaskan bahwa penghentian pemberhentian KA Jayabaya di Stasiun Comal merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan kereta api yang lebih luas. "Setelah melalui analisis mendalam terhadap data penumpang selama tiga tahun terakhir, kami menemukan bahwa tingkat pemberhentian penumpang di Stasiun Comal relatif rendah dibandingkan dengan stasiun lain yang dilewati KA Jayabaya," ujar Didiek dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (15/6).
Menurut data yang dikelola oleh KAI, rata-rata penumpang yang naik atau turun di Stasiun Comal hanya mencapai 15-20 orang per hari. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan stasiun-stasiun lain seperti Stasiun Tegal, Stasiun Pemalang, atau Stasiun Petarukan yang masing-masing memiliki rata-rata penumpang lebih dari 100 orang per hari.
Dampak pada Masyarakat Sekitar
Keputusan ini tentu akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di sekitar Stasiun Comal. Bupati Pemalang, Agus Susanto, menyatakan kekecewaannya atas keputusan KAI. "Stasiun Comal menjadi salah satu akses transportasi utama bagi masyarakat di beberapa kecamatan seperti Pemalang dan Ulujami. Penghentian pemberhentian KA Jayabaya akan membuat sulitnya masyarakat untuk mengakses layanan kereta api," ujar Bupati Agus.
Sebagai upaya mitigasi, KAI menyatakan akan meningkatkan frekuensi operasi kereta api lokal atau commuter line yang melayani rute Tegal-Semarang. Selain itu, pihak KAI juga berencana untuk meningkatkan layanan bus feeder yang menghubungkan Stasiun Comal dengan stasiun-stasiun besar di sekitarnya seperti Stasiun Tegal dan Stasiun Pemalang.
Tanggapan dari Kalangan Pelajar dan Pekerja
Penghentian pemberhentian KA Jayabaya di Stasiun Comal juga mendapat respons beragam dari kalangan pelajar dan pekerja yang rutin menggunakan kereta api. Siti Aminah, seorang mahasiswa di Universitas Negeri Semarang yang tinggal di Pemalang, mengaku kecewa dengan keputusan ini. "Saya menggunakan KA Jayabaya untuk berangkat kuliah setiap hari. Dengan penghentian pemberhentian di Stasiun Comal, saya harus turun di Stasiun Tegal dan naik angkot lagi, yang pasti memakan waktu dan biaya lebih," ujar Siti.
Di sisi lain, beberapa pekerja yang biasa menggunakan KA Jayabaya menyatakan paham dengan keputusan KAI. "Meskipun sedikit merepotkan, saya mengerti bahwa perusahaan harus mempertimbangkan aspek efisiensi operasional. Semoga dengan penyesuaian ini, layanan kereta api di rute lain bisa lebih baik," kata Budi Santoso, sepegawai swasta yang bekerja di Semarang.
Reaksi dari Kalangan Legislatif
DPRD Kabupaten Pemalang juga menanggapi keputusan KAI ini. Ketua Komisi B DPRD Pemalang, Ahmad Yani, menyatakan akan menggelar rapat dengar pendapat dengan pihak KAI untuk membahas dampak keputusan ini terhadap masyarakat. "Kami akan menyoroti aspek pelayanan publik dan akses transportasi bagi masyarakat. Jika memang ada dampak negatif yang signifikan, kami akan menyarankan agar KAI mempertimbangkan kembali keputusan ini," ujar Ahmad Yani.
Rencana Penyesuaian Jadwal
Menurut KAI, penghentian pemberhentian KA Jayabaya di Stasiun Comal akan berlaku mulai 1 Desember 2026. Sebelumnya, KA Jayabaya akan tetap berhenti di stasiun tersebut selama masa transisi selama enam bulan. Selama periode ini, KAI akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang perubahan jadwal dan penyesuaian layanan.
KAI juga berencana untuk memperbaiki fasilitas di stasiun-stasiun yang tetap menjadi pemberhentian KA Jayabaya guna meningkatkan kenyamanan penumpang. "Meskipun ada pengurangan pemberhentian, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada penumpang yang tetap menggunakan jasa kami," kata Didiek Hartantyo menutup konferensi pers.
Komentar (0)