Kapolri Jamin Pengamanan Demo Hari Ini Lebih Humanis
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pengamanan aksi demonstrasi yang digelar pada hari ini akan dilakukan secara lebih humanis. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7/2023).
Menurut Kapolri, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah preventif untuk memastikan bahwa aksi demonstrasi berjalan secara damai dan tertib. "Kita ingin menegaskan bahwa polisi akan tetap profesional dan humanis dalam mengawal setiap aksi demonstrasi. Tugas kita adalah menjaga ketertiban dan keamanan, bukan membatasi hak asasi warga untuk menyampaikan aspirasi," ujar Sigit.
Struktur Pengamanan Diperkuat
Dalam konferensi pers tersebut, Sigit menjelaskan bahwa struktur pengamanan untuk aksi demonstrasi hari ini telah diperkuat dengan personel dari Polda setempat dan Polda Metro Jaya. Sebanyak 5.000 personel polisi akan diterjunkan untuk mengamani jalannya aksi di sejumlah titik di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.
"Kita telah membagi zona-zona pengamanan yang jelas. Di setiap zona, akan ada satuan yang bertugas mengamankan jalur demonstrasi, satuan yang mengawal titik-titik vital, serta satuan yang siaga mengantisipasi potensi kerusuhan. Semua satuan tersebut akan bekerja koordinasi," jelas Sigit.
Persiapan Teknis dan Teknologi
Selain penempatan personel, Kapolri juga menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai persiapan teknis untuk mendukung operasi pengamanan. "Kita menggunakan sistem CCTV dan drone untuk monitoring secara real-time. Dengan teknologi ini, kita bisa lebih cepat merespons jika ada potensi kerawanan," ujarnya.
Lebih lanjut, Sigit menekankan bahwa polisi telah melakukan koordinasi dengan pihak penyelenggara aksi untuk menentukan jalur dan waktu yang aman bagi para demonstran. "Kita sudah berdialog dengan para penyelenggara. Tujuannya adalah agar aksi bisa berjalan damai tanpa menimbulkan gesekan dengan pengguna jalan lainnya," tambahnya.
Prinsip Humanis dalam Pengamanan
Kapolri menegaskan bahwa prinsip humanis akan menjadi landasan utama dalam setiap pengamanan aksi demonstrasi. "Kita akan menggunakan pendekatan persuasif dan dialog sebelum mengambil langkah-langkah yang lebih tegas. Penggunaan kekerasan akan menjadi opsi terakhir," tegas Sigit.
Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi para demonstran yang terlibat. "Setiap orang yang turun ke jalan dalam rangka menyampaikan aspirasi memiliki hak untuk dilindungi. Namun, di sisi lain, mereka juga diwajibkan untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku," jelasnya.
Dialog dengan Para Pemimpin Aksi
Sebelum hari H, Kapolri mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan dialog intensif dengan para pemimpin aksi demonstrasi. "Kita berkomunikasi secara terbuka dengan mereka. Kita mendengarkan aspirasi mereka sekaligus menjelaskan aturan main yang berlaku," kata Sigit.
Dialog tersebut, menurutnya, telah menghasilkan beberapa kesepakatan, termasuk penggunaan busana yang sopan, tidak membawa senjata tajam, serta menjaga agar aksi tidak melanggar hak orang lain. "Para pemimpin aksi juga sepakat untuk membantu mengarahkan para peserta agar tetap tertib," tambahnya.
Penegakan Hukum bagi Pelanggar
Meski menekankan pendekatan humanis, Kapolri tidak segan-segan menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menegakkan hukum bagi para pelanggar. "Jika ada orang yang melanggar hukum, baik dari sisi demonstran maupun dari sisi pengunjung jalan yang tidak terlibat aksi, kita akan menindaknya sesuai dengan aturan berlaku," tegas Sigit.
Ia mencontohkan bahwa jika ada demonstran yang melakukan tindak kekerasan, merusak properti, atau menghalangi aktivitas masyarakat lain, polisi akan mengambil langkah tegas. "Kita akan mengamankan mereka dan memproses sesuai hukum. Namun, kita akan tetap berusaha untuk menghindari benturan fisik selama masih ada ruang untuk dialog," pungkasnya.
Komentar (0)