26, 2026
Nasional

Kartu Merah Aleksandar Busnic Jadi Petaka Garudayaksa FC, Milos Joksic: Membuat Kami Tidak Berkutik

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kartu Merah Aleksandar Busnic Jadi Pukulan Telak bagi Garudayaksa FC

Pertandingan sepak bola Liga 1 Indonesia antara Persikabo 1973 melawan Garudayaksa FC menjadi sorotan tidak hanya karena gol-gol yang tercipta, tetapi juga karena insiden kartu merah yang diterima pemain Garudayaksa, Aleksandar Busnic. Insiden ini menjadi titik balik dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (15/7/2023) malam, dan akhirnya berujung pada kekalahan telak bagi tim asuhan Milos Joksic.

Busnic, bek asal Serbia tersebut, harus dikeluarkan oleh wasit pada menit ke-74 setelah mendapat kartu kuning kedua dalam pertandingan. Kartu kuning pertama diterimanya pada menit ke-32 karena pelanggaran terhadap pemain Persikabo 1973. Insiden krusial terjadi ketika Busnic melakukan tekel keras yang dianggap wasit sebagai pelanggaran yang berbahaya, sehingga membuatnya harus melihat kartu merah langsung.

Dampak Kartu Merah terhadang Jalannya Pertandingan

Kehilangan Busnic menjadi pukulan telak bagi Garudayaksa FC yang sudah bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-74. Dengan keunggulan numerik, Persikabo 1973 memanfaatkan situasi dengan maksimal. Tiga gol dicetak tim tuan rumah dalam rent waktu singkat, membuat skor akhir menjadi 4-1 untuk kemenangan Persikabo 1973.

Menurut pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, kehilangan Busnic membuat timnya tidak memiliki daya tahan untuk mempertahankan hasil imbang yang sedang mereka raih sebelum insiden tersebut terjadi. "Kartu merah untuk Busnic membuat kami tidak berkutik. Sebelumnya, kami sudah bermain baik dan bisa mempertahankan imbang. Namun dengan keunggulan pemain lawan, mereka mendominasi pertandingan," ujar Joksic usai pertandingan.

Joksic menambahkan bahwa timnya telah berusaha keras untuk membatasi peluang Persikabo 1973 bahkan setelah kehilangan satu pemain. Namun, ketiadaan Busnic di lini pertahanan membuat tim kesulitan mengatur pertahanan yang terorganisir. "Kami kehilangan keseimbangan setelah Busnic diusir. Para pemain lain sudah berusaha maksimal, tapi sulit melawan lawan yang bermain dengan keunggulan pemain," tuturnya.

Reaksi dari Pemain dan Ofisial Persikabo 1973

Sementara itu, pelatih Persikabo 1973, Dejan Antonic, mengaku senang dengan kemenangan timnya, terutama setelah mendapat keunggulan pemain di babak kedua. "Kartu merah lawan memberikan kami kesempatan emas untuk menguasai pertandingan. Para pemain menunjukkan mental juara dengan memanfaatkan situasi ini," ujar Antonic.

Pemain Persikabo 1973 yang mencetak dua gol dalam laga ini, Marko Simic, mengaku bahwa kartu merah lawan menjadi faktor penentu. "Tentu kami beruntung dapat keunggulan pemain. Tapi kami juga harus diacungi jempol karena terus menekan meski sudah unggul. Tidak ada yang bisa diprediksi dalam sepak bola, dan kami harus tetap fokus hingga peluit panjang," ujar Simic.

Analisis Insiden Kartu Merah

Beberapa analis sepak bola menilai bahwa kartu merah untuk Busnic mungkin dapat dihindari jika wasit memberikan pertimbangan lebih terkait situasi di lapangan. "Tekel yang dilakukan Busnic memang keras, tapi dalam situasi pertandingan yang sudah sengit, wasit seharusnya bisa mengendalikan emosi dan memberikan sanksi yang proporsional," kata analis sepak bola, Budi Santoso.

Sementara itu, bek Persikabo 1973, Ramdani Lestaluhu, mengaku tidak sengaja menimbulkan insiden yang menyebabkan Busnic mendapat kartu kedua. "Saya tidak berniat menimbulkan konfrontasi. Saya hanya berusaha mengamuni bola, dan mungkin ada kontak yang tidak sengaja terjadi. Saya turut menyesali kejadian itu karena berdampak pada kelanjangan pertandingan," ujar Ramdani.

Tinjauan Klasemen dan Dampak bagi Garudayaksa FC

Dengan hasil ini, Persikabo 1973 naik ke peringkat ke-6 klasemen sementara dengan 32 poin dari 20 pertandingan. Sementara itu, Garudayaksa FC tersisa di posisi ke-14 dengan 22 poin. Kekalahan ini membuat posisi Garudayaksa FC semakin genting, terutama dengan persaingan yang semakin ketat di bagian bawah klasemen.

Menurut Joksic, timnya harus segera bangkit dari kekalahan ini. "Kami harus fokus pada pertandingan berikutnya. Kekalahan ini pasti menyakitkan, tapi sebagai tim profesional, kita harus bisa bangkit cepat. Liga masih panjang, dan ada banyak kesempatan untuk memperbaiki posisi," tegas Joksic.

Insiden kartu merah Busnic menjadi pelajaran berharga bagi Garudayaksa FC mengenai pentingnya mengendalikan emosi di lapangan. Dengan sanksi yang berat yang diterima, tim ini harus menunjukkan ketangguhan mental untuk bisa bangkit dan meraih hasil positif di laga-laga selanjutnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter