26, 2026
Olahraga

Sassuolo Keteteran Tanpa Jay Idzes, Media Italia Ungkap Alasan Sang Bek Begitu Fundamental bagi Tim

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/12/08/69361fb876951-bek-timnas-indonesia-jay-idzes_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Sassuolo Keteteran Tanpa Jay Idzes, Media Italia Ungkap Alasan Sang Bek Begitu Fundamental bagi Tim

Performa Sassuolo di Serie A Italia mengalami penurunan drastis sejak kepergian Jay Idzes dari lapangan hijau. Kekalahan beruntun yang dialami oleh tim berjuluk Neroverde ini membuat para penggemar khawatir, terutama karena absennya sang bek asal Indonesia tersebut. Media Italia pun mulai mengungkap mengapa keberadaan Idzes begitu fundamental bagi performa timnya sejauh ini.

Idzes, yang bergabung dengan Sassuolo pada musim panas 2023, telah menjadi pilar utama di lini pertahanan klub. Kecerdasan taktis dan kemampuannya membaca permainan menjadi kunci utama bagi stabilitas pertahanan Sassuolo. Sebelum cedera yang memaksanya absen beberapa pekan terakhir, Idzes telah tampil impresif dalam 28 pertandingan di semua kompetisi, mencatatkan 4 clean sheet.

Peran Penting dalam Sistem Pertahanan Sassuolo

Menurut analisi dari beberapa media olahraga Italia seperti La Gazzetta dello Sport dan Tuttosport, gaya bermain Idzes yang tenang namun efektif menjadi kunci dalam sistem pertahanan tiga bek yang diterapkan pelatih Alessio Dionisi. Idzes mampu mengatur tempo pertahanan dengan baik, sering kali memutus serangan lawan sebelum benar-benar berbahaya.

"Kehadiran Idzes di lini pertahanan memberikan kedalaman dan stabilitas yang tak tergantikan," tulis La Gazzetta dello Sport dalam editorialnya. "Kemampuannya membaca permainan dan posisinya yang tepat sering kali menjadi faktor penentu dalam menjaga gawang Sassuolo tetap bersih." Media ini juga menyoroti bagaimana Idzes menjadi jembatan antara pertahanan dan lengan tengah, memfasilitasi transisi serangan dengan efisien.

Tuttosport menambahkan bahwa tanpa Idzes, Sassuolo kehilangan elemen krusial dalam mengatur pertahanan. "Ketika Idzes tidak ada, para bek lainnya tampak kebingungan dalam menentukan posisi dan membuat keputusan cepat di bawah tekanan," tulis media ini. "Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah gol yang kebobolan Sassuolo dalam beberapa pekan terakhir."

Dampak Absen terhadap Performa Tim

Data statistik memang menunjukkan penurunan performa Sassuolo sejak Idzes absen. Dalam 10 pertandingan terakhir tanpa Idzes, Sassuolo hanya meraih 1 kemenangan, dengan kebobolan mencapai 15 gol. Bandingkan dengan performa mereka saat Idzes tampil, di mana dalam 20 pertandingan awal musim, mereka hanya kebobolan 18 gol.

Para analis sepak bola Italia juga menyoroti bagaimana absen Idzes memengaruhi performa pemain lain. Bek tengah yang biasa berpasangan dengan Idzes, seperti Pedro Obiang, tampak kehilangan mitra yang andal dalam mengatur pertahanan. Sementara itu, lengan tengah seperti Davide Frattesi juga kehilangan opsi aman dalam memulai serangan dari belakang.

"Jay bukan hanya bek biasa, ia adalah direktur pertahanan yang bermain di lapangan," kata mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, dalam analisisnya untuk Sky Sport Italia. "Kehadirannya memberikan rasa percaya diri bagi seluruh lini pertahanan. Tanpa dia, Sassuolo kehilangan kompas di bagian belakang lapangan."

Kecemasan Sassuolo dan Prospek Pemulihan

Sassuolo sendiri mulai menunjukkan kecemasan atas kondisi Idzes. Manajemen klub telah berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan pemain internasional Indonesia ini bisa segera pulih. "Kami sedang bekerja keras untuk membawanya kesehatan dalam waktu secepat mungkin," ujar Direktur Olahraga Sassuolo, Giovanni Rossi.

Pelatih Dionisi juga mengakui pentingnya Idzes bagi timnya. "Jay adalah pemain kunci dalam sistem kami. Kehadirannya tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pemimpin di lini pertahanan," ujar Dionisi dalam konferensi pers usai kekalahan dari AC Milan.

Sementara itu, Idzes sendiri terlihat frustrasi dengan cedernya. Melalui akun media sosialnya, ia menulis: "Saya bekerja keras untuk segera kembali ke lapangan dan membantu tim kami meraih hasil positif. Sassuolo adalah rumah bagi saya, dan saya tidak sabar untuk kembali bermain bersama rekan satu tim."

Para penggemar Sassuolo di Italia maupun Indonesia pun memantau perkembangan Idzes dengan harap. Bagi banyak pendukung, pemain 22 tahun ini adalah simbol harapan bagi klub Serie A yang dikenal sebagai penghasil talenta muda. Dengan semakin banyaknya media Italia yang mengakui kontribusinya, kepercayaan diri Idzes sebagai pemain internasional semakin kuat, bahkan di kompetisi sepak bola tertinggi Eropa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter