25, 2026
Nasional

Kebakaran 3 Ruko di Suryakencana Bogor Diduga Dipicu Korsleting

Kebakaran terjadi di Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat. Wali Kota Dedie A Rachim menyebut kebakaran diduga diawali korsleting di salah satu ruko.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kebakaran 3 Ruko di Suryakencana Bogor Diduga Dipicu Korsleting

Kebakaran 3 Ruko di Suryakencana Bogor Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Sebuah kebakaran hebat menghanguskan tiga unit ruko di Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (15/3) dini hari. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik berhasil dikendalikan setelah beberapa jam dilakukan upaya pemadaman oleh tim pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kebakaran bermula sekitar pukul 02.00 WIB saat sebagian warga masih tidur. Api pertama kali muncul di salah satu ruko yang berada di ujung blok dan dengan cepat menjalar ke dua ruko lainnya yang berada berdampingan. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api semakin membesar disertai ledakan-ledakan kecil yang diduga berasal dari tabung gas LPG yang ada di dalam ruko-ruko tersebut.

"Saya terbangun karena ada suara ledukan, lalu lihat sudah ada api besar di ujung jalan. Api menjalar dengan cepat ke ruko sebelahnya," kata Ahmad, salah satu warga setempat yang menjadi saksi mata kejadian.

Setelah menerima laporan, puluhan personel Damkar Kota Bogor segera diterjunkan ke lokasi. Mereka menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air untuk membantu proses pemadaman. Api berhasil dikendalikan pukul 04.30 WIB setelah beberapa jam digempur air.

Penyebab Kebakaran Masih Investigasi

Kepala Damkar Kota Bogor, Eko Purwanto, mengatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Namun, berdasarkan hasil olah tempat kejadian (TKP) sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di salah satu ruko yang menjadi titik api pertama.

"Kami menemukan indikasi korsleting listrik di ruko yang pertama terbakar. Tapi kami masih perlu melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya," jelas Eko saat dihubungi wartawan.

Kerusakan Material Signifikan

Tiga ruko yang terbakar mengalami kerusakan signifikan. Atap dan dinding ruko-ruko tersebut ambruk akibat diguyur api. Seluruh isi ruko, termasuk barang dagangan dan perabotan, ludes terbakar. Diperkirakan kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.

"Ruko pertama dan ketiga yang berada di ujung blok hancur total, sedangkan ruko di tengah mengalami kerusakan sekitar 70 persen," ujar Eko.

Tidak Ada Korban Jiwa

Untungnya, dalam peristiwa kebakaran ini tidak ada korban jiwa. Sebelum kebakaran terjadi, para pemilik ruko dan warga di sekitar lokasi sudah berhasil menyelamatkan diri. Satu orang warga sempat mengalami luka ringan akibat terpeleset saat melarikan diri dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

Pemilik Ruko Kehilangan Usaha

Tiga ruko yang terbakar merupakan tempat usaha berbagai jenis usaha kecil. Ruko pertama yang menjadi titik api pertama merupakan toko elektronik, ruko kedua berfungsi sebagai warung makan, sedangkan ruko ketiga adalah salon kecantikan. Para pemilik ruko mengaku kehilangan segala usaha mereka akibat peristiwa ini.

"Saya sudah 10 tahun menjual elektronik di sini. Semua barang, dari yang paling mahal hingga yang murah, habis terbakar. Untungnya tidak ada korban jiwa, tapi materi saya ludes," kata Herman, pemilik toko elektronik yang terlihat bersedih di lokasi kejadian.

Peringatan untuk Kewaspadaan Kebakaran

Peristiwa kebakaran di Suryakencana ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik. Pihak Damkar menyarankan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan teratur instalasi listrik di rumah dan tempat usaha, serta tidak menggunakan alat listrik yang sudah rusak.

Kepala Damkar juga mengimbau agar masyarakat mempersiapkan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) di setiap rumah dan tempat usaha, serta mengetahui cara penggunaannya. Selain itu, penting juga untuk menyediakan jalur evakuasi yang jelas dan bebas dari halangan untuk memudahkan evakuasi saat terjadi kebakaran.

Pemkot Bogor Akan Evaluasi

Wali Kota Bogor, Bima Arya, yang datang langsung ke lokasi kebakaran mengatakan pemerintah kota akan mengevaluasi sistem penanganan kebakaran di wilayahnya. Ia juga menyampaikan bantuan untuk para pemilik ruko yang terkena dampak kebakaran.

"Kami akan berikan bantuan berupa sembako dan dana untuk membantu para pemilik ruko yang kehilangan usahanya. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kesiapan tim damkar dan sistem penanganan kebakaran di kota ini," kata Bima.

Untuk sementara, tiga ruko yang terbakar akan diblokir guna proses investigasi lebih lanjutan oleh tim Damkar dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor. Para pemilik ruko diberi waktu untuk mengambil barang-barang yang masih tersisa dari reruntuhan pasca api padam dan lokasi aman untuk dilakukan evakuasi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter