26, 2026
Teknologi

Komisi I DPR Khawatir Nasib WNI Usai Houthi Targetkan Makkah, Dorong RI Bersikap

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, khawatir tentang keselamatan WNI di Arab Saudi setelah serpihan rudal Houthi jatuh dekat Masjidil Haram.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Komisi I DPR Khawatir Nasib WNI Usai Houthi Targetkan Makkah, Dorong RI Bersikap

Komisi I DPR Khawatir Nasib WNI Usai Houthi Targetkan Makkah, Dorong RI Bersikap Tegas

Komisi I DPR RI menyoroti serangan rudal yang dilakukan kelompok Houthi di Yaman terhadap kota suci Makkah di Arab Saudi. Ancaman tersebut membuat komisi khawatir terhadap nasib Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi. Komisi I mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil sikap tegas dan menjaga keamanan warga negara di tengah ketegangan regional yang semakin memanas.

Targetkan Makkah Ancam Keamanan WNI

Ketua Komisi I DPR RI Bambang Wuryanto menyatakan serangan Houthi terhadap Makkah menjadi perhatian serius. Menurutnya, kota suci tersebut menjadi simbol spiritual umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. "Serangan terhadap Makkah tidak hanya mengancam stabilitas Arab Saudi, tetapi juga berdampak pada keamanan jutaan umat Islam, termasuk ratusan ribu WNI yang bekerja dan beribadah di sana," ujar Bambang dalam keterangannya.

Data Kementerian Luar Negeri menunjukkan ada sekitar 1,2 juta WNI yang bekerja di Arab Saudi, dengan sebagian besar berada di sektor perawatan kesehatan, konstruksi, dan jasa domestik. Kondisi ini membuat keamanan mereka menjadi prioritas bagi pemerintah Indonesia, terutama dengan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Dorong Pemerintah Sikap Tegas

Komisi I menekankan perlunya pemerintah mengambil sikap tegas terkait serangan Houthi. Sikap tersebut tidak hanya dalam bentukan pernyataan sikap, tetapi juga melalui langkah-langkah konkret untuk melindungi WNI. "Kita harus bersikap tegas dan konsisten menolak segala bentuk kekerasan terhadap tempat suci dan warga negara. Pemerintah perlu mengaktifkan mekanisme evakuasi darurat jika diperlukan," tambah Bambang.

Dalam rapat dengar pendapat dengan pejabat Kementerian Luar Negeri dan Badan Nasional Penanggulang Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu, Komisi I juga menyoroti pentingnya komunikasi yang intensif dengan pihak Arab Saudi. Pemerintah diminta memastikan seluruh WNI di wilayah tersebut mendapatkan informasi terkait situasi keamanan dan panduan yang jelas.

Situasi Timur Tengah Semakin Tegang

Situasi di Timur Tengah memang semakin memanas sejak konflik antara Israel dan Hamas memburuk. Kelompok Houthi, yang bersekutu dengan Iran, telah menyatakan dukungan terhadap Palestina dan melakukan beberapa serangan terhadap sasaran di Arab Saudi, termasuk fasilitas minyak dan bandara. Serangan terhadap Makkah menjadi puncak dari eskalasi tersebut.

"Ketegangan regional ini berpotensi meluas dan memengaruhi stabilitas di seluruh wilayah. Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis untuk memainkan peran aktif dalam mendorong perdamaian dan menekan eskalasi konflik," ujar Anggota Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam kesempatan terpisah.

Upaya Perlindungan WNI

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri telah mengimbau WNI di Arab Saudi untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang setempat. Kementerian juga menyatakan telah membuka posko darurat dan siap memberikan bantuan jika diperlukan.

"Kami terus memantau situasi secara intensif. Tim kami di Arab Saudi siap membantu WNI dalam situasi apa pun. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk memastikan keamanan seluruh warga, termasuk WNI," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha dalam keterangannya.

Sementara itu, Komisi I DPR RI berencana menggelar rapat dengar pendapat lanjutan dengan pihak terkait untuk membahas langkah-langkah konkret dalam melindungi WNI. Komisi juga akan mengevaluasi kebijakan pemerintah terkait perlindungan warga negara di luar negeri, terutama di daerah yang berpotensi konflik.

Peran Indonesia di Panggung Internasional

Dalam konteks internasional, Komisi I menekankan perlunya Indonesia memainkan peran konstruktif dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Indonesia, sebagai angkat non-blok dan negara dengan pengaruh di dunia Islam, dianggap memiliki posisi unik untuk menjadi perantara perdamaian.

"Kita harus aktif menggunakan diplomasi untuk menekan semua pihak agar menghentikan kekerasan dan kembali ke jalur dialog. Ini bukan hanya masalah keamanan regional, tetapi juga isu kemanusiaan yang melibatkan jutaan orang," tambah Bambang Wuryanto.

Dengan situasi yang semakin tidak menentu, perlindungan WNI menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Komisi I DPR RI akan terus mengawasi langkah-langkah yang diambil dan memastikan kepentingan warga negara terlindungi dengan baik di tengah gejolak politik global.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter