29, 2026
Nasional

Kursi Roda dari Pak Polisi Bawa Keceriaan bagi Bocah Fitri

Kursi roda dari Polri membawa kebahagiaan bagi Fitri, bocah penyandang disabilitas di NTT. Bantuan ini wujud kepedulian sosial dan harapan baru bagi keluarga.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kursi Roda dari Pak Polisi Bawa Keceriaan bagi Bocah Fitri

Kursi Roda dari Pak Polisi Bawa Keceriaan bagi Bocah Fitri

Sebuah kursi roda yang diberikan oleh seorang polisi kepada seorang bocah penderita disabilitas telah menjadi sumber keceriaan dan harapan baru bagi keluarga tersebut. Bocah bernama Fitri yang sejak lahir mengalami kesulitan dalam bergerak akhirnya bisa merasakan kebebasan bergerak berkat bantuan tak terduga dari seorang anggota kepolisian.

Fitri, usia 7 tahun, tinggal bersama orang tuanya di sebuah desa terpencil di Jawa Barat. Kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan untuk berjalan normal membuatnya harus bergantung pada bantuan orang lain dalam setiap aktivitas sehari-hari. Orang tua Fitri, yang bekerja sebagai petani, kesulitan menyediakan kursi roa untuk anaknya karena keterbatasan ekonomi.

Kondisi Fitri Sebelum Menerima Bantuan

Selama bertahun-tahun, Fitri harus berada di dalam rumah atau dibawa orang tuanya menggunakan selembar papan kayu yang diangkat-angkat. Kondisi ini membuatnya kesulitan bersekolah dan berinteraksi dengan anak seusianya. "Sering kali Fitri hanya menatap jendela melihat teman-temannya bermain di luar rumah. Dia sangat ingin ikut bermain, tapi tidak bisa," ucap ibu Fitri dengan suara penuh haru.

Kondisi fisik Fitri yang tidak memungkinkan untuk berjalan normal juga menjadi beban psikologis bagi keluarga. Orang tua Fitri merasa tidak mampu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Mereka berusaha keras mencari dana untuk membeli kursi roa, namun keterbatasan ekonomi membuat usaha mereka sia-sia.

Kedatangan Pak Polisi yang Mengubah Segalanya

Perubahan drastis terjadi ketika seorang polisi bernama Bripka Andi mengunjungi desa tersebut dalam rangka operasi kemanusiaan. Bripka Andi yang sedang melaksanakan tugas patroli di wilayah tersebut mendengar cerita tentang kondisi Fitri dari warga setempat.

"Saya tergerak hati melihat kondisi Fitri. Seorang anak yang seharusnya bermain dan bersekolah dengan bebas terpaksa terbatas karena keterbatasan fisik dan ekonomi keluarganya," ujar Bripka Andi. Tanpa berpikir panjang, ia memutuskan untuk membantu.

Bripka Andi kemudian menghubungi rekan-rekannya di kepolisian untuk meminta bantuan. Tidak membutuhkan waktu lama, ia berhasil mengumpulkan donasi berupa kursi roa yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan Fitri. Kursi roa tersebut disediakan oleh program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sebuah perusahaan swasta yang bekerja sama dengan kepolisian setempat.

Reaksi Fitri dan Keluarga

Saat pertama kali duduk di kursi roa baru, wajah Fitri bersinar ceria. Ia bisa merasakan kebebasan bergerak untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Fitri langsung mencoba mengayuh kursi roa dengan antusias, meskipun gerakannya masih belum terampil.

"Terima kasih Pak Polisi! Sekarang Fitri bisa bergerak sendiri dan bermain dengan teman-temannya. Ini adalah hadiah terbaik yang pernah kami terima," kata ayah Fitri dengan mata berkaca-kaca.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh tetangga sekitar. Mereka melihat hadirnya kursi roa sebagai bukti kepedulian dari aparat kepolisian. "Ini sangat menginspirasi. Kita belajar bahwa bantuan bisa datang dari mana saja, bahkan dari mereka yang kita kira hanya menegakkan hukum," kata salah seorang tetangga.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Kejadian ini tidak hanya membantu Fitri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Banyak warga yang terinspirasi untuk membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Munculnya kepedulian kolektif ini diharapkan dapat mendorong program-program serba di desa tersebut.

Kepala desa setempat mengapresiasi gestur Bripka Andi. "Ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga peduli dengan kesejahteraan masyarakat. Kita berharap ada lagi program serupa di masa depan," ujarnya.

Bripka Andi sendiri menyatakan bahwa ini adalah bagian dari tugasnya sebagai aparat kepolisian. "Kami tidak hanya berpatroli dan menegakkan hukum, tetapi juga harus dekat dengan masyarakat. Kehadiran kami di tengah masyarakat harus dirasakan manfaatnya," tambahnya.

Saat ini, Fitri bisa bersekolah dengan lebih nyaman dan berinteraksi dengan teman-temannya. Ia bahkan sudah menjadi idola di sekolahnya karena semangat dan ketekunannya meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Keluarga Fitri berharap dengan adanya kursi roa ini, anaknya dapat lebih mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian, masyarakat, dan pihak swasta dapat memberikan solusi nyata bagi masalah sosial di masyarakat. Banyak harapan bahwa program serupa dapat terus dikembangkan untuk membantu mereka yang membutuhkan di berbagai daerah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter