29, 2026
Nasional

Lelah Tagih Nafkah Anak ke Insanul Fahmi, Wardatina Mawa: Sudah di Titik Capek!

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/25/6add9b8e95058-insanul-fahmi-wardatina-mawa_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lelah Tagih Nafkah Anak ke Insanul Fahmi, Wardatina Mawa: Sudah di Titik Capek!

Wardatina Mawa, mantan istri Insanul Fahmi, mengungkap kelelahannya dalam meminta nafkah bagi anak mereka. Ia mengaku sudah mencapai titik kelelahan setelah berulang kali meminta tanggung jawab ayah terhadap anak mereka. Pernyataan ini disampaikan Wardatina melalui media sosialnya baru-baru ini.

Sebagaimana diketahui, hubungan antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa telah berakhir dengan perceraian. Meski demikian, kewajiban sebagai orang tua, terutama dalam memberikan nafkah, tetap menjadi tanggung jawab Insanul Fahmi. Namun, menurut Wardatina, upayanya untuk menagih hak anak ini ternyata tidak berjalan mulus.

"Sudah titik capek. Saya sudah berulang kali menghubungi dan meminta, tapi tidak ada respons yang memadai," tulis Wardatina dalam unggahan di media sosialnya. Ia menambahkan bahwa keadaan ini membuatnya sangat stres dan khawatir atas masa depan anak mereka.

Kisah Hubungan yang Berakhir

Hubungan Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa memang pernah menjadi perhatian publik. Mereka menikah pada tahun 2015 dan dikaruniai seorang anak. Namun, pernikahan mereka tidak bertahan lama dan akhirnya memutuskan untuk bercerai pada tahun 2019.

Setelah perceraian, keduah sepakat untuk membagi aset dan hak asuh anak. Menurut kesepakatan, Insanul Fahmi wajib memberikan nafkah bulanan untuk kebutuhan anak. Namun, Wardatina mengaku bahwa kesepakatan ini tidak terlaksana dengan baik.

"Saya tidak ingin ini menjadi perang, tapi hak anak tidak boleh diabaikan. Anak ini butuh perhatian dan dukungan finansial dari ayahnya," ujar Wardatina. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mencari konflik, hanya ingin yang terbaik untuk anaknya.

Upaya Penyelesaian

Sebelum membuat unggahan di media sosial, Wardatina mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. Ia sudah berulang kali menghubungi Insanul Fahmi melalui telepon dan pesan singkat, bahkan melalui perantara.

"Saya sudah sabar menunggu, tapi tidak ada perubahan. Saya tidak bisa melihat anak kesayangan kesulitan karena tidak adanya dukungan finansial dari ayahnya," tambahnya. Ia juga mengungkap bahwa beberapa kebutuhan penting anak sering kali terlantar karena keterbatasan dana.

Wardatina juga mengatakan bahwa dirinya sudah berusaha keras untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya. Ia bekerja ganda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun merasa tidak adil jika tanggung jawab tersebut hanya ditanggungnya sendirian.

Reaksi Publik

Unggahan Wardatina ini langsung mendapatkan perhatian dari publik. Banyak netizen yang mendukung sikapnya dan menyoroti pentingnya tanggung jawab orang tua terhadap anak.

"Sebagai ayah, wajib memberikan nafkah untuk anak. Tidak boleh membiarkan ibu bekerja sendirian," komentar seorang netizen. Sementara itu, ada pula yang mendorong Insanul Fahmi untuk segera memenuhi kewajibannya sebagai orang tua.

Beberapa ahli hukum juga mengomentari kasus ini. Menurut mereka, Insanul Fahmi wajib memenuhi kewajiban nafkah anak sesuai dengan kesepakatan perceraian atau putusan pengadilan jika ada. Jika tidak, Wardatina dapat mengajukan gugatan ke pengadilan untuk menegakkan hak anak.

Tanggung Jawab Orang tua

Kasus ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya tanggung jawab orang tua terhadap anak, terutama setelah perceraian. Nafkah tidak hanya berarti dukungan finansial, tetapi juga mencakup perhatian, kasih sayang, dan kehaduan emosional.

Dalam hukum Indonesia, kewajiban memberi nafkah anak diatur dalam Pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Acara Sipil (KUHPerdata). Ayah dan ibu wajib memberi nafkah kepada anak mereka sampai anak tersebut mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.

Untuk saat ini, Wardatina masih terus berjuang untuk hak anaknya. Ia berharap Insanul Fahmi bisa sadar akan kewajibannya dan segera memenuhi kebutuhan anak. "Saya tidak mau anak tumbuh dalam lingkungan di mana ayahnya tidak peduli. Anak ini layak mendapatkan yang terbaik," tutupnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter