26, 2026
Internasional

Lukisan Tertua di Dunia Terancam Musnah Dilalap Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Indonesia berisiko merusak lukisan gua tertua di dunia, termasuk karya yang diperkirakan berusia lebih dari 67.000 tahun.]]>

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lukisan Tertua di Dunia Terancam Musnah Dilalap Kebakaran Hutan

Lukisan Tertua di Dunia Terancam Musnah Dilalap Kebakaran Hutan

Sebuah karya prasejarah berupa lukisan gua yang diyakini sebagai lukisan tertua di dunia kini berada dalam bahaya musnah akibat kebakaran hutan yang melanda wilayah tersebut. Lukisan berusia 45.000 tahun ini terletak di gua Leang Tedongnge di Sulawesi Selatan, Indonesia, menjadi korban potensial dari bencana alam yang semakin marak akibat perubahan iklim.

Karya Prasejarah Bersejarah

Lukisan gua yang menggambarkan babi hutan dengan ekornya terangkat ini pertama kali ditemukan pada 2017 oleh tim peneliti dari Indonesia dan Australia. Karya seni prasejarah ini diukur berusia 45.440 tahun menurut analisis radiokarbon, menjadikannya contoh seni figuratif tertua yang pernah ditemukan di dunia. Lukisan ini menggambarkan seekor babi hutan (Sus celebensis) dalam posisi berdiri dengan ekunya yang berwarna putih terangkat ke atas. Di samping lukisan babi terdapat tangan manusia yang dicetak dengan warna merah, serta dua hewan lain yang belum bisa diidentifikasi secara pasti.

Penemuan ini membuktikan bahwa tradisi seni figuratif manusia modern modern (Homo sapiens) telah berkembang di Indonesia Timur sebelumnya diperkirakan, dan mungkin merupakan bagian dari migrasi awal manusia dari Asia ke Australia. Lukisan ini juga menunjukkan bahwa kecerdasan dan ekspresi seni manusia purba jauh lebih kompleks daripada yang sebelumnya dipercaya.

Kebakaran Hutan Mengancam Warisan Budaya

Wilayah di sekitar gua Leang Tedongnge saat ini dilanda kebakaran hutan yang meluas. Api yang tak terkendali telah mendekat area penemukan lukisan gua, menimbulkan kekhawatiran besar akan kelangsungan hidup warisan budaya prasejarah yang tak ternilai ini. Petugas pemadam kebakaran setempat telah berusaha keras untuk mengendalikan api namun kondisi cuaca yang panas dan kering serta angin kencu membuat upaya ini menjadi semakin sulit.

Kebakaran hutan di Sulawesi Selatan bukanlah kejadian tunggal. Wilayah Indonesia dan kawasan Asia Tenggara secara umum menghadapi musim kebakaran hutan yang semakin intensif setiap tahun, terutama pada musim kemarau. Selain mengancam warisan budaya, kebakaran hutan ini juga berdampak buruk pada ekosistem lokal, kualitas udara, dan kesehatan masyarakat sekitar.

Upaya Pemeliharaan dan Pelestarian

Pemerintah setempat bersama para ahli arkeologi dan konservasi sedang berupaya sekuat tenaga untuk menyelamatkan lukisan gua dari ancaman api. Tim khusus telah dibentuk untuk memantau kondisi sekitar gua dan mempersiapkan langkah-langkah darurat jika api benar-benar mendekat area kultural sensitif ini.

Lukisan gua Leang Tedongnite bukan-satunya warisan prasejarah yang terancam. Di seluruh dunia, ratusan situs arkeologi dan gua berlukisan bersejarah berada dalam risiko akibat perubahan iklim, aktivitas manusia yang merusak, dan bencana alam. Kasus ini menyoroti perlunya strategi pelestarian yang lebih komprehensif untuk melindungi warisan budaya manusia dari ancaman zaman modern.

Dampak Perubahan Iklim dan Solusi Jangka Panjang

Para ilmuwan menghubungkan semakin maraknya kebakaran hutan di Indonesia dengan perubahan iklim global. Peningkatan suhu rata-rata, perubahan pola hujan, dan kondisi cuaca ekstrem membuat vegetasi menjadi lebih rentan terhadap kebakaran. Di sisi lain, kebakaran hutan sendiri melepaskan emisi karbon besar yang memperburut perubahan iklim, menciptakan siklus setan yang sulit dipatahkan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah berkomitmen untuk memperkuat upaya pelestarian warisan budaya dan mengurangi dampak perubahan iklim. Namun, kebutuhan akan aksi yang lebih cepat dan komprehensif semakin mendesak mengingat ancaman yang semakin nyata terhadap situs-situs bersejarah seperti lukisan gua tertua di dunia ini.

Lukisan gua Leang Tedongnite berdiri sebagai saksi bisu peradaban manusia purba dan anugerah tak ternilai bagi warisan manusia. Ancaman yang menghampirinya saat ini mengingatkan kita akan betapa rentannya warisan budaya kita terhadap bencana alam yang semakin tidak terkendali. Nasib lukisan ini mungkin menjadi cerminan dari masa depan warisan manusia di bumi yang terus berubah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter