Madueke: Mac Allister Memancingku agar Dikartu Merah!
Dalam pertandingan sengit antara Liverpool dan Brighton di Premier League Minggu ke-28, insiden yang melibatkan Mac Allister dan Madueke menjadi sorotan. Pemain Brighton, Madueke, mengungkap bahwa ia merasa Mac Allister sengaja memancingnya untuk mendapatkan kartu merah setelah terjadi kontak fisik di tengah lapangan.
Insiden tersebut terjadi saat babak pertama berjalan sekitar 30 menit. Madueke yang tengah menguasai bola di sisi kanan pertahanan Liverpool, mencoba untuk memotong pertahanan The Reds. Dalam situasi itu, Mac Allister datang dari sisi dan melakukan tekel yang dianggap Madueke tidak perlu.
"Saya melihat Mac Allister mendatangi saya dengan ekspresi wajah tertentu. Dia melihat saya dan melakukan tekel yang sangat lambat dan tidak perlu," ujar Madueke sesaat setelah pertandingan berakhir.
Setelah terjatuh, Madueke bangkit dan segera mendekati wasit untuk mengeluhkan perilaku Mac Allister. Namun, wasit hanya memberikan kartu kuning untuk Mac Allister, sementara Madueke sendiri mendapat peringatan keras karena menunjukkan reaksi berlebihan.
"Saya yakin dia mencari kartu merah untuk saya. Dia melihat saya dan memilih untuk melakukan kontak di area itu. Saya tahu dia adalah pemintal yang baik, tetapi dalam situasi itu, dia tidak perlu melakukan itu," tambah Madueke yang tampak frustrasi.
Pelatih Brighton, Roberto De Zerbi, juga memberikan komentar mengenai insiden tersebut. Menurutnya, pemainnya tidak sengaja melakukan kesalahan, tetapi ia mengakui bahwa tekel Mac Allister cukup berbahaya.
"Mac Allister adalah pemain yang berbakat, tetapi tekelnya pada Madueke tidak perlu. Saya tidak berpikir itu adalah kartu merah, tetapi wasit telah membuat keputusannya," ujar De Zerbi.
Reaksi dari Pihak Liverpool
Sementara itu, pelatih Liverpool, Jürgen Klopp, membela tindakan Mac Allister. Menurutnya, tekel yang dilakukan oleh pemain internasional Argentina itu adalah bagian dari permainan normal dan tidak ada niat buruk di baliknya.
"Alex adalah pemain yang kompetitif. Dia ingin menang dan bermain dengan keras. Saya tidak melihat ada niat buruk dalam tekelnya itu. Madueke adalah pemain yang cepat, dan Alex hanya mencoba untuk menghentikan gerakannya," jelas Klopp.
Mac Allister sendiri mengaku tidak sengaja menyentuh Madueke dengan keras. Ia menegaskan bahwa ia hanya ingin menyingkirkan bola dan tidak berniat melukai pemain lawan.
"Saya tidak bermaksin untuk melukai siapa pun. Saya hanya melihat bola dan mencoba untuk merebutnya. Ternyata Madueke berada di jalur bola, dan kami bertabrakan. Saya minta maaf jika dia merasa terluka," ujar Mac Allister.
Dampak Insiden
Insiden tersebut tentu saja memberikan dampak pada jalannya pertandingan. Setelah insiden itu, kedua tim terlihat lebih emosional dan terjadi beberapa bentrokan verbal di tengah lapangan.
Brighton akhirnya unggul 2-1 dari Liverpool ber gol dari Pascal Gross dan Evan Ferguson. Sementara itu, gol Liverpool dicetak oleh Cody Gakpo.
Dengan hasil ini, Brighton tetap berada di posisi ke-12 klasemen sementara dengan 35 poin, sementara Liverpool tertinggal 10 poin dari Manchester City di puncak klasemen dengan 62 pisa.
Wasit utama pertandingan tersebut, Michael Oliver, telah mengakui bahwa ia mempertimbangkan untuk memberikan kartu merah untuk Mac Allister, tetapi setelah melihat ulang insiden, ia menganggap bahwa kartu kuning sudah cukup.
"Saya melihat insiden itu dan saya pikir itu adalah tekel yang cukup keras, tetapi tidak berbahaya secara berlebihan. Saya tidak melihat ada niat untuk melukai pemain lawan, jadi saya memutuskan untuk memberikan kartu kuning," jelas Oliver.
Insiden ini tentu saja akan menjadi pembicaraan hangat di minggu-minggu mendatang. Bagi Madueke, ia merasa bahwa ia menjadi korban dari rencana Mac Allister untuk membuatnya diusir dari lapangan. Sementara itu, Liverpool dan Mac Allister menepis tuduhan tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari persaingan normal dalam sepak bola.
Komentar (0)