29, 2026
Nasional

Pemulihan Pascabencana Sumatera: Jalan Nasional Pulih, Huntap Terus Dibangun

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pemulihan Pascabencana Sumatera: Jalan Nasional Pulih, Huntap Terus Dibangun

Proses pemulihan pasca gempa dan bencana alami di Sumatera Barat dan sekitarnya terus berjalan dengan baik. Infrastruktur vital, terutama jaringan jalan nasional yang rusak akibat bencana, telah direhabilitasi secara maksimal. Sementara itu, program hunian tanggap darurat (huntap) terus dikembangkan untuk menampung korban bencana yang masih membutuhkan tempat tinggal sementara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa rehabilitasi jalan nasional yang rusak akibat gempa dan longsor telah mencapai 90 persen. "Kami fokus pada ruas jalan yang menjadi akses utama bagi masyarakat dan logistik bantuan. Saat ini, 12 ruas jalan kritis telah dibuka kembali untuk kendaraan," jelasnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kantor gubernur, Rabu (15/3).

Rehabilitasi Infrastruktur Jalan

Rehabilitasi jalan nasional di Sumatera Barat menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan pusat. Dari total 32 ruas jalan yang rusak akibat gempa berkekuatan 6,2 SR pada Januari lalu, sebanyak 28 ruas telah berhasil diperbaiki. Sisanya masih dalam tahap finishing dan diperkirakan akan rampung dalam waktu dua minggu ke depan.

"Tim teknis kami bekerja 24 jam untuk memastikan akses jalan terbuka secepat mungkin. Kami menggunakan material berkualitas tinggi untuk memastikan daya tahan jalan lebih lama," ujar Fauzi menambahkan. Pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp150 miliar untuk rehabilitasi jalan nasional di provinsi ini.

Selain jaringan jalan, infrastruktur lain seperti jembatan dan saluran irigasi juga direhabilitasi. Dari 45 jembatan yang rusak, 37 telah diperbaiki dan 8 sisanya masih dalam proses perbaikan. "Jembatan menjadi urgen karena menjadi penghubung antar desa yang terisolasi akibat bencana," jelasnya.

Program Hunian Tanggap Darurat

Sementara itu, program pembangunan huntap terus berlanjut untuk menangani kebutuhan hunian korban bencana. Hingga saat ini, telah dibangun 1.500 unit rumah sederhana yang tersebar di 5 kabupaten terdampak terparah, yaitu Pesisir Selatan, Pasaman, Agam, Solok, dan Padang Pariaman.

Kepala Bidang Perumahan Dinas PUPR, Maya Sari, mengatakan bahwa pembangunan huntap menggunakan konsep desain yang aman dan tahan gempa. "Setiap unit rumah dibangun dengan struktur baja ringan dan menggunakan material ringan namun kuat. Kami juga memastikan lokasi huntap tidak berada di zona rawan bencana," paparnya.

Program huntap ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga swasta dan donatur internasional. Targetnya adalah membangun total 5.000 unit huntap dalam jangka waktu satu tahun ke depan.

Supporting Economic Recovery

Pemulihan infrastruktur tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pada pemulihan ekonomi masyarakat. Pemerintah memberikan stimulus usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah terdampak melalui program pembiayaan dengan bunga rendah.

"Kami menyediakan dana sebesar Rp50 miliar untuk mendukung 2.000 UMKM di 5 kabupaten terdampak. Dana ini digunakan untuk modal kerja, bahan baku, atau perbaikan usaha yang rusak akibat bencana," jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Budi Santoso.

Selain itu, pemerintah juga membuka pusat layanan khusus bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan konsultasi bisnis, pelatihan keterampilan, dan akses pasar. "Tujuannya adalah mempercepat pemulihan ekonomi lokal yang terhambat akibata bencana," tambahnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Yuddy Chrisnandi, menyatakan bahwa pemulihan pasca bencana membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait. "Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses pemulihan ini. Dengan dukungan bersama, kami yakin Sumatera Barat akan pulih lebih cepat," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter