Bentrokan 2 Kelompok Warga di Palu Pecah, 1 Orang Tewas
Kerusuhan antara dua kelompok warga di Kota Palu, Sulawesi Tengah, memakan korban jiwa. Bentrokan yang terjadi pada Rabu (12/7) sore itu mengakibatkan seorang pria tewas dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Kepala Kepolisian Resor (Polres) Palu AKBP Budi Santoso mengatakan, konflik bermula dari adanya perselisihan antara dua kelompok warga di Jalan Veteran, Kelurahan Tondo.
"Konflik itu bermula dari adanya cekcok antara dua orang yang kemudian meluas menjadi bentrokan antar kelompok," jelas Budi Santoso saat dikonfirmasi, Kamis (13/7). Menurutnya, korban tewas identitasnya diketahui sebagai Andi (35), warga Kelurahan Tondo.
Kronologi Bentrokan
Berdasarkan keterangan saksi mata, konflik bermula ketika dua orang warga sedang bertengkar di depan warung makan. Kericuhan itu kemudian meluas dan melibatkan anggota kelompok masing-masing. "Awalnya hanya adanya cekcok antara dua orang, lalu masing-masing pihak menghubungi rekan untuk datang membantu," ujar seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya.
Polisi mendapat laporan adakah keributan sekitar pukul 16.00 WITA. Tim patroli Polres Palu segera diterjunki ke lokasi. Namun saat tiba di lokasi, keributan sudah mereda dan kedua kelompok telah pergi meninggalkan korban di lokasi kejadian.
"Saat tim polisi tiba, kondisi sudah tidak ada lagi keributan. Namun kami menemukan korban tergeletak di jalan dengan luka tusuk di bagian tubuhnya," tambak Budi Santoso.
Proses Penyelidikan
Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie Palu untuk mendapat perawatan medis. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil dan korban dinyatakan tewas pada pukul 17.30 WITA.
Polisi telah mengamankan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. "Kami sudah mengamankan beberapa saksi untuk membantu proses penyelidikan. Saat ini tim penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti di lapangan," jelas Budi Santoso.
Polisi masih menyelidiki motif pasti yang menjadi pemicu bentrokan tersebut. Namun diduga konflok tersebut terkait dengan masalah personal yang kemudian meluas menjadi tawuran antar kelompok.
Respons Pemerintah Daerah
Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyayangkan terjadinya kejadian bentrokan yang mengakibatkan korban jiwa. Ia meminta aparat keamanan untuk segera menyelesaikan kasus ini.
"Saya minta aparat keamanan segera menangkap para pelaku dan memberikan hukuman yang sepadan. Jangan sampai hal seperti ini terulang kembali di tengah masyarakat," ujar Longki Djanggola.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyelesaikan masalah dengan cara damai. "Jangan memanfaatkan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Gunakan jalur hukum jika ada perselisihan," tambahnya.
Langkah Pencegahan
Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Muhammad Yunus, mengatakan pihaknya akan memfasilitasi dialog antar kelompok warga yang berselisih untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
"Kami akan memfasilitasi pertemuan antar pihak yang bertikai untuk menyelesaikan masalah secara damai. Harapan kita agar tidak ada lagi korban jiwa akibat konflik semacam ini," jelas Yunus.
Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam keributan tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi seputat kejadian untuk melapor ke pihak berwajib.
"Kami berharap agar masyarakat tidak panik dan tetap menjaga kondisi keamanan. Kepolisian akan menindak tegas setiap pihak yang meresahkan keamanan," pungkas Budi Santoso.
Komentar (0)