29, 2026
Teknologi

Karangan Bunga atas Setahun Matinya Eskalator Stasiun Bojonggede

Warga Stasiun Bojonggede protes dengan karangan bunga usai eskalator mati setahun. Dinas Perhubungan perbaiki mulai hari ini.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Karangan Bunga atas Setahun Matinya Eskalator Stasiun Bojonggede

Karangan Bunga Menandai Setahun Eskalator Stasiun Bojonggede Tak Berfungsi

Sebuah karangan bunga ditempatkan di depan eskalator yang sudah lama tidak berfungsi di Stasiun Bojonggede, menandai tepat satu tahun fasilitas tersebut terpaksa diamankan. Aksi simbolis ini dilakukan oleh para penumpang kereta api yang merasa frustrasi dengan kondisi yang terus dibiarkan tanpa solusi jelas dari pihak PT KAI Commuter Indonesia.

Eskalator yang terletak di area exit stasiun tersebut telah tidak beroperasi selama 12 bulan terakhir sejak Agustus 2022. Meski sering dilaporkan oleh penumpang, hingga kini fasilitas yang seharusnya memudahkan perjalanan penumpang terutama bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas ini masih dalam kondisi rusak dan tidak digunakan.

Kondisi Eskalator dan Dampaknya pada Penumpang

Berdasarkan observasi di lapangan, eskalator yang berada di sisi utara stasiun tersebut kondisinya memprihatinkan. Beberapa bagian dari eskalator tampah rusak parah, dengan beberapa tangki yang sudah tidak berfungsi dan berkarat. Selain itu, beberapa panel penutup juga telah lepas dan berpotensi membahayakan penumpang.

Kondisi ini membuat para penumpang terpaksa harus menggunakan tangga biasa yang sempit untuk naik turun. Terlebih pada jam-jam sibuk, antrean seringkali memanjang di area tangga tersebut. Kondisi ini menjadi semakin berat ketika hujan turun, di mana tangga menjadi licin dan berbahaya bagi para penumpang.

"Sudah setahun ini eskalator tidak jalan, padahal stasiun ini sangat padat. Saya sering lihat lansia dan ibu hamil kesulitan naik turun tangga. Bahkan ada yang terpeleset karena tangga licin," ujar Ahmad, salah satu penumpang reguler rute Bogor-Jakarta yang sudah lima tahun bekerja di Jakarta.

Respon dari PT KAI Commuter Indonesia

Sejumlah penumpang telah mengeluhkan kondisi ini melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial hingga secara langsung ke petugas di loket stasiun. Namun, hingga kelas belum ada kejelasan kapan eskalator akan diperbaiki.

Dari informasi yang dihimpun, PT KAI Commuter Indonesia telah menyatakan bahwa proses perbaikan sedang berlangsung. Namun, hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan yang dapat disaksikan oleh penumpang. Beberapa sumber internal menyebutkan bahwa masalah utama terletak pada sulitnya mendapatkan suku cadang yang sesuai untuk eskalator tersebut.

"Kami memahami keluhan penumpang mengenai eskalator di Stasiun Bojonggede. Proses perbaikan memang sedang berlangsung, namun terkendala beberapa hal termasuk proses pengadaan suku cadang yang membutuhkan waktu," ujar salah sepetugas humas PT KAI Commuter Indonesia yang meminta tidak disebutkan namanya.

Reaksi Komunitas dan Harapan Penumpang

Aksi penempatan karangan bunga ini merupakan bentak protes simbolis dari para penumpang yang sudah kehilangan kesabaran. Komunitas pecinta kereta api sekitar Bogor-Jakarta juga turut mendukung aksi ini dengan menyebarluaskan informasi melalui media sosial agar permasalahan ini mendapat perhatian lebih.

"Kami tidak meminta hal yang berlebihan, hanya ingin fasilitas publik yang sudah dibayar pajaknya dapat berfungsi dengan baik. Ini hak kita sebagai pengguna jasa," kata Budi, salah satu aktivis komunitas pecinta kereta api.

Dari sisi manajemen operasional, staf stasiun Bojonggede telah melakukan upaya mitigasi dengan menempatkan petugas di lokasi eskalator untuk mengarahkan penumpang menggunakan tangga. Selain itu, pemberian peringatan bahaya juga telah dipasang di sekitar area tersebut.

Para penumpang berharap agar PT KAI Commuter Indonesia dapat segera menyelesaikan masalah ini. Mereka menilai bahwa kondisi eskalator yang rusak selama setahun merupakan indikasi kurangnya perhatian terhadap kenyamanan dan keselamatan penumpang.

"Satu tahun sudah terbuang sia-sia dengan eskalator yang tidak berfungsi. Harapannya segera ada kepastian kapan perbaikan akan selesai, bukan janji-janji yang tak terwujud," tutup salah seorang penumpang yang biasa naik kereta setiap hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter