02, 2026
Teknologi

Pengguna Internet Dunia Tembus 6,15 Miliar, 2,17 Miliar Orang Masih Offline

Jumlah pengguna internet global capai 6,15 miliar pada Oktober 2026, dengan 2,17 miliar orang masih offline. Pertumbuhan internet terus berlanjut meski lambat.]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pengguna Internet Dunia Tembus 6,15 Miliar, 2,17 Miliar Orang Masih Offline

Pengguna Internet Dunia Tembus 6,15 Miliar, 2,17 Miliar Orang Masih Offline

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di seluruh dunia telah mencapai 6,15 miliar orang pada awal tahun 2024. Angka ini setara dengan 76,6% dari total populasi global yang berjumlah sekitar 8 miliar jiwa. Meskipun pertumbuhan internet terus meningkat, masih terdapat sekitar 2,17 miliar orang atau 27,4% populasi dunia yang belum terjangkau oleh akses internet.

Pertumbuhan Internet di Berbagai Wilayah

Wilayah Amerika Utara mencatat tingkat penetrasi internet tertinggi di dunia dengan 92,2% populasi memiliki akses internet. Diikuti oleh Eropa dengan 88,3% dan Amerika Latin dan Karibia dengan 73,5%. Sementara itu, Afrika memiliki tingkat penetrasi terendah dengan hanya 37,5% populasi yang terhubung ke internet.

Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Negara-negara seperti Indonesia, Vietnam, dan Filipina mengalami lonjakan pengguna internet berkat akses harga yang lebih terjangkau dan infrastruktur digital yang semakin baik. Namun, masalah kesenjangan digital masih menjadi tantangan utama di daerah pedesaan dan wilayah terpencil.

Faktor yang Mendorong Pertumbungan Pengguna Internet

Beberapa faktor utama mendorong pertumbuhan pengguna internet secara global. Pertama, semakin murahnya akses internet berkat persaingan antar penyedia layanan dan pengembangan teknologi seperti 4G dan 5G. Kedua, semakin maraknya perangkat murah seperti smartphone yang memungkinkan lebih banyak orang untuk terhubung ke internet.

Salah satu penggerak utama adalah pandemi COVID-19 yang memaksa banyak orang untuk beralih ke aktivitas digital untuk bekerja, belajar, dan berinteraksi sosial. Situasi ini secara drastis meningkatkan permintaan akan akses internet di seluruh dunia.

Tantangan dalam Menutupi Kesenjangan Digital

Terlepas dari pertumbungan yang positif, masih banyak tantangan dalam mencapai inklusi digital global. Isu utama adalah ketidakmerataan akses internet antara daerah perkotaan dan pedesaan. Di banyak negara berkembang, infrastruktur internet di pedesaan seringkali tidak memadai atau bahkan tidak tersama sama sekali.

Biaya masih menjadi penghalang utama bagi banyak orang, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah. Meskipun harga perangkat dan layanan internet telah turun, biaya tersebut masih dianggap mahal bagi sebagian besar penduduk di negara-negara tersebut.

Selain itu, kurangnya literasi digital juga menjadi hambatan. Banyak orang yang memiliki akses internet namun tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menggunakannya secara efektif dan aman.

Upaya Global untuk Meningkatkan Akses Internet

Berbagai inisiatif global telah diluncurkan untuk memperluas akses internet. Program seperti Internet.org dari Facebook (sekarang Meta) dan Project Loon dari Google bertujuan untuk menyediakan akses internet ke daerah terpencil. Pemerintah di berbagai negara juga telah mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk mempercepat penetrasi internet.

Di Indonesia, misalnya, pemerintah melalui program Indonesia Terkoneksi berupaya memperluas jaringan internet ke seluruh pelosok negeri. Program ini melibatkan kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan, dan komunitas lokal untuk membangun infrastruktur digital di daerah terpencil.

Masa Depan Akses Internet Global

Proyeksi menunjukkan bahwa pertumbungan pengguna internet akan terus berlanjut, meskipun pada laju yang lebih lambat. Diperkirakan pada tahun 2030, hampir 90% populasi dunia akan memiliki akses internet. Namun, mencapai sisa 10% akan menjadi tantangan terbesar karena berada di daerah yang paling sulit dijangkau dan termiskin.

Peran satelit internet seperti Starlink dari SpaceX dan OneWeb diperkirakan akan memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan akses internet di daerah terpencil. Teknologi ini diharapkan dapat mengatasi batasan geografis yang dihadapi oleh infrastruktur konvensional.

Dengan demikian, meskipun kemajuan teknologi telah memungkinkan miliaran orang terhubung ke internet, tantangan nyata dalam mencapai inklusi digital global masih sangat besar. Butuh upaya yang berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang tertinggal dalam era digital yang semakin berkembang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter