02, 2026
Teknologi

Saksi Sebut Truk Molen Tabrak Kerumunan di Bekasi Melaju Kencang Tanpa Klakson

Kecelakaan tragis di Bekasi melibatkan truk molen yang diduga rem blong, menewaskan 6 orang dan melukai 6 lainnya, termasuk anak-anak.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Saksi Sebut Truk Molen Tabrak Kerumunan di Bekasi Melaju Kencang Tanpa Klakson

Truk Molen Tabrak Kerumunan di Bekasi, Saksi Sebut Pengemudi Tak Bunyikan Klakson

Insiden tragis menimpa warga di Jalan Raya Bekasi, tepatnya di dekat Pasar Traditional Pondok Gede, Rabu (15/3) siang. sebuah truk molen menabrak kerumutan warga yang sedang menunggu angkutan umum. Menurut keterangan saksi mata, truk tersebut dikendarai dengan kecepatan tinggi tanpa bunyi klakson sebelum menabrak korban.

Kepala Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. "Korban yang terdiri dari 10 orang luka-luka telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat," ujar Sambodo saat dikonfirmasi.

Kronologi Kejadian

Menurut Sambodo, truk molen yang sedang mengangkut material bangunan itu melaju dari arah Jakarta menuju Bekasi. "Truk tersebut dikemudikan oleh HS, seorang pria berusia 35 tahun. Saat melalui lokasi kejadian, truk tersebut dikatakan melaju dengan kecepatan tinggi," terangnya.

Saksi mata, Ahmad (42), seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi kejadian, mengatakan bahwa truk tersebut tidak bunyi klakson sebelum menabrak kerumunan warga. "Saya lihat truk itu datang dengan kecepatan tinggi. Tidak ada bunyi klakson sama sekali. Warga yang sedang menunggu angkot di pinggir jalan tidak sempat melarikan diri," ceritanya.

Ahmad melanjutkan, saat menabrak korban, truk tersebut sempat mengalami pengereman namun kecepatannya masih terlalu tinggi. "Truk itu menabrak beberapa orang dan terus melaju hingga sekitar 20 meter sebelum akhirnya berhingga," ujarnya.

Korban dan Penanganan Medis

Dari data yang diperoleh, sebanyak 10 orang korban luka-luka dalam insiden ini. Delapan korban dirawat di RSIA Hermina Bekasi, satu korban di RSUD Bekasi, dan satu korban lainnya dirawat di RS Islam Bekasi.

"Kondisi korban bervariasi. Ada yang mengalami patah tulang, luka lecet, dan gegar otak. Tim medis masih melakukan perawatan intensif untuk beberapa korban yang kondisinya kritis," kata Kepala RSIA Hermina Bekasi, dr. Ratna Sari Dewi.

Polisi telah menyita truk molen tersebut dan mengamankan pengemudi sebagai tersangka. "Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini. Pengemudi akan kita jerat dengan Pasal 310 KUHP tentang Penganiayaan berat," jelas Sambodo.

Respon Pihak Terkait

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Eko Prasetyo, mengaku prihatin dengan kejadian ini. "Kami akan segera melakukan investigasi internal terhadap truk tersebut. Kami akan pastikan apakah truk tersebut memenuhi syarat operasional dan memiliki dokumen lengkap," ujarnya.

Selain itu, Eko menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan penertiban terhadap kendaraan berat yang melintasi jalur padat seperti di lokasi kejadian. "Kami akan meningkatkan patroli dan penegakan aturan terkait pengendalian kendaraan berat di kawasan pemukiman," jelasnya.

Tanggung Jawab Perusahaan

Pengemudi truk molen, HS, diketahui bekerja di perusahaan kontraktor PT Jaya Abadi. Direktur PT Jaya Abadi, Budi Santoso, mengaku akan memenuhi semua biaya pengobatan korban.

"Kami menyampaikan ucapan permintaan maaf yang tulus atas kejadian ini. Perusahaan kami akan menanggung semua biaya pengobatan korban. Selain itu, kami juga akan membantu proses hukum yang berjalan," kata Budi.

Budi menambahkan bahwa perusahaan akan memberikan pelatihan tambahan kepada seluruh pengemudi mengenai keselamatan berkendara. "Kami akan melakukan evaluasi internal dan memastikan semua standar operasional kami terpenuhi," ujarnya.

Pencegahan di Masa Depan

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap operasional kendaraan berat di kawasan padat. Banyak pihak berharap agar pemerintah dapat memberlakukan kebijakan yang lebih ketat terkait pengendalian kendaraan berat di jalur-jalur yang sering dilalui pejalan kaki.

"Kami berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Pengemudi harus lebih waspada, perusahaan harus memastikan armadanya aman, dan pemerintah perlu memberlakukan aturan yang lebih tegas," kata Ketua LSM Lintas Kemanusiaan, Ahmad Fauzi.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dishub untuk segera melakukan penertiban terkait kendaraan berat yang melanggar aturan. "Kami tidak akan mengizinkan hal sering terulang lagi di Kota Bekasi," tegasnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada unsur sengaja dalam kejadian ini. Semua pihak berharap agar kejadian tragis ini tidak terulang kembali dan korban bisa segera pulih.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter