02, 2026
Teknologi

Pertamina Bawa 5 UMKM Lokal Buka Peluang Pasar Global di ASCOPE 2026

PT Pertamina membawa lima UMKM binaan ke forum internasional di Bali untuk memperkenalkan produk unggulan. Transaksi mencapai ratusan juta rupiah.]]>

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pertamina Bawa 5 UMKM Lokal Buka Peluang Pasar Global di ASCOPE 2026

Pertamina Bawa 5 UMKM Lokal Buka Peluang Pasar Global di ASCOPE 2026

Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama dengan lima UMKM lokal Indonesia akan menghadiri Asian Oil and Gas Conference (ASCOPE) 2026 yang akan diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk unggulan dari UMKM Indonesia ke pasar global. ASCOPE merupakan konferensi minyak dan gas terbesar di Asia yang dihadiri oleh para pemimpin industri, investor, dan profesional dari seluruh dunia.

Kepala Divisi Hulu Migas PLN, Rizki Pratama, menyatakan bahwa partisipasi dalam ASCOPE 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan potensi UMKM Indonesia sektor energi. Menurutnya, sektor energi di Indonesia memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan bersama-sama dengan pelaku usaha kecil dan menengah. "Kami ingin menunjukkan bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing di panggung internasional," ujar Rizki dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (15/9).

Pilihan UMKM yang Dibawa PLN

PLN telah memilih lima UMKM yang akan diikutsertakan dalam ASCOPE 2026. Kelima UMKM tersebut telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan kualitas dan inovasi produk mereka memenuhi standar internasional. UMKM yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mengkhususkan diri dalam produk-produk energi terbarukan, teknologi pemrosesan minyak, dan jasa konsultasi energi.

Pertama, PT. Energi Hijau Nusantara dari Bali yang mengembangkan teknologi biodiesel dari limbah kelapa. Perusahaan ini telah berhasil menghasilkan biodiesel dengan kualitas internasional yang ramah lingkungan. Kedua, CV. Teknologi Cerdas dari Bandung yang mengembangkan sistem monitoring konsumsi energi untuk industri menggunakan Internet of Things (IoT). Ketiga, UD. Makmur Jaya dari Medan yang memproduksi alat ukur tekanan dan suhu untuk industri migas. Keempat, PT. Solindo Nusantara dari Surabaya yang mengkhususkan diri dalam pembuatan panel surya untuk aplikasi industri. Terakhir, CV. Mitra Energi dari Makassar yang menyediakan layanan konsultasi energi terbarukan untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Persiapan Intensif Sebelum ASCOPE

Sebelum menghadiri ASCOPE 2026, kelima UMKM tersebut akan menjalani serangkaian persiapan intensif. PLN bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) untuk memberikan pelatihan tentang standar internasional, teknik presentasi bisnis, dan pengembangan jaringan internasional. Selain itu, PLN juga akan membantu UMKM dalam mempersiapkan dokumen-dokumen penting seperti brosur, profil perusahaan, dan proposal bisnis dalam bahasa Inggris.

"Kami tidak hanya membawa mereka ke konferensi, tetapi juga memastikan mereka siap secara mental dan materiil untuk bersaing di tingkat internasional," tambah Rizki. PLN juga akan menyediakan ruang meeting khusus bagi kelima UMKM selama ASCOPE 2026 agar mereka dapat melakukan pertemuan langsung dengan potensial investor dan mitra bisnis dari luar negeri.

Potensi dan Dampak bagi UMKM Indonesia

Partisipasi dalam ASCOPE 2026 diharapkan dapat membuka peluang pasar global bagi UMKM Indonesia. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM menyumbang sekitar 61% dari total PDB Indonesia namun hanya 15% dari total ekspor Indonesia. Dengan menghadiri konferensi internasional seperti ASCOPE, diharapkan angka ekspor dari sektor UMKM dapat meningkat signifikan.

"ASCOPE adalah pintu masuk bagi UMKM Indonesia untuk terjun ke pasar global. Melalui konferensi ini, mereka dapat membangun jaringan, mendapatkan akses pasar, dan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia internasional," ujar Direktur Jenderal Koperasi dan UMKM Kementerian Koperasi dan UKM, Budi Santoso.

PLN juga berencana untuk membuat program berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak UMKM Indonesia dalam kegiatan internasional serupa. Program ini akan menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat energi terbarukan di Asia Tenggara.

Tanggapan Positif dari UMKM Terpilih

Para pemilik UMKM yang terpilih untuk mengikuti ASCOPE 2026 menyambut baik program ini. Mereka melihat partisipasi dalam konferensi internasional sebagai kesempatan emas untuk memperluas jangkauan bisnis mereka. "Ini adalah peluang yang tidak boleh kita lewatkan. Saya yakin produk kami memiliki potensi untuk bersaing di pasar internasional," kata CEO PT. Energi Hijau Nusantara, I Made Suardana.

Sementara itu, pemilik CV. Teknologi Cerdas, Ahmad Fauzi, menambahkan bahwa dukungan dari PLN sangat berarti bagi UMKM seperti mereka. "Dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, kami percaya bisa menunjukkan inovasi Indonesia ke dunia," ujarnya.

Dengan dukungan penuh dari PLN dan pemerintah, harapan para UMKM Indonesia dapat bersaing di panggung internasional bukanlah sekadar mimpi. ASCOPE 2026 dijadikan sebagai titik awal untuk mengangkat citra produk-produk Indonesia dan membuka babak baru dalam sejarah ekspor UMKM Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter