01, 2026
Teknologi

Tim Patriot Brawijaya Dampingi Petani Muda Papua Kembangkan Agroforestri

Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun di Papua Barat Daya mendapat dukungan teknologi dari Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya.]]>

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tim Patriot Brawijaya Dampingi Petani Muda Papua Kembangkan Agroforestri

Tim Patriot Brawijaya Dampingi Petani Muda Papua Kembangkan Agroforestri

Tim Patriot Brawijaya dari Universitas Brawijaya (UB) terus berkomitmen dalam mendampingi para petani muda di Papua untuk mengembangkan sistem agroforestri. Program yang dimulai sejak tahun 2020 ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus melestarikan lingkungan di Tanah Papua. Melalui pendekatan partisipatif, tim ini berhasil membawa perubahan positif bagi para petani muda yang selama ini mengandalkan sistem pertanian konvensional.

Pendekatan Holistik dalam Pembangunan Pertanian

Tim Patriot Brawijaya menerapkan pendekatan holistik dalam membina petani muda Papua. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada aspek pertanian, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Para petani didorong untuk menggabungkan berbagai komponen ekosistem dalam lahan pertanian mereka, menciptakan sistem yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Program ini melibatkan para petani muda sebagai subjek utama dalam pembangunan pertanian. Tim Patriot Brawijaya berperan sebagai fasilitator yang membantu para petani mengidentifikasi potensi lahan, memilih jenis tanaman yang sesuai, serta mengembangkan teknik bertanam yang efektif. Dengan pendekatan partisipatif ini, diharapkan para petani akan memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk mengelola lahan secara mandir.

Pengembalian Keanekaragaman Hayati dan Peningkatan Pendapatan

Sistem agroforestri yang dikembangkan melalui program ini menggabungkan berbagai jenis tanaman seperti kakao, kelapa, pala, serta tanaman buah-buahan lokal. Tanaman-tanaman ini ditanam bersama dengan pohon-pohon yang dapat menjaga kesuburan tanah, seperti pohon petai cina (Leucaena leucocephala) dan pohon gamal (Gliricidia sepium). Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keanekaragaman hayati di lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan pendapatan para petani.

Salah satu petani muda yang terlibat dalam program ini, Yulius (28), mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari Tim Patriot Brawijaya. Sebelumnya, lahan pertaniannya hanya ditanami dengan satu jenis tanaman saja dan hasilnya tidak memuaskan. "Sekarang, lahan saya lebih produktif dan beragam. Saya bisa panen kakao, pisang, dan sayuran secara bergantian. Pendapatan saya pun meningkat," ujarnya.

Peningkatan Kapasitas Petani Muda Papua

Untuk memastikan keberlanjutan program, Tim Patriot Brawijaya juga memberikan pelatihan teknis kepada para petani. Pelatihan mencakup pembibitan, pengendalian hama secara organik, pengolahan hasil pertanian, serta pemasaran produk. Para petani juga diajarkan tentang manajemen keuangan agar dapat mengelola pendapatan dari hasil pertanian dengan lebih baik.

Dr. Ahmad Rifai, M.Si., selaku ketua Tim Patriot Brawijaya, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kapasitas permanen bagi para petani muda Papua. "Kami tidak ingin hanya memberikan ikan, tetapi juga mengajarkan cara memancing. Dengan begitu, para petani muda Papua dapat mandiri dan terus mengembangkan pertanian mereka di masa depan," katanya.

Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal

Dampak positif dari program ini mulai terlihat di beberapa desa di Kabupaten Jayapura dan Mimika. Lahan-lahan yang tadinya kering dan tidak produktif kini menjadi hijau dan subur. Para petani juga mulai menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membakar lahan saat musim tanam.

Selain itu, sistem agroforestri juga membantu dalam mengurangi risiko kegagalan panen. Ketika satu jenis tanaman mengalami gangguan, tanaman lain dapat menjadi sumber alternatif pendapatan. Ini memberikan kestabilan ekonomi bagi para petani yang selama ini rentan terhadap fluk harga komoditas dan bencana alam.

Komitmen Jangka Panjang

Tim Patriot Brawijaya berkomitmen untuk terus mendampingi para petani muda Papua dalam jangka panjang. Program agroforestri ini direncanakan akan diperluas ke lebih banyak daerah di Papua dengan melibatkan lebih banyak petani muda. Tim juga berencana untuk membangun pusat pelatihan pertanian berkelanjutan yang dapat menjadi pusat penyebaran pengetahuan bagi petani di seluruh Papua.

Koordinator lapang program, Budi Santoso, menambahkan bahwa pemerintah daerah dan pihak terkait perlu mendukung program ini agar dampaknya dapat dirasakan lebih luas. "Kami butuh sinergi yang lebih baik antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk mempercepat transformasi pertanian di Papua," ujarnya.

Program pengembangan agroforestri ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia khususnya di daerah-daerah terpencil seperti Papua. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan berkelanjut, para petani muda Papua mampu menjadi agen perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan diri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter