Polisi Pastikan Penembakan di Kampung Ambon Tak Terkait Gerebek Narkoba
Polisi menegaskan insiden penembakan yang terjadi di Kampung Ambon, Jakarta, tidak memiliki kaitan dengan operasi penertiban narkoba. Kepala Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Ahmad Yurianto, mengungkapkan bahwa penyidik telah melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa tersebut.
Menurut Yurianto, berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), insiden penembakan tersebut diduga bermula dari konflik antar kelompok warga setempat. "Kami telah menerima laporan dari sejumlah saksi yang menyatakan bahwa penembakan itu bukanlah akibat operasi penertiban narkoba, melainkan akibat perselisihan antar warga," ujar Yurianto dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (15/3).
Kronologi Penembakan
Insiden penembakan terjadi pada Selasa (14/3) sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Raya Kampung Ambon, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Setiabudi. Sejumlah warga melaporkan mendengar suara tembakan berulang kali yang berasal dari arah sebuah rumah di pinggir jalan.
Menurut Hendra, korban Budi berhasil membantu penyidik dengan memberikan keterangan tentang kronologi kejadian. "Budi mengaku sedang berada di rumah Rizki ketika tiba-tiba sejumlah pria tak dikenal datang dan langsung menembak Rizki. Budi mencoba melarikan dira tetapi juga ditembak oleh pelaku," ucapnya.
Hasil Penyelidikan Sementara
Polisi telah mengamankan beberapa barang bukti di TKP, termasuk tiga selongsung peluru jenis berbeda dan sepeda motor yang diduga digunakan pelaku untuk melarikan diri. Selain itu, tim penyidik juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata dan kerabat korban.
Polisi juga menyebutkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan antara insiden penembakan dengan aktivitas narkoba di lokasi tersebut. "Kami telah memeriksa beberapa warga di sekitar TKP dan tidak ada yang menyebutkan adanya kegiatan narkoba atau operasi penertiban yang terjadi pada malam kejadian," tambahnya.
Pelacakan Pelaku
Saat ini, Polisi masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan. Tim penyidik telah meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi tentang keberadaan para pelaku.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada. Tim kami sudah bergerak maksimal untuk menangkap para pelaku. Kami juga akan meningkatkan patroli di sekitar wilayah tersebut untuk mencegah hal serupa terjadi kembali," ujar Yurianto.Polisi meminta masyarakat yang memiliki informasi tentang keberadaan para pelaku untuk segera melapor ke pihak kepolisian. "Setiap informasi yang berharga akan kami apresiasi dan akan mendapat hadiah sesuai aturan berlaku," pungkasnya.
Insiden penembakan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian menginggi sejumlah kasus kekerasan di wilayah Jakarta masih tinggi. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas pelaku-pelaku kekerasan guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Komentar (0)