Pramono Matangkan Usulan 76 Taman Jakarta Buka 24 Jam
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang mematangkan rencana untuk membuka 76 taman umum di Jakarta selama 24 jam sehari. Rencana ini disampaikan Pramono setelah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah taman di ibu kota. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga Jakarta.
Dalam kunjungannya ke Taman Menteng, Taman Suropati, dan Taman Lapangan Banteng, Pramono menyoroti pentingnya meningkatkan fungsi taman sebagai pusat aktivitas warga bukan hanya sebagai tempat rekreasi semata. "Kita ingin taman-taman ini buka 24 jam, sehingga masyarakat yang bekerja shift, pelajar yang belajar malam, atau warga yang ingin berolahraga kapan saja bisa menikmati fasilitas ini," ujar Pramono, Jumat (15/9).
Alasan Utama Pembukaan 24 Jam
Ada beberapa pertimbangan mendasari kebijakan yang akan diimplementasikan Gubernur Pramono. Pertama, meningkatnya kebutuhan ruang terbuka hijau di tengah padatnya aktivitas di ibu kota. Jakarta yang dikenal sebagai kota metropolitan dengan tingkat kepadatan tinggi memerlukan lebih banyak ruang hijau untuk kesehatan mental dan fisik warga.
Kedua, taman yang buka 24 jam diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang memiliki jadwal tidak teratur. Banyak pekerja di sektor formal maupun informal yang bekerja pada shift malam atau dengan jam kerja yang fleksibel. Dengan taman buka 24 jam, mereka tetap memiliki akses untuk beristirahat dan menyalurkan hobi.
Ketiga, aspek keamanan menjadi pertimbangan penting. Pramono berpendapat bahwa taman yang ramai pengunjung sepanjang waktu akan lebih aman dari gangguan keamanan. "Semakin banyak mata yang menjaga, semakin aman taman tersebut. Kita akan meningkatkan pengamanan dengan penambatan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan keamanan taman," jelasnya.
Persiapan dan Penyesuaian Infrastruktur
Untuk mewujudkan rencana ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan berbagai penyesuaian infrastruktur di 76 taman yang tersebar di 5 wilayah administrasi kota. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Aris Wibowo, mengatakan persiapan dilakukan secara bertahap.
Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta juga akan menyiapkan fasilitas pendukung seperti toilet umum yang buka 24 jam, tempat sampah dengan jadwal pengambilan sampah yang lebih intensif, serta titik air minum umum. "Kami juga akan memastikan jalur jalan di sekitar taman dalam kondisi baik dan dilengkapi dengan penerangan yang memadai," tambah Kepala Dinas Pertamanan, Budi Utami.
Tanggapan Warga dan Ahli
Rencana pembukaan 24 jam 76 taman ini mendapat beragam tanggapan dari warga Jakarta. Warga Kebayoran Baru, Rina Sari, menyambut baik rencana ini. "Saya bekerja di hotel dan sering pulang larut malam. Dengan taman buka 24 jam, saya bisa berjalan-jalan sebelum pulang ke rumah untuk menenangkan pikiran," ujinya.
Di sisi lain, beberapa warga khawatir dengan dampak noise pollution (pencemaran suara) jika taman buka 24 jam. "Saya tinggal dekat Taman Suropati. Jika buka 24 jam, khawatirnya ada yang berisik di tengah malam dan mengganggu tidur," ujar Ahmad, warga Menteng.
Ahli perencanaan wilayah dari Universitas Indonesia, Dr. Hendra Martono, mengapresiasi langkah Pemprov DKI namun menyoroti pentingnya perencanaan yang matang. "Pembukaan 24 jam memang baik untuk aksesibilitas, tetapi perlu dipastikan ada regulasi yang jelas tentang jam operasional fasilitas tertentu seperti playground atau lapangan olahraga. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan sekitar," ujar Hendra.
Rencana Implementasi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan implementasi kebijakan ini dimulai pada kuartal pertama tahun depan. Sebelumnya, akan dilakukan uji coba di 10 taman yang dipilih secara representatif dari berbagai wilayah Jakarta.
Selama uji coba selama tiga bulan, pihak akan mengumpulkan masukan dari warga sekitar, pengunjung taman, dan kelompok pecinta taman. "Hasil uji coba akan kami evaluasi untuk menentukan apakah perlu penyesuaian sebelum diterapkan di 76 taman lainnya," jelas Pramono.
Untuk mendukung kebijakan ini, Pemprov DKI juga akan melibatkan komunitas taman dan relawan untuk membantu pengawasan dan pemeliharaan taman. "Taman milik semua warga Jakarta, mari kita jaga bersama," tutup Pramono.
Komentar (0)