03, 2026
Teknologi

Program Bedah Rumah Kejar Target, Baru 14.459 Unit Sesuai Kriteria

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Program Bedah Rumah Kejar Target, Baru 14.459 Unit Sesuai Kriteria

Program Bedah Rumah yang digulirkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian warga kurang mampu masih jauh dari target yang ditetapkan. Data hingga kini menunjukkan baru 14.459 unit rumah yang memenuhi kriteria dari target awal 100.000 unit yang direncanakan. Program yang seharusnya memberikan solusi perbaikan rumah layak huni bagi warga berpenghasilan rendah ini menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya.

Menurut Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, program ini mengalami kendala dalam proses verifikasi dan validasi data penerima manfaat. "Kami masih dalam proses menyaring calon penerima yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria," ujarnya dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. Program ini sebenarnya merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka kemiskinan melalui perbaikan kualitas hunian.

Target Realistis atau Optimistis?

Target awal 100.000 unit rumah yang diperbaiki dalam satu tahun dianggap terlalu optimistis oleh banyak pihak. Koordinator aksi perumahan menilai bahwa capaian yang hanya 14,459% dari target menunjukkan adanya kesenjangan antara rencana dan implementasi. "Banyak daerah yang belum memiliki mekanisme yang jelas untuk menentukan penerima manfaat," kata seorang aktivis perumahan yang memantau program ini.

Sementara itu, pemerintah menegaskan bahwa program ini berjalan sesuai rencana. "Kami menyesuaikan target dengan ketersediaan anggaran dan kapasitas teknis di lapangan," jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Menurutnya, program ini akan berjalan secara bertahap dengan memastikan setiap unit yang diperbaiki benar-benar layak huni dan sesuai kebutuhan warga.

Kendala Lapangan yang Dihadapi

Beberapa kendala utama yang menghambat percepatan program ini antara lain keterbatasan anggaran, sulitnya koordinasi antar kementerian, serta tantangan dalam verifikasi data. Banyak daerah melaporkan kesulitan dalam menentukan kriteria penerima manfaat yang objektif.

"Proses verifikasi memakan waktu karena harus memastikan setiap calon penerima benar-benar membutuhkan bantuan dan tidak ada yang terlewat atau menerima ganda," jelas sepejabat di Kementerian PUPR yang memimpin program ini. Selain itu, ketersediaan material bangunan yang berkualitas dengan harga terjangkau juga menjadi tantangan tersendiri di beberapa daerah terpencil.

Respons dari Masyarakat

Masyarakat yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat mengungkapkan beragam respons. Beberapa di antaranya mengaku bersyarat atas bantuan yang diterima, sementara ada yang merasa belum merasakan manfaat dari program ini.

"Saya bersyukur bisa mendapat bantuan perbaikan rumah. Sebelumnya atap saya bocor dan lantai retak," kata Siti, salah satu penerima manfaat di Kabupaten Cirebon. Namun, di sisi lain, ada warga yang mengeluhkan proses yang terlalu lama. "Sudah tiga tahun mendaftar tapi belum juga terlayani," ujar Ahmad, warga Jakarta Timur yang mendaftar sejak 2020.

Masa Depan Program Bedah Rumah

Pemerintat berencana mengevaluasi kembali program ini untuk memastikan efektivitas dan efisiensinya. Beberapa perubahan yang akan dilakukan antara lain penyempurnaan sistem verifikasi digital, peningkatan koordinasi antar kementerian, serta penyesuaian target dengan kondisi di lapangan.

"Kami akan fokus pada kualitas bukan kuantitas. Setiap unit yang diperbaiki harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga," tambah Basuki Hadimuljono. Pemerintat juga berencana melibatkan lebih banyak pihak swasta dan masyarakat dalam pelaksanaan program ini agar lebih responsif terhadap kebutuhan lokal.

Meskipun capaian saat ini masih jauh dari target, pemerintat optimis program ini akan memberikan dampak positif jangka panjang dalam peningkatan kualitas hunian warga kurang mampu. Evaluasi berkala dan penyesuaian strategi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program di tahun-tahun mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter