01, 2026
Nasional

Punya Harta Triliunan, Miliarder Ini Anti Bayar Parkir Mahal

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Punya Harta Triliunan, Miliarder Ini Anti Bayar Parkir Mahal

Seorang miliarder dengan kekayaan diperkirakan mencapai triliunan rupiah menjadi sorotan usai menunjukkan sikap unik terkait masalah parkir. Pria yang tidak mau disebutkan namanya ini menjadi viral di media sosial setelah diketahui kerap menghindari membayar biaya parkir yang dianggapnya terlalu mahal.

Kejadian bermula ketika miliarder tersebut terlihat parkir di area komersial premium di Jakarta. Seperti biasa, ia menyiapkan uang untuk membayar biaya parkir namun terkejut melihat tarif yang ditetapkan mencapai Rp 50.000 untuk empat jam parkir. "Saya tidak membayar itu. Itu tidak masuk akal," kata sumber yang dekat dengan miliarder tersebut kepada wartawan.

Kebijakan Parkir yang Dianggap Tidak Masuk Akal

Miliarder yang diketahui memiliki beberapa perusahaan besar di Indonesia ini mengaku frustrasi dengan kebijakan parkir di beberapa pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran yang menetapkan tarif tinggi. Menurutnya, biaya parkir yang mencapai puluhan ribu rupiah per jam adalah tidak wajar terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.

"Saya memahami bahwa lokasi premium pasti memiliki tarif yang lebih tinggi. Namun, ada batasnya. Beberapa tempat menetapkan tarif yang tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan," ujarnya melalui sumber yang sama.

Keberadaannya yang viral di media sosial memicu berbagai reaksi dari netizen. Ada yang mendukung sikapnya dengan menganggap bahwa tarif parkir memang sudah terlalu mahal, namun ada juga yang mengkritiknya dengan menyebut bahwa sebagai miliarder seharusnya tidak masalah membayar tarif tersebut.

Pandangan Kontroversial tentang Keseimbangan Ekonomi

Miliarder ini kemudian membagikan pandangannya melalui media sosial tentang keseimbangan ekonomi dan dampak tarif parkir yang tinggi terhadap masyarakat. Ia menyoroti bahwa biaya parkir yang mahal dapat menjadi beban tambahan bagi pekerja kantoran yang menghabiskan gajinya untuk transportasi dan parkir.

"Saya bukan orang yang pelit. Saya hanya melihat dari sisi keadilan. Ketika seorang pekerja harian menghabiskan 10% gaji harianannya hanya untuk parkir, itu adalah masalah yang serius," tulisnya dalam unggahan yang kemudian viral tersebut.

Ia mencontohkan bahwa di beberapa negara maju, biaya parkir justru disubsidi oleh pengelola gedung atau pusat perbelanjaan sebagai bentuk apresiasi terhadap pengunjung. Di Indonesia, menurutnya, kebalikannya terjadi di mana pengunjung yang harus menanggung biaya tinggi.

Reaksi dari Pengelola Gedung dan Pihak Terkait

Sikap miliarder ini pun memicu reaksi dari berbagai pihak. Beberapa pengelola pusat perbelanjaan mengatakan bahwa tarif parkir yang tinggi adalah bagian dari strategi untuk mengatur alur pengunjung dan memastikan ketersediaan lahan parkir bagi pelanggan.

"Tarif parkir yang kami tetapkan mempertimbangkan berbagai faktor termasuk lokasi yang strategis dan ketersediaan lahan parkir yang terbatas," ujar seorang manajer operasional salah satu pusat perbelanjaan premium di Jakarta.

Sementara itu, anggota DPR RI dari Komisi VI yang membidangi perdagangan, investasi, dan UKM menyatakan akan membahas masalah ini dalam rapat mendatang. Menurutnya, isu tarif parkir yang mahal memang perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak pada daya beli masyarakat.

Tren Perubahan dalam Kebijakan Parkir

Meskipun demikian, beberapa pihak mulai menyadari pentingnya kebijakan parkir yang lebih manusiawi. Beberapa pusat perbelanjaan mulai menawarkan program parkir gratis atau tarif terjangkau bagi pelanggan yang melakukan pembelian di dalam pusat perbelanjaan.

Miliarder yang menjadi viral ini menyatakan siap mendukung upaya perubahan kebijakan parkir yang lebih adil. Ia bahkan menawarkan untuk menjadi fasilitator dalam diskusi antara pengelola gedung dan pemerintah untuk mencari solusi yang win-win bagi semua pihak.

"Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menggunakannya untuk membantu masyarakat," tutup miliarder yang tetap mempertahankan privasinya tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter